wah mantaf , selama ini cuma beraninya ane dalam negeri aja backpacker :D itu juga masuk kota besar aja , bisa jadi renungan buat ane berani ga keluar negri hihihi , thanks om , makin nambah wawasan ane nih , jadi backpacker memang ga mesti punya uang berapa tapi keberanian untuk berpetualang.
On 8/10/11, Arianto C Nugroho <[email protected]> wrote: > silahkan .. saya juga ambil dari millist lain kok :) > > 2011/8/10 Rivelino Satya Nugraha <[email protected]> > >> Inspiratif banget sharingnya... >> Harus ditularkan nih yang kayak gini >> *ijin share yah bro >> >> MIUI-NX Ver.1.8.5 >> On Aug 10, 2011 7:17 PM, "Arianto C Nugroho" <[email protected]> >> wrote: >> > Sebuah tulisan yang inspiratif...semoga bermanfaat... >> > >> > >> > ---------------------------------------------------------- >> > >> > Pasport - Jawapos 8 Agustus 2011 >> > >> > Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa >> berapa >> > orang yang sudah memiliki pasport. Tidak mengherankan, ternyata hanya >> > sekitar 5% yang mengangkat tangan. Ketika ditanya berapa yang sudah >> pernah >> > naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah >> > pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita >> hanyalah >> > pelancong lokal. >> > >> > Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa >> > PR >> > dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan memberi >> > tugas mengurus pasport. Setiap mahasiswa harus memiliki "surat ijin >> > memasuki dunia global.". Tanpa pasport manusia akan kesepian, cupet, >> > terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril. Dua minggu >> > kemudian, mahasiswa sudah bisa berbangga karena punya pasport. >> > >> > Setelah itu mereka bertanya lagi, untuk apa pasport ini? Saya katakan, >> > pergilah keluar negeri yang tak berbahasa Melayu. Tidak boleh ke >> Malaysia, >> > Singapura, Timor Leste atau Brunei Darussalam. Pergilah sejauh yang >> > mampu >> > dan bisa dijangkau. >> > "Uang untuk beli tiketnya bagaimana, pak?" >> > Saya katakan saya tidak tahu. *Dalam hidup ini, setahu saya hanya orang >> > bodohlah yang selalu memulai pertanyaan hidup, apalagi memulai misi >> > kehidupan dan tujuannya dari uang. *Dan begitu seorang pemula bertanya >> > uangnya dari mana, maka ia akan terbelenggu oleh constraint. Dan hampir >> > pasti jawabannya hanyalah tidak ada uang, tidak bisa, dan tidak mungkin. >> > >> > Pertanyaan seperti itu tak hanya ada di kepala mahasiswa, melainkan juga >> > para dosen steril yang kurang jalan-jalan. Bagi mereka yang tak pernah >> > melihat dunia, luar negeri terasa jauh, mahal, mewah, menembus batas >> > kewajaran dan buang-buang uang. Maka tak heran banyak dosen yang takut >> > sekolah ke luar negeri sehingga memilih kuliah di almamaternya sendiri. >> > Padahal dunia yang terbuka bisa membukakan sejuta kesempatan untuk maju. >> > Anda bisa mendapatkan sesuatu yang yang terbayangkan, pengetahuan, >> > teknologi, kedewasaan, dan wisdom. >> > >> > Namun beruntunglah, pertanyaan seperti itu tak pernah ada di kepala para >> > pelancong, dan diantaranya adalah mahasiswa yang dikenal sebagai >> > kelompok >> > backpackers. Mereka adalah pemburu tiket dan penginapan super murah, >> > menggendong ransel butut dan bersandal jepit, yang kalau kehabisan uang >> > bekerja di warung sebagai pencuci piring. Perilaku melancong mereka >> > sebenarnya tak ada bedanya dengan remaja-remaja Minang, Banjar, atau >> Bugis, >> > yang merantau ke Pulau Jawa berbekal seadanya.Ini berarti tak banyak >> orang >> > yang paham bahwa bepergian keluar negeri sudah tak semenyeramkan, >> > sejauh, >> > bahkan semewah di masa lalu. >> > >> > Seorang mahasiswa asal daerah yang saya dorong pergi jauh, sekarang >> > malah >> > rajin bepergian. Ia bergabung ke dalam kelompok PKI (Pedagang Kaki Lima >> > Internasional) yang tugasnya memetakan pameran-pameran besar yang >> > dikoordinasi pemerintah. Disana mereka membuka lapak, mengambil resiko, >> > menjajakan aneka barang kerajinan, dan pulangnya mereka jalan-jalan, >> > ikut >> > kursus, dan membawa dolar. Saat diwisuda, ia menghampiri saya dengan >> > menunjukkan pasportnya yang tertera stempel imigrasi dari 35 negara. >> Selain >> > kaya teori, matanya tajam mengendus peluang dan rasa percaya tinggi. >> > Saat >> > teman-temannya yang lulus cum-laude masih mencari kerja, ia sudah >> > menjadi >> > eksekutif di sebuah perusahaan besar di luar negeri. >> > * >> > >> > The Next Convergence* >> > Dalam bukunya yang berjudul The Next Convergence, penerima hadiah Nobel >> > ekonomi Michael Spence mengatakan, dunia tengah memasuki Abad Ke tiga >> dari >> > Revolusi Industri. dan sejak tahun 1950, rata-rata pendapatan penduduk >> > dunia telah meningkat dua puluh kali lipat. Maka kendati penduduk miskin >> > masih banyak, adalah hal yang biasa kalau kita menemukan perempuan >> > miskin-lulusan SD dari sebuah dusun di Madura bolak-balik >> Surabaya-Hongkong. >> > >> > Tetapi kita juga biasa menemukan mahasiswa yang hanya sibuk demo dan tak >> > pernah keluar negeri sekalipun. Jangankan ke luar negeri, tahu harga >> tiket >> > pesawat saja tidak, apalagi memiliki pasport.Maka bagi saya, penting >> > bagi >> > para pendidik untuk membawa anak-anak didiknya melihat dunia. Berbekal >> lima >> > ratus ribu rupiah, anak-anak SD dari Pontianak dapat diajak menumpang >> > bis >> > melewati perbatasan Entekong memasuki Kuching. Dalam jarak tempuh >> sembilan >> > jam mereka sudah mendapatkan pelajaran PPKN yang sangat penting, yaitu >> > pupusnya kebangsaan karena kita kurang urus daerah perbatasan. >> Rumah-rumah >> > kumuh, jalan berlubang, pedagang kecil yang tak diurus Pemda, dan >> > infrastruktur yang buruk ada di bagian sini. Sedangkan hal sebaliknya >> > ada >> > di sisi seberang. Anak-anak yang melihat dunia akan terbuka matanya dan >> > memakai nuraninya saat memimpin bangsa di masa depan. Di universitas >> > Indonesia, setiap mahasiswa saya diwajibkan memiliki pasport dan melihat >> > minimal satu negara. >> > >> > Dulu saya sendiri yang menjadi gembala sekaligus guide nya. Kami >> > menembus >> > Chiangmay dan menyaksikan penduduk miskin di Thailand dan Vietnam >> bertarung >> > melawan arus globalisasi. Namun belakangan saya berubah pikiran, kalau >> > diantar oleh dosennya, kapan memiliki keberanian dan inisiatif? Maka >> > perjalanan penuh pertanyaan pun mereka jalani. Saat anak-anak Indonesia >> > ketakutan tak bisa berbahasa Inggris, anak-anak Korea dan Jepang yang >> huruf >> > tulisannya jauh lebih rumit dan pronounciation-nya sulit dimengerti >> > menjelajahi dunia tanpa rasa takut. Uniknya, anak-anak didik saya yang >> sudah >> > punya pasport itu 99% akhirnya dapat pergi keluar negeri. Sekali lagi, >> > jangan tanya darimana uangnya. Mereka memutar otak untuk mendapatkan >> tiket, >> > menabung, mencari losmen-losmen murah, menghubungi sponsor dan >> mengedarkan >> > kotak sumbangan. Tentu saja, kalau kurang sedikit ya ditomboki dosennya >> > sendiri. >> > >> > Namun harap dimaklumi, anak-anak didik saya yang wajahnya ndeso >> > sekalipun >> > kini dipasportnya tertera satu dua cap imigrasi luar negeri. Apakah >> mereka >> > anak-anak orang kaya yang orangtuanya mampu membelikan mereka tiket? >> Tentu >> > tidak. Di UI, sebagian mahasiswa kami adalah anak PNS, bahkan tidak >> jarang >> > mereka anak petani dan nelayan. Tetapi mereka tak mau kalah dengan TKW >> yang >> > meski tak sepandai mereka, kini sudah pandai berbahasa asing. >> > Anak-anak yang ditugaskan ke luar negeri secara mandiri ternyata >> > memiliki >> > daya inovasi dan inisiatif yang tumbuh. Rasa percaya diri mereka >> > bangkit. >> > Sekembalinya dari luar negeri mereka membawa segudang pengalaman, >> > cerita, >> > gambar dan foto yang ternyata sangat membentuk visi mereka. >> > >> > Saya pikir ada baiknya para guru mulai membiasakan anak didiknya >> > memiliki >> > pasport. Pasport adalah tiket untuk melihat dunia, dan berawal dari >> pasport >> > pulalah seorang santri dari Jawa Timur menjadi pengusaha di luar negeri. >> Di >> > Italy saya bertemu Dewi Francesca, perempuan asal Bali yang memiliki >> > kafe >> > yang indah di Rocca di Papa. Dan karena pasport pulalah, Yohannes Surya >> > mendapat bea siswa di Amerika Serikat. Ayo, jangan kalah dengan Gayus >> > Tambunan atau Nazaruddin yang baru punya pasport dari uang negara. >> > >> > *Rhenald Kasali >> > Guru Besar Universitas Indonesia * >> > >> > -- >> > Fasten your seat belt!!! >> > RUSH OVERSEAS 2011 - Mari bersinergi dalam kebaikan! >> > >> > =================================================== >> > >> > To register or update database please fill-up the following form : >> > http://database.gogulfindonesia.com >> > >> > >> > >> > -- >> > -- >> > Best Regards >> > Arianto C Nugroho >> > http://id.linkedin.com/in/ariantonugroho >> > YM-i : arianto.nugroho >> > skype-id : nugroho.arianto >> > (+254) 728 002 390 >> > (+62) 817 9050 530 >> > >> > -- >> > "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id >> > >> > =============== >> > Join ID-ANDROID Developers >> > http://groups.google.com/group/id-android-dev >> > --------------------- >> > Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband >> > http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet >> > -------------------- >> > PING'S Mobile - Plaza Semanggi >> > E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796 >> > -------------------- >> > i-gadget Store - BEC Bandung >> > E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191 >> > -------------------- >> > Toko EceranShop - BEC Bandung >> > E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 >> > =============== >> > >> > Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21 >> >> -- >> "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id >> >> =============== >> Join ID-ANDROID Developers >> http://groups.google.com/group/id-android-dev >> --------------------- >> Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband >> http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet >> -------------------- >> PING'S Mobile - Plaza Semanggi >> E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796 >> -------------------- >> i-gadget Store - BEC Bandung >> E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191 >> -------------------- >> Toko EceranShop - BEC Bandung >> E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 >> =============== >> >> Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21 >> > > > > -- > -- > Best Regards > Arianto C Nugroho > http://id.linkedin.com/in/ariantonugroho > YM-i : arianto.nugroho > skype-id : nugroho.arianto > (+254) 728 002 390 > (+62) 817 9050 530 > > -- > "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id > > =============== > Join ID-ANDROID Developers > http://groups.google.com/group/id-android-dev > --------------------- > Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband > http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet > -------------------- > PING'S Mobile - Plaza Semanggi > E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796 > -------------------- > i-gadget Store - BEC Bandung > E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191 > -------------------- > Toko EceranShop - BEC Bandung > E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 > =============== > > Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21 > -- with Nexus S Pearl White -- "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id =============== Join ID-ANDROID Developers http://groups.google.com/group/id-android-dev --------------------- Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet -------------------- PING'S Mobile - Plaza Semanggi E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796 -------------------- i-gadget Store - BEC Bandung E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191 -------------------- Toko EceranShop - BEC Bandung E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 =============== Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21
