Mohon ijin ikut pembahasan ini sedikit 😊 Terkait panel solar/matahari ini untuk penggunaan di rumah.... yg cukup bikin saya bingung sekaligus terpukau...dipelosok2 pulau nunukan yg 100% masih bagian dari indonesia( tidak seperti pulau sebatik yg sebagian milik indonesia sebagian milik malaysia), sedihnya sepertinya listrik hanya mencover dibagian kotanya saja. Jadi penerangan jalan yg agak jauh dari kota..masing2 menggunakan panel matahari. NAH semakin jauh lg dr perkotaan dan dipesisir pantai... jalan sudah tidak beraspal dan menggunakan penerangan jalan yg menggunakan panel matahari. TAPI...rumah2 panggung yg dihuni warga yg mata pencaharian nya berkebun atau petani rumput laut...hampir semuanya menggunakan panel surya sebagai sumber listrik di masing2 rumah.
Panelnya cukup kecil kira2 seukuran 1 x 0.5 m saja di tiap rumah yg mungkin hanya digunakan untuk penerangan (karena sinyal handphone dan televisi nampaknya memang masih tidak ada). Saya jd berfikir kok sepertinya teknologi panel surya tersebut murah...atau mungkin memang ada sistem subsidi dr pemerintah daerah nunukan. Dengan pembahasan ini.. jd membuat saya semakin menarik..dan insya allah di bulan2 depan saat saya kembali ke lapangan dapat informasi lebih banyak lg yg mungkin bisa saya dapat dan saya sharing disini dan mudah2an bermanfaat. Salam, Budi On Jan 30, 2016 3:09 AM, "Amir Al Amin" <[email protected]> wrote: > Dengan murahnya minyak mungkin energy alternatif menjadi kurang menarik. > > Saya ingin sedikit sharing, pengalaman kawan di Australi. > Dia memasang solar panel dengan kapasitas mencapai 2200watt. > > Kadang-kadang kapasitas listrik yang dihasilkan melebihi yang dibutuhkan. > Disini dia bisa menjual listriknya ke perusahaan listrik, dengan meteran > yang terintegrasi > bisa melihat berapa konsumen memakai listrik 'PLN' atau malah menjual ke > 'PLN'. > Sistem yang luar biasa. > > Indonesia yang berada di Katulistiwa mestnya lebih berlimpah matahari. > Pemanfaatan energi matahari hasil 'pembakit rumahan' bisa jadi menyumbang > listrik yang potensial. > > Boleh dibilang energi mathari ini, teknologi instan. Tanpa perlu riset, > eksplorasi, atau investasi yang besar. Saat ini harga panel mathari > 1500watt sekitar 18 juta. Kalau 3000 watt mungkin 36juta. > > Harga tersebut seharusnya bisa ditekan dengan bantuan pemerintah. > Misal pajak impor, pembelian panel 0 persen. Kemudahan impor atau produksi > panel dalam negeri, dll. > > > > > > -- > *********************************** > Amir Al Amin > Operations/ Wellsite Geologist > (62)811592902 > amir13120[at]yahoo.com > amir.al.amin[at]gmail.com > ************************************ > > ---------------------------------------------------- > > Geosea XIV and 45TH iagi Annual Convention 2016 > Bandung , October 10-13 2016 > for further information please visit our website at > http://geosea2016.iagi.or.id or email to [email protected] > > ---------------------------------------------------- > > Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI) > No. Rek: 123 0085005314 > Bank BCA KCP. Manara Mulia (A/n: Shinta Damayanti) > No. Rekening: 255-1088580 > > ---------------------------------------------------- > Subscribe: [email protected] > Unsubscribe: [email protected] > ---------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. > In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not > limited > to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, > resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with > the use of > any information posted on IAGI mailing list. > ---------------------------------------------------- > > ---------------------------------------------------- Geosea XIV and 45TH iagi Annual Convention 2016 Bandung , October 10-13 2016 for further information please visit our website at http://geosea2016.iagi.or.id or email to [email protected] ---------------------------------------------------- Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta (a/n IAGI) No. Rek: 123 0085005314 Bank BCA KCP. Manara Mulia (A/n: Shinta Damayanti) No. Rekening: 255-1088580 ---------------------------------------------------- Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ----------------------------------------------------

