memang benar pepatah yang bilang "carilah ilmu sampai negeri cina" ...
2011/8/10 Renner Chen <[email protected]> > Topik yang segar bro... sangat menarik.. > > Memang kata "orang dulu" kalau mau sukses jangan selalu tinggal di kota > kita terus, jalan² keluar "rumah" kita, cari pengalaman dan otomatis > character serta visi akan terbentuk. > > Sangat inspiratif, terutama pembahasan mengenai "mana uangnya?" > #fourthumbsup > > --rc > On Aug 10, 2011 6:31 PM, "Andi - leo5354" <[email protected]> wrote: > > Nice story, dan yg paling menohok adalah kalimat terakhirnya itu > > Ha..ha..ha..ha..ha > > > > To work, to sweat & to struggle is the enjoyment & achievement of life > > > > -----Original Message----- > > From: Arianto C Nugroho <[email protected]> > > Sender: [email protected] > > Date: Wed, 10 Aug 2011 14:17:21 > > To: <[email protected]> > > Reply-To: [email protected] > > > Subject: [id-android] OOT banget : Pasport (by : Rhenald Kasali) > > > > Sebuah tulisan yang inspiratif...semoga bermanfaat... > > > > > > ---------------------------------------------------------- > > > > Pasport - Jawapos 8 Agustus 2011 > > > > Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa > berapa > > orang yang sudah memiliki pasport. Tidak mengherankan, ternyata hanya > > sekitar 5% yang mengangkat tangan. Ketika ditanya berapa yang sudah > pernah > > naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah > > pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita > hanyalah > > pelancong lokal. > > > > Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR > > dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan memberi > > tugas mengurus pasport. Setiap mahasiswa harus memiliki "surat ijin > > memasuki dunia global.". Tanpa pasport manusia akan kesepian, cupet, > > terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril. Dua minggu > > kemudian, mahasiswa sudah bisa berbangga karena punya pasport. > > > > Setelah itu mereka bertanya lagi, untuk apa pasport ini? Saya katakan, > > pergilah keluar negeri yang tak berbahasa Melayu. Tidak boleh ke > Malaysia, > > Singapura, Timor Leste atau Brunei Darussalam. Pergilah sejauh yang mampu > > dan bisa dijangkau. > > "Uang untuk beli tiketnya bagaimana, pak?" > > Saya katakan saya tidak tahu. *Dalam hidup ini, setahu saya hanya orang > > bodohlah yang selalu memulai pertanyaan hidup, apalagi memulai misi > > kehidupan dan tujuannya dari uang. *Dan begitu seorang pemula bertanya > > uangnya dari mana, maka ia akan terbelenggu oleh constraint. Dan hampir > > pasti jawabannya hanyalah tidak ada uang, tidak bisa, dan tidak mungkin. > > > > Pertanyaan seperti itu tak hanya ada di kepala mahasiswa, melainkan juga > > para dosen steril yang kurang jalan-jalan. Bagi mereka yang tak pernah > > melihat dunia, luar negeri terasa jauh, mahal, mewah, menembus batas > > kewajaran dan buang-buang uang. Maka tak heran banyak dosen yang takut > > sekolah ke luar negeri sehingga memilih kuliah di almamaternya sendiri. > > Padahal dunia yang terbuka bisa membukakan sejuta kesempatan untuk maju. > > Anda bisa mendapatkan sesuatu yang yang terbayangkan, pengetahuan, > > teknologi, kedewasaan, dan wisdom. > > > > Namun beruntunglah, pertanyaan seperti itu tak pernah ada di kepala para > > pelancong, dan diantaranya adalah mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok > > backpackers. Mereka adalah pemburu tiket dan penginapan super murah, > > menggendong ransel butut dan bersandal jepit, yang kalau kehabisan uang > > bekerja di warung sebagai pencuci piring. Perilaku melancong mereka > > sebenarnya tak ada bedanya dengan remaja-remaja Minang, Banjar, atau > Bugis, > > yang merantau ke Pulau Jawa berbekal seadanya.Ini berarti tak banyak > orang > > yang paham bahwa bepergian keluar negeri sudah tak semenyeramkan, sejauh, > > bahkan semewah di masa lalu. > > > > Seorang mahasiswa asal daerah yang saya dorong pergi jauh, sekarang malah > > rajin bepergian. Ia bergabung ke dalam kelompok PKI (Pedagang Kaki Lima > > Internasional) yang tugasnya memetakan pameran-pameran besar yang > > dikoordinasi pemerintah. Disana mereka membuka lapak, mengambil resiko, > > menjajakan aneka barang kerajinan, dan pulangnya mereka jalan-jalan, ikut > > kursus, dan membawa dolar. Saat diwisuda, ia menghampiri saya dengan > > menunjukkan pasportnya yang tertera stempel imigrasi dari 35 negara. > Selain > > kaya teori, matanya tajam mengendus peluang dan rasa percaya tinggi. Saat > > teman-temannya yang lulus cum-laude masih mencari kerja, ia sudah menjadi > > eksekutif di sebuah perusahaan besar di luar negeri. > > * > > > > The Next Convergence* > > Dalam bukunya yang berjudul The Next Convergence, penerima hadiah Nobel > > ekonomi Michael Spence mengatakan, dunia tengah memasuki Abad Ke tiga > dari > > Revolusi Industri. dan sejak tahun 1950, rata-rata pendapatan penduduk > > dunia telah meningkat dua puluh kali lipat. Maka kendati penduduk miskin > > masih banyak, adalah hal yang biasa kalau kita menemukan perempuan > > miskin-lulusan SD dari sebuah dusun di Madura bolak-balik > Surabaya-Hongkong. > > > > Tetapi kita juga biasa menemukan mahasiswa yang hanya sibuk demo dan tak > > pernah keluar negeri sekalipun. Jangankan ke luar negeri, tahu harga > tiket > > pesawat saja tidak, apalagi memiliki pasport.Maka bagi saya, penting bagi > > para pendidik untuk membawa anak-anak didiknya melihat dunia. Berbekal > lima > > ratus ribu rupiah, anak-anak SD dari Pontianak dapat diajak menumpang bis > > melewati perbatasan Entekong memasuki Kuching. Dalam jarak tempuh > sembilan > > jam mereka sudah mendapatkan pelajaran PPKN yang sangat penting, yaitu > > pupusnya kebangsaan karena kita kurang urus daerah perbatasan. > Rumah-rumah > > kumuh, jalan berlubang, pedagang kecil yang tak diurus Pemda, dan > > infrastruktur yang buruk ada di bagian sini. Sedangkan hal sebaliknya ada > > di sisi seberang. Anak-anak yang melihat dunia akan terbuka matanya dan > > memakai nuraninya saat memimpin bangsa di masa depan. Di universitas > > Indonesia, setiap mahasiswa saya diwajibkan memiliki pasport dan melihat > > minimal satu negara. > > > > Dulu saya sendiri yang menjadi gembala sekaligus guide nya. Kami menembus > > Chiangmay dan menyaksikan penduduk miskin di Thailand dan Vietnam > bertarung > > melawan arus globalisasi. Namun belakangan saya berubah pikiran, kalau > > diantar oleh dosennya, kapan memiliki keberanian dan inisiatif? Maka > > perjalanan penuh pertanyaan pun mereka jalani. Saat anak-anak Indonesia > > ketakutan tak bisa berbahasa Inggris, anak-anak Korea dan Jepang yang > huruf > > tulisannya jauh lebih rumit dan pronounciation-nya sulit dimengerti > > menjelajahi dunia tanpa rasa takut. Uniknya, anak-anak didik saya yang > sudah > > punya pasport itu 99% akhirnya dapat pergi keluar negeri. Sekali lagi, > > jangan tanya darimana uangnya. Mereka memutar otak untuk mendapatkan > tiket, > > menabung, mencari losmen-losmen murah, menghubungi sponsor dan > mengedarkan > > kotak sumbangan. Tentu saja, kalau kurang sedikit ya ditomboki dosennya > > sendiri. > > > > Namun harap dimaklumi, anak-anak didik saya yang wajahnya ndeso sekalipun > > kini dipasportnya tertera satu dua cap imigrasi luar negeri. Apakah > mereka > > anak-anak orang kaya yang orangtuanya mampu membelikan mereka tiket? > Tentu > > tidak. Di UI, sebagian mahasiswa kami adalah anak PNS, bahkan tidak > jarang > > mereka anak petani dan nelayan. Tetapi mereka tak mau kalah dengan TKW > yang > > meski tak sepandai mereka, kini sudah pandai berbahasa asing. > > Anak-anak yang ditugaskan ke luar negeri secara mandiri ternyata memiliki > > daya inovasi dan inisiatif yang tumbuh. Rasa percaya diri mereka bangkit. > > Sekembalinya dari luar negeri mereka membawa segudang pengalaman, cerita, > > gambar dan foto yang ternyata sangat membentuk visi mereka. > > > > Saya pikir ada baiknya para guru mulai membiasakan anak didiknya memiliki > > pasport. Pasport adalah tiket untuk melihat dunia, dan berawal dari > pasport > > pulalah seorang santri dari Jawa Timur menjadi pengusaha di luar negeri. > Di > > Italy saya bertemu Dewi Francesca, perempuan asal Bali yang memiliki kafe > > yang indah di Rocca di Papa. Dan karena pasport pulalah, Yohannes Surya > > mendapat bea siswa di Amerika Serikat. Ayo, jangan kalah dengan Gayus > > Tambunan atau Nazaruddin yang baru punya pasport dari uang negara. > > > > *Rhenald Kasali > > Guru Besar Universitas Indonesia * > > > > -- > > Fasten your seat belt!!! > > RUSH OVERSEAS 2011 - Mari bersinergi dalam kebaikan! > > > > =================================================== > > > > To register or update database please fill-up the following form : > > http://database.gogulfindonesia.com > > > > > > > > -- > > -- > > Best Regards > > Arianto C Nugroho > > http://id.linkedin.com/in/ariantonugroho > > YM-i : arianto.nugroho > > skype-id : nugroho.arianto > > (+254) 728 002 390 > > (+62) 817 9050 530 > > > > -- > > "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id > > > > =============== > > Join ID-ANDROID Developers > > http://groups.google.com/group/id-android-dev > > --------------------- > > Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband > > http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet > > -------------------- > > PING'S Mobile - Plaza Semanggi > > E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796 > > -------------------- > > i-gadget Store - BEC Bandung > > E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191 > > -------------------- > > Toko EceranShop - BEC Bandung > > E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 > > =============== > > > > Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21 > > > > -- > > "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id > > > > =============== > > Join ID-ANDROID Developers > > http://groups.google.com/group/id-android-dev > > --------------------- > > Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband > > http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet > > -------------------- > > PING'S Mobile - Plaza Semanggi > > E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796 > > -------------------- > > i-gadget Store - BEC Bandung > > E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191 > > -------------------- > > Toko EceranShop - BEC Bandung > > E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 > > =============== > > > > Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21 > > -- > "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id > > =============== > Join ID-ANDROID Developers > http://groups.google.com/group/id-android-dev > --------------------- > Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband > http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet > -------------------- > PING'S Mobile - Plaza Semanggi > E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796 > -------------------- > i-gadget Store - BEC Bandung > E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191 > -------------------- > Toko EceranShop - BEC Bandung > E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 > =============== > > Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21 > -- -- Best Regards Arianto C Nugroho http://id.linkedin.com/in/ariantonugroho YM-i : arianto.nugroho skype-id : nugroho.arianto (+254) 728 002 390 (+62) 817 9050 530 -- "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id =============== Join ID-ANDROID Developers http://groups.google.com/group/id-android-dev --------------------- Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet -------------------- PING'S Mobile - Plaza Semanggi E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796 -------------------- i-gadget Store - BEC Bandung E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191 -------------------- Toko EceranShop - BEC Bandung E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 =============== Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21
