Inspiratif banget sharingnya... Harus ditularkan nih yang kayak gini *ijin share yah bro
MIUI-NX Ver.1.8.5 On Aug 10, 2011 7:17 PM, "Arianto C Nugroho" <[email protected]> wrote: > Sebuah tulisan yang inspiratif...semoga bermanfaat... > > > ---------------------------------------------------------- > > Pasport - Jawapos 8 Agustus 2011 > > Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa berapa > orang yang sudah memiliki pasport. Tidak mengherankan, ternyata hanya > sekitar 5% yang mengangkat tangan. Ketika ditanya berapa yang sudah pernah > naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah > pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita hanyalah > pelancong lokal. > > Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR > dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan memberi > tugas mengurus pasport. Setiap mahasiswa harus memiliki "surat ijin > memasuki dunia global.". Tanpa pasport manusia akan kesepian, cupet, > terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril. Dua minggu > kemudian, mahasiswa sudah bisa berbangga karena punya pasport. > > Setelah itu mereka bertanya lagi, untuk apa pasport ini? Saya katakan, > pergilah keluar negeri yang tak berbahasa Melayu. Tidak boleh ke Malaysia, > Singapura, Timor Leste atau Brunei Darussalam. Pergilah sejauh yang mampu > dan bisa dijangkau. > "Uang untuk beli tiketnya bagaimana, pak?" > Saya katakan saya tidak tahu. *Dalam hidup ini, setahu saya hanya orang > bodohlah yang selalu memulai pertanyaan hidup, apalagi memulai misi > kehidupan dan tujuannya dari uang. *Dan begitu seorang pemula bertanya > uangnya dari mana, maka ia akan terbelenggu oleh constraint. Dan hampir > pasti jawabannya hanyalah tidak ada uang, tidak bisa, dan tidak mungkin. > > Pertanyaan seperti itu tak hanya ada di kepala mahasiswa, melainkan juga > para dosen steril yang kurang jalan-jalan. Bagi mereka yang tak pernah > melihat dunia, luar negeri terasa jauh, mahal, mewah, menembus batas > kewajaran dan buang-buang uang. Maka tak heran banyak dosen yang takut > sekolah ke luar negeri sehingga memilih kuliah di almamaternya sendiri. > Padahal dunia yang terbuka bisa membukakan sejuta kesempatan untuk maju. > Anda bisa mendapatkan sesuatu yang yang terbayangkan, pengetahuan, > teknologi, kedewasaan, dan wisdom. > > Namun beruntunglah, pertanyaan seperti itu tak pernah ada di kepala para > pelancong, dan diantaranya adalah mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok > backpackers. Mereka adalah pemburu tiket dan penginapan super murah, > menggendong ransel butut dan bersandal jepit, yang kalau kehabisan uang > bekerja di warung sebagai pencuci piring. Perilaku melancong mereka > sebenarnya tak ada bedanya dengan remaja-remaja Minang, Banjar, atau Bugis, > yang merantau ke Pulau Jawa berbekal seadanya.Ini berarti tak banyak orang > yang paham bahwa bepergian keluar negeri sudah tak semenyeramkan, sejauh, > bahkan semewah di masa lalu. > > Seorang mahasiswa asal daerah yang saya dorong pergi jauh, sekarang malah > rajin bepergian. Ia bergabung ke dalam kelompok PKI (Pedagang Kaki Lima > Internasional) yang tugasnya memetakan pameran-pameran besar yang > dikoordinasi pemerintah. Disana mereka membuka lapak, mengambil resiko, > menjajakan aneka barang kerajinan, dan pulangnya mereka jalan-jalan, ikut > kursus, dan membawa dolar. Saat diwisuda, ia menghampiri saya dengan > menunjukkan pasportnya yang tertera stempel imigrasi dari 35 negara. Selain > kaya teori, matanya tajam mengendus peluang dan rasa percaya tinggi. Saat > teman-temannya yang lulus cum-laude masih mencari kerja, ia sudah menjadi > eksekutif di sebuah perusahaan besar di luar negeri. > * > > The Next Convergence* > Dalam bukunya yang berjudul The Next Convergence, penerima hadiah Nobel > ekonomi Michael Spence mengatakan, dunia tengah memasuki Abad Ke tiga dari > Revolusi Industri. dan sejak tahun 1950, rata-rata pendapatan penduduk > dunia telah meningkat dua puluh kali lipat. Maka kendati penduduk miskin > masih banyak, adalah hal yang biasa kalau kita menemukan perempuan > miskin-lulusan SD dari sebuah dusun di Madura bolak-balik Surabaya-Hongkong. > > Tetapi kita juga biasa menemukan mahasiswa yang hanya sibuk demo dan tak > pernah keluar negeri sekalipun. Jangankan ke luar negeri, tahu harga tiket > pesawat saja tidak, apalagi memiliki pasport.Maka bagi saya, penting bagi > para pendidik untuk membawa anak-anak didiknya melihat dunia. Berbekal lima > ratus ribu rupiah, anak-anak SD dari Pontianak dapat diajak menumpang bis > melewati perbatasan Entekong memasuki Kuching. Dalam jarak tempuh sembilan > jam mereka sudah mendapatkan pelajaran PPKN yang sangat penting, yaitu > pupusnya kebangsaan karena kita kurang urus daerah perbatasan. Rumah-rumah > kumuh, jalan berlubang, pedagang kecil yang tak diurus Pemda, dan > infrastruktur yang buruk ada di bagian sini. Sedangkan hal sebaliknya ada > di sisi seberang. Anak-anak yang melihat dunia akan terbuka matanya dan > memakai nuraninya saat memimpin bangsa di masa depan. Di universitas > Indonesia, setiap mahasiswa saya diwajibkan memiliki pasport dan melihat > minimal satu negara. > > Dulu saya sendiri yang menjadi gembala sekaligus guide nya. Kami menembus > Chiangmay dan menyaksikan penduduk miskin di Thailand dan Vietnam bertarung > melawan arus globalisasi. Namun belakangan saya berubah pikiran, kalau > diantar oleh dosennya, kapan memiliki keberanian dan inisiatif? Maka > perjalanan penuh pertanyaan pun mereka jalani. Saat anak-anak Indonesia > ketakutan tak bisa berbahasa Inggris, anak-anak Korea dan Jepang yang huruf > tulisannya jauh lebih rumit dan pronounciation-nya sulit dimengerti > menjelajahi dunia tanpa rasa takut. Uniknya, anak-anak didik saya yang sudah > punya pasport itu 99% akhirnya dapat pergi keluar negeri. Sekali lagi, > jangan tanya darimana uangnya. Mereka memutar otak untuk mendapatkan tiket, > menabung, mencari losmen-losmen murah, menghubungi sponsor dan mengedarkan > kotak sumbangan. Tentu saja, kalau kurang sedikit ya ditomboki dosennya > sendiri. > > Namun harap dimaklumi, anak-anak didik saya yang wajahnya ndeso sekalipun > kini dipasportnya tertera satu dua cap imigrasi luar negeri. Apakah mereka > anak-anak orang kaya yang orangtuanya mampu membelikan mereka tiket? Tentu > tidak. Di UI, sebagian mahasiswa kami adalah anak PNS, bahkan tidak jarang > mereka anak petani dan nelayan. Tetapi mereka tak mau kalah dengan TKW yang > meski tak sepandai mereka, kini sudah pandai berbahasa asing. > Anak-anak yang ditugaskan ke luar negeri secara mandiri ternyata memiliki > daya inovasi dan inisiatif yang tumbuh. Rasa percaya diri mereka bangkit. > Sekembalinya dari luar negeri mereka membawa segudang pengalaman, cerita, > gambar dan foto yang ternyata sangat membentuk visi mereka. > > Saya pikir ada baiknya para guru mulai membiasakan anak didiknya memiliki > pasport. Pasport adalah tiket untuk melihat dunia, dan berawal dari pasport > pulalah seorang santri dari Jawa Timur menjadi pengusaha di luar negeri. Di > Italy saya bertemu Dewi Francesca, perempuan asal Bali yang memiliki kafe > yang indah di Rocca di Papa. Dan karena pasport pulalah, Yohannes Surya > mendapat bea siswa di Amerika Serikat. Ayo, jangan kalah dengan Gayus > Tambunan atau Nazaruddin yang baru punya pasport dari uang negara. > > *Rhenald Kasali > Guru Besar Universitas Indonesia * > > -- > Fasten your seat belt!!! > RUSH OVERSEAS 2011 - Mari bersinergi dalam kebaikan! > > =================================================== > > To register or update database please fill-up the following form : > http://database.gogulfindonesia.com > > > > -- > -- > Best Regards > Arianto C Nugroho > http://id.linkedin.com/in/ariantonugroho > YM-i : arianto.nugroho > skype-id : nugroho.arianto > (+254) 728 002 390 > (+62) 817 9050 530 > > -- > "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id > > =============== > Join ID-ANDROID Developers > http://groups.google.com/group/id-android-dev > --------------------- > Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband > http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet > -------------------- > PING'S Mobile - Plaza Semanggi > E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796 > -------------------- > i-gadget Store - BEC Bandung > E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191 > -------------------- > Toko EceranShop - BEC Bandung > E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 > =============== > > Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21 -- "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id =============== Join ID-ANDROID Developers http://groups.google.com/group/id-android-dev --------------------- Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet -------------------- PING'S Mobile - Plaza Semanggi E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796 -------------------- i-gadget Store - BEC Bandung E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191 -------------------- Toko EceranShop - BEC Bandung E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 =============== Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21
