Gini nih kalo dosen yg nulis :)) •••<<||sent from Droid + old fashioned flexi||>>•••
On Jul 18, 2010 3:04 AM, "gunggu" <[email protected]> wrote: > Namanya juga curhat mas Ardi, dari lubuk hati terdalam tuh, bisa > panjang gara-gara delaynya cukup lama tadi huhuhuhuhu > > On Jul 17, 11:12 pm, Subanindiyo Ardi <[email protected]> > wrote: >> Haaahahahahahaha mantab, biasa nulis diary & cerpen yah mas gunggu ? >> >> On Jul 17, 2010 10:32 PM, "gunggu" <[email protected]> wrote: >> >> > Selamat malam semuanya, berhubung tadi pesawatnya delay, akhirnya saya >> coba >> > menulis sesuatu, dan tulisan di bawah ini lebih tepat sebagai curhatan >> atas >> > kesan saya setelah mencoba Acer Liquid E hehehe, jujur dari hati yang >> paling >> > dalam, jadi ya panjang banget isinya..... :p >> >> > ------------------------------------------ >> >> > Perjuanganku untuk mengalami Acer Liquid E >> >> > Hari yang gelap dan mendung saat kulangkahkan kaki keluar dari bandar >> udara >> > Internasional Soekarno-Hatta, kupesan sebuah taksi yang kemudian membawaku >> > meluncur ke sebuah hotel di jalan Gatot Subroto. Hatiku gelisah ingin >> segera >> > menuju JCC, tempat dimana dipamerkannya sebuah ponsel besutan Acer, >> bernama >> > Liquid E, si mungil yang berlayar lebar 3,5 inchi WVGA (480 x 800 piksel). >> > Kutertunduk lesu karena jam hotel telah menunjukkan jam dua pagi, sedikit >> > tersentak, kuperhatikan sekali lagi, ternyata salah baca jam dari negara >> > lain. Semangatku muncul lagi sesaat namun kembali hilang setelah >> memastikan >> > waktu Jakarta menunjukkan pukul sembilan lewat limabelas menit di malam >> > hari. Kupendam hasratku pada hari itu untuk bertemu, berkenalan, dan >> > mengalami ponsel berprosesor Qualcomm Snapdragon 8250 berkecepatan 768 >> MHz, >> > Acer Liquid E. >> >> > Malam itu aku tidak bisa tidur, gelisah memikirkan esok hari, dan begitu >> > pagi menjelang aku terlanjur mengantuk sehingga terpaksa memenuhi >> kebutuhan >> > istirahatku terlebih dahulu. Siangnya, setelah waktu ibadah usai, aku >> > persiapkan hatiku untuk segera mengalami Acer Liquid E dengan Sistem >> Operasi >> > Android Eclair-nya. Kubaca petunjuk navigasi di ponselku dan ternyata >> jarak >> > dari hotel ke JCC hanya 1 km lebih, sehingga kuputuskan untuk jalan kaki >> ke >> > JCC sambil mencoba navigasi moda berjalan kaki pada ponselku. Ini adalah >> > keputusan yang salah. Meskipun aku sudah berkali-kali naik gunung dan >> > percaya diri dengan kekuatan kakiku, ternyata berjalan kaki di jalanan >> > Jakarta tidak semudah itu, beberapa kali aku hendak menyerah namun kamera >> 5 >> > Megapiksel dan pengambil video VGA Acer Liquid E selalu menyemangatiku >> untuk >> > terus berjalan, hingga akhirnya hampir satu setengah jam kemudian aku >> sampai >> > di JCC dengan kaki yang telah lecet-lecet, >> >> > Pada dasarnya orang udik, aku terbengong di depan gedung JCC yang megah >> itu, >> > tengok sana sini sambil mencari dimana pintuk masuk dan tempat beli >> > tiketnya. Akhirnya setelah memberanikan diri bertanya dengan seseorang, >> > ladalah, ternyata tempat menjual tiketnya ada dibelakangku. Berdebar tidak >> > karuan rasanya jantungku mengingat akan segera bertemu dengan alat >> > berfitur A-GPS dan berkemampuan data HSPA bernama Acer Liquid E. Setelah >> > membayar tiket masuk sebesar lima ribu rupiah dan mendapatkan keripik >> > singkong, mulailah aku beredar di dalam JCC. Singkat cerita, kakiku makin >> > lecet karena aku tidak menemukan dimana dambaanku tersebut berada, hingga >> > akhirnya aku memutuskan untuk beristirahat sejenak duduk di lantai, sambil >> > termenung, tiba-tiba kuterhenyak melihat seorang ibu berjalan dari sebelah >> > kiri membawa kantong kertas bertuliskan AcerLiquid E, seketika itu juga >> aku >> > berditi dari berlari ke arah kiri, melewati pamflet vertikal Acer Liquid >> E, >> > dan akhirnya sampailah aku di tempat pujaan hatiku dipamerkan. >> >> > Dengan tidak sabar kuhampiri salah satu SPG yang ada disana, kulihat dia >> > sedang menggenggam dambaanku, kusapa dia dan kumohon restunya, hingga >> > akhirnya aku dapat berkenalan dengan Acer Liquid E! Kuulurkan tanganku >> > untuk mejabat dirinya yang terasa ringan pada bobot 135 gram, kuraba >> > tubuhnya yang ternyata berbahan dasar plastik ringan berwarna hitam dengan >> > tonjolan kamera di bagian belakangnya. Kuelus sedikit layar *capactive >> *nya >> > yang telah mendukung multi sentuh. Bersamaan dengan semua itu >> kuperkenalkan >> > diriku, “kenalkan, saya gunggu” dan Acer Liquid E pun menyapaku balik >> > dengan layar utamanya yang langsung menyala setelah kusentuh tombol keras >> > daya di sebelah kiri atasnya. Seusai berkenalan, tiba waktunya untuk >> > mengakrabkan diri mengalami Acer Liquid E ini. >> >> > Kumainkan jariku menjelajah menu serta menyentuh keempat tombol lunak yang >> > ada di bagian bawah layarnya. Respon dan umpan balik pada layar utamanya >> > sangat baik, menu daftar aplikasi model komedi putarnya cukup menarik, >> > terurut berdasarkan nama aplikasi. Hampir semua aplikasi yang kucoba buka >> > langsung terbuka dengan cepat. Sedikit penasaran dengan kapasitas riil ROM >> > untuk penyimpan aplikasi dan sisa riil RAM untuk menjalankan aplikasi, >> > kuminta restu sekali lagi kepada SPG untuk mengunduh beberapa aplikasi >> dari >> > pasar sebagai pendukung pengujianku. Setelah restu diberikan, sekaligus >> > kesempatanku menguji kemampuan datanya, kucoba mengunduh memakai jaringan >> > seluler dan WiFi, dan semua aplikasi terunduh dengan lancar. Setelah >> > aplikasi terunduh telah terpasang, ternyata sisa ROM nya dari 512 MB, yang >> > hanya bisa dipakai sekitar 200 MB, dan sisa RAM nya dari 512 MB, tanpa >> > aplikasi tambahan yang berjalan, masih bersisa sekitar 225 MB. Ini >> merupakan >> > berita yang menggembirakanku karena berarti masih banyak aplikasi yang >> dapat >> > kupasang dan kujalankan sekaligus atau dalam moda berjalan dibelakang. >> > Kukembalikan penjelajahanku ke layar depan, kudapati beberapa pintas dan * >> > widgets* yang menarik, beserta kertas dinding hidupnya, yang menggambarkan >> > nama Liquid karena berujud air mengalir. Kuterhenti pada sebuah pintas >> > berjudul Acer Settings, kuintip sedikit, ternyata isinya adalah setelah >> > seperti halnya pada *power widget* standar Android, dengan tambahan >> beberapa >> > tambahan opsi baru, misalnya *toggle* 3G/2G. Seketika itu, kumencoba >> mencari >> > widget untuk Acer Setting, tidak ketemu, kutanyakan ke SPG ternyata memang >> > tidak tersedia, sangat disayangkan. >> >> > Kulanjutkan penjelajahanku mengalami fungsi kameranya, yang menampilkan >> menu >> > standar kamera eclair, namun dengan kulit tampilan berbeda, berwarna krom >> > abu-abu metalik. Setelah restu untuk mengambil gambar diberikan, kucoba >> > memainkan tombol keras kameranya. Layarnya menampilkan fokus otomatis yang >> > menurutku berarea terlalu lebar, akupun sedikit kecewa, si dia ternyata >> > kurang mampu dipakai untuk mengambil gamar jarak dekat. Sedikit penasaran, >> > kucoba buka setelan fokusnya, ternyata hanya terdapat pilihan fokus >> otomatis >> > dan tak hingga, pantaslah area fokusnya lebar hampir selebar layarnya. >> > Kekecewaanku bertambah setelah kumencoba mengambil gambar dengan menekan >> > tombol kerasnya, ternyata penempatan tombol kerasnya kurang bagus, >> sehingga >> > jariku susah menekan setengah untuk fokus tomatisnya, dan juga susah untuk >> > menekan lebih dalam lagi untuk mengambil gambar, setelah berhasil >> terpencet, >> > kuheran kenapa tak muncul kilatan penerangnya, ternyata, si dia tidak >> > berlampu kilat! Kuberalih menengok ke moda video dan mecobanya dengan >> > mengambil suasana di sekitar tempat si dia dipamerkan. Dengan menggunakan >> > aplikasi sebelumnya terunduh, kukirimkan kedua hasil tes ke ponselku, yang >> > kemudian kubuka di laptopku setelah kupulang ke hotel. Hasil kameranya >> > serata-rata kamera 5 MP lainnya, ada gangguannya dalam keadaan gelap, dan >> > hasil videonya standar sekali jika kulihat di laptopku. Kucoba kirimkan >> > berkas video 720p milikku dan ternyata nemoplayer mampu menjalankannya >> > dengan baik, meskipun kadang masih terlihat cegukan saat tingkatan rasio >> > bingkainya meninggi, misalnya saat adegan cepat mobil balap. >> >> > Sekali lagi restu diberikan untuk mencoba menerima/mengirim email serta >> > melakukan panggilan, sehingga dengan segera kubelai layar sentuh si dia >> > sambil mengetikkan email. Kesulitan melandaku dan sebenarnya aku cukup >> mampu >> > mengetik cepat menggunakan layar sentuh, namun si dia ini agak bandel, >> > sehingga kuharus berulang-ulang melakukan koreksi , selain itu respon dan >> > umpan baliknya kurang begitu menyenangkanku. Ketika kumelakukan panggilan >> > dengannya, suara penerima dapat terdengar jelas sekali, namun penerima >> > kadang kurang dapat mendengar apa yang kuteriakkan ke mikrofon si dia yang >> > sexy. Kualihkan penasaranku dengan mencoba A-GPS si dia, dimana beberapa >> > waktu sebelumnya telah kuaktifkan, kulihat sinyal GPS tak didapatkan, >> > sementara itu, ponselku yang GPS nya kuaktifkan bersamaan, memiliki 2 >> batang >> > sinyal GPS. Dengan sedikit murung kucoba membuka penjelajah dan mulai >> > mengarungi beberapa laman yang memiliki konten *flash*. Terputar dengan >> > baik, sehingga hatiku mulai bersemangat kembali dan tiba-tiba mataku >> > berbinar saat menatap kepala si dia, tampaklah notifikasi LED berwarna >> putih >> > atas email dan panggilan yang tadi kulakukan, indah sekali, dankuyakini >> ini >> > ponsel android pertama yang memiliki notifikasi seperti ini, bukan hanya >> > menggunakan lampu LED seperti biasanya. >> >> > Setelah kekecewaanku terobati oleh keindahan kepala si dia, kumohon restu >> > untuk yang terakhir kali untuk membuka pakaian yang membungkusnya. Setelah >> > restu turun, kubuka pakaiannya dan kuintip isinya, ada satu hal yang >> menarik >> > perhatianku. Baterainya berkapasitas 1350 MaH membuatku tidak yakin akan >> > kemampuan si dia, yang notabene akan menguras banyak sekali daya dengan >> > keaktifan datanya, dan kuprediksi, untuk pemakai aktif sepertiku, mungkin >> > sebelum sore hari pasti si dia akan minta makan dan minum lagi. >> Kemungkinan >> > besar jika kupakai si dia sebagai utamaku, aku akan membutuhkan tambahan >> > baterai. >> >> > Setelah puas mengalami Acer Liquid E, kukembalikan si dia kepada SPG, dan >> > aku berpamit hendak pulang ke hotel. Dalam perjalananku pulang, hatiku >> > campur aduk, ingin meminang si dia, namun di balik fitur yang ditawarkan >> > berlimpah, ternyata masih terdapat beberapa kekurangan yang cukup >> signifikan >> > untukku. Aku pun berharap besar semoga Acer akan membagi koda sumber si >> dia >> > sehingga aku tidak hanya akan memakai, namun juga dapat ikut memoles, >> > mendidik, serta membesarkan Liquid E ini bersamaan dengan >> >> ... >> >> read more » > > -- > "Indonesian Android Community [id-android]" > > Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB > Moderator: [email protected] > ID Android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev > ID Android Surabaya: http://groups.google.com/group/id-android-sby > ID Android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729 -- "Indonesian Android Community [id-android]" Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB Moderator: [email protected] ID Android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev ID Android Surabaya: http://groups.google.com/group/id-android-sby ID Android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729
