http://m.kompasiana.com/post/sosbud/2011/10/30/dukung-komodo-lewat-website-bukan-sms/
silahkan dibaca :) On Oct 31, 2011 7:45 AM, "yopie suryadi" <[email protected]> wrote: > ** > Akhirnya otaknya pada kepake juga... > > @gopegonews > www.gopego.com > ------------------------------ > *From: * Amer <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Mon, 31 Oct 2011 07:39:31 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [id-android] OOT - Dukung Komodo > > Pernyataan resmi Pemerintah : > http://www.budpar.go.id/page.php?ic=512&id=6828 > > Promosi TNK Kemenbupar > > Pemerintah Indonesia secara resmi menarik Taman Nasional Komodo (TNK) > sebagai finalis dalam ajang pemilihan tujuh keajaiban alam-baru atau New > Seven Wonder of Nature (N7WN) yang semula akan dideklarasikanpada 11 > November 2011. > > Menbudpar Ir. Jero Wacik, SE Secara resmi mengumumkan keputusan itu dalama > cara jumpa pers di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona kantor > Kementerian Budpar Jakarta, Senin (15/8). Hadir dalam acara tersebut antara > lain Dirjen Pemasaran Pariwisata Kembudpar Dr. Sapta Nirwandar, Dirjen > Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kemenhut Ir. Darori, MM, kuasa hukum > Kembudpar Todung Mulya Lubis, pakar pemasaran Hermawan Kartajaya, pencetus > MURI Jaya Suprana, penggiat komodo Zeby Febriana, perwakilan kementerian > terkait serta wakil dari pemerintah Maldives Mr. Simon Hawkins yang > terlebih dulu telahmenyatakan secara resmi mengundurkan diri dari kampanye > tersebut pada bulan Mei 2011. > > Keputusan tersebut dilakukan dikarenakan pihak penyelenggara kampanye New > 7 Wonders Foundation telah melakukan tindakan tidakprofesional, tidak > konsisten dan tidak transparan, serta tidak memiliki kredibilitas yang > dapat dipertanggungjawabkan. Menurut MenbudparJero Wacik, meskipun TNK > mengundurkan diri dari kampanye pemilihan tujuh keajaiban alam-baru (N7WN) > versi yayasan New 7 Wonders, namun TNK sejak tahun 1991 sudah mendapatkan > status World Heritage yang keberadaannya telahdiakui oleh masyarakat dunia > melalui lembaga resmi yang kredibel yaitu UNESCO. > > Seperti diketahui, awalnya pada bulan Agustus tahun 2008 Kembudpar > bersedia menjadi Official Supporting Committee (OSC)/Lead Agency agar TNK > dapat terpilih sebagai salah satu dari 7 keajaiban alam-baru (N7WN) yang > pemilihannya dilakukan melalui online voting, Kembudpar telah melakukan > serangkaiankegiatan kampanye online dan offline baik di dalam maupun di > luarnegeri untuk mempromosikan dan mendukung TNK dan telah membuahkan hasil > pada tanggal 21 Juli 2009 saat TNK terpilih sebagai salah satu dari 28 > Finalis kampanye N7WN setelah menyisihkan kurang lebih 440 nominasi dari > 220 negara. > > Yayasan N7W pada awal Desember 2010 menyatakan menyetujui Indonesia > (Jakarta) sebagai Tuan Rumah Penyelenggaraan (Official Host) Deklarasi 7 > Keajaiban Dunia Alam (New7Wonders of Nature) dan mensyaratkan Pemerintah > Indonesia untuk membayar license feese bagai tuan rumah penyelenggaraan > deklarasi sebesar 10 Juta USD serta menyiapkan 35 juta USD dari berbagai > pihak swasta untuk biaya penyelenggaraan acara deklarasi, padahal Kembudpar > baru hanya menyatakan minat untuk menjadi tuan rumah namun sama sekali > belum menandatangani persetujuan apapun maupun mendaftarkan proposal > bidding resmi seperti yang diharuskan oleh yayasan N7W pada dokumen > New7Wonders Official Host Worldwide Bidding Tender. > > Permintaan itu kemudian ditolak oleh Kembudpar,karena dinilai tidak > realistis, namun sebagai reaksi penolakan itu, yayasan N7W pada akhir > Desember 2010 mengancam akan mengeliminasi TNK sebagai finalis N7W padahal > kedua hal tersebut sangat tidak berhubungan dikarenakan keberadaan TNK > sebagai finalis kampanye N7WN dan penawaran dari yayasan N7W untuk > menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan merupakan 2 (dua) > hal yang berbeda dan seharusnya tidak memiliki keterkaitan sama sekali. > > Tanggal 7 Februari 2011 pihak N7WF melalui press release memutuskan untuk > tetap mempertahankan TNK sebagai finalis namun melakukan tindakan > menghapuskan peran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sebagai Official > Supporting Commitee. Keputusan untuk menidadakan peran Kementerian > Kebudayaan dan Pariwisata, dianggap sepihak dan tidak adil karena tidak > didasari dengan alasan yang jelas, selain itu pihak N7W tidak mencabut > maupun membatalkan perjanjian Standard Participating Agreement yang > merupakan satu-satunya dokumen resmi (legal-binding document) yang telah > ditandatangani bersama pada awal kampanye yang menyatakan Kementerian > Kebudayaan dan PariwisataadalahOfficial Supporting Committeedari TNK pada > kampanye N7WN. > > Sementara itu berdasarkan fact finding terhadap kegiatan dan keberadaan > yayasan N7W, akhirnya ditemukenali fakta-fakta sebagaiberikut: > > - Yayasan N7W sangat berorientasi komersil, walaupun mereka menyatakan > diri sebagai yayasan non-profit. > > - Pelaksanaan kampanye N7WN sangat tidak konsisten dan transparan, > khususnya dalam segiketerbukaan informasi jumlah vote (suara) yang > didapatkan oleh masing-masingfinalis; > > - Sebagai sebuah organisasi internasional adalah sangat ganjil ketika > ditemukan fakta bahwa yayasan N7W tidak memiliki domisili/kantor yang jelas > dan dikelola oleh hanya segelintir orang (kemungkinan hanya merupakan > virtual office),namun hendak berurusan dengan transaksi jutaan dollar. > > Berdasarkan semua fakta tersebut, Kembudpar yang telah berperan > sebagaiLead Agency untuk TNK pada kampanye N7WN,berketetapan tidak > melanjutkan kampanye bersama dengan Yayasan N7W. > > Masyarakat dunia tetap akan mengakui Komodo Dragon sebagai the one and > only real dragon in the world dan fakta ini tidak akan dapat tergantikan. > Untuk ini Kembudpar tetap berkomitmen dengan berbagai pihak untuk > mengembangkan dan mempromosikan TNK sebagai kawasan konservasi dandestinasi > pariwisata internasional di Indonesia.Melalui branding Komodo the Real > Wonder of the World, kita akan promosikan TNK ke seluruh dunia, kata > Menbudpar Jero Wacik. > > Dirjen Pemasaran Pariwisata Sapta Nirwandar menyatakan, TNK selama tiga > tahun telah gencar dipromosikan kemancanegara, TNK telah dikenal masyarakat > duni adan kunjungan wisman ke sana meningkat pesat kata Sapta Nirwandar, > seraya menyebutkan pada 2007 jumlah wisman yang berkunjung baru sebanyak 16 > ribu wisman, namun tahun 2008 dan 2009 meningkat menjadi 21 ribudan 36 ribu > wisman, sedang kanpada 2010 melonjak menjadi 45 ribu wisman. (Pusinpub) > > -- > [Phone] HTC Desire S > [ROM] MIUI 1.10.21 > [Kernel] Cyanogenmod 2.6.35.14 > [Recovery] 4EXTRecovery v2.1.0 > On Oct 31, 2011 4:39 AM, "Yulian Firdaus" <[email protected]> wrote: > >> Baca ini deh.... >> >> http://priyadi.net/archives/2011/10/30/faq-tentang-new7wonders/ >> >> Berikut adalah FAQ yang saya buat karena saya mendapatkan banyak >> pertanyaan dan kecaman akibat tulisan-tulisan saya tentang penipuan >> New7Wonders. Halaman ini akan terus diperbaharui jika ada masukan-masukan >> yang saya terima. >> >> *FAQ 1*: Kenapa sih repot-repot ngurusin masalah New7Wonders? >> >> Karena New7Wonders merupakan *vanity scam*, yang memanfaatkan ego kita >> semua untuk meraup keuntungan. Ini tak jauh berbeda dengan penipuan *Who’s >> Who* <http://en.wikipedia.org/wiki/Who%27s_Who_scam> atau *diploma >> mill<http://en.wikipedia.org/wiki/Diploma_mill> >> * dimana korban menyerahkan sejumlah uang untuk atribut tertentu, >> misalnya gelar akademis atau *person of the year*, walaupun sebenarnya >> institusi tersebut tidak memiliki kredibilitas atau akreditasi untuk >> memberi gelar tersebut. Praktis tak ada orang lain yang menganggap gelar >> atau atribut tersebut sebagai sesuatu yang penting. >> >> New7Wonders pun demikian, mereka hanyalah sebuah perusahaan kecil asal >> Swiss, bukan organisasi Internasional ataupun lembaga bentukan kerjasama >> multilateral antara negara-negara. >> >> Perbedaannya, New7Wonders menambahkan bumbu berupa kompetisi dengan >> kontestan lain, tujuannya untuk menyentuh rasa nasionalisme kita semua. >> Selain itu, New7Wonders merupakan *vanity scam* dengan skala >> internasional yang korbannya bukan lagi perorangan, tetapi negara-negara >> yang berdaulat. >> >> Pada kontes tahun 2007, situs web New7Wonders memuat taut dan logo >> UNESCO. Khawatir akan dampak dari pencatutan nama ini, UNESCO kemudian >> mengklarifikasi bahwa mereka tidak memiliki sangkut >> paut<http://whc.unesco.org/en/news/352>dengan New7Wonders. >> >> *FAQ 2*: Ah, ini kan gak beda dengan misalnya Indonesian Idol atau acara >> lainnya. >> >> Tentu saja ada persamaan antara New7Wonders dan Indonesian Idol, misalnya >> keduanya sama-sama menggunakan media SMS untuk memilih. Dan tentunya ada >> keberatan-keberatan yang bisa dialamatkan kepada keduanya. Sebagai contoh, >> keduanya menggunakan kriteria populer untuk menentukan pemenang, bukan >> kriteria objektif. Sanjaya >> Malakar<http://en.wikipedia.org/wiki/Sanjaya_Malakar>secara kontroversial >> bisa melaju ke babak ke-7 American Idol dengan >> kemampuan yang pas-pasan. Patung Kristus >> Penebus<http://en.wikipedia.org/wiki/Christ_the_Redeemer_%28statue%29>Rio de >> Janeiro bisa mendapatkan gelar ‘keajaiban dunia’, walaupun secara >> objektif, monumen-monumen lain seperti misalnya Candi >> Prambanan<http://en.wikipedia.org/wiki/Prambanan>, >> Menara Eiffel <http://en.wikipedia.org/wiki/Eiffel_Tower> atau Patung >> Liberty <http://en.wikipedia.org/wiki/Statue_of_Liberty> lebih berhak >> mendapatkan gelar tersebut. >> >> Akan tetapi tentu saja ada perbedaan antara Indonesian Idol dan >> New7Wonders. Secara singkat: New7Wonders adalah Indonesian Idol yang >> pemenangnya ditentukan dari jumlah uang yang disetorkan kontestan kepada >> panitia. Kualitas objektif sama sekali tidak penting, yang penting jumlah >> uangnya. Kontestan tidak tahu berapa uang yang diberikan kontestan lainnya >> kepada panitia. Dan jika kontestan kalah, uang yang telah disetorkan tidak >> dikembalikan. >> >> *Stakeholder* Indonesian Idol adalah peserta itu sendiri. Pada >> New7Wonders, walaupun peserta adalah Taman Nasional Komodo, *stakeholder*-nya >> adalah kita semua sebagai rakyat Indonesia. >> >> Indonesian Idol mendapatkan pemasukan dari pihak ketiga yang mendapatkan >> hiburan dari acara tersebut. Panitia kemudian menyerahkan sebagian dari >> pemasukan tersebut kepada kontestan, dalam bentuk gaji, pelatihan, >> akomodasi, atau lainnya. Semua kontestan mendapatkan keuntungan, termasuk >> kontestan yang kalah di babak awal sekalipun. >> >> New7Wonders mendapatkan penghasilan dari setoran kontestan itu sendiri >> yang berasal dari platform pemilihan berbayar. New7Wonders praktis tidak >> mengeluarkan biaya apapun untuk kontestan. Bahkan biaya pemasaran >> ditanggung oleh masing-masing kontestan. Biaya yang dikeluarkan kontestan >> yang kalah melalui platform *voting* berbayar tak dapat dikembalikan. >> Bagi seluruh kontestan, kontes New7Wonders merupakan *negative-sum >> game*<http://en.wikipedia.org/wiki/Negative-sum_game> >> . >> >> *FAQ 3*: Ah, masa sih penipuan? Saya cuma keluar Rp 1 untuk memilih kok, >> atau bahkan gak keluar duit sama sekali. >> >> Pemilih memang hanya mengeluarkan Rp 1, atau bahkan tidak mengeluarkan >> uang sepeserpun. Tetapi ongkos yang sesungguhnya lebih besar daripada itu. >> >> Pertama, ada sponsor yang >> menyubsidi<http://www.fajar.co.id/read-20111011214405-jk-gratiskan-sms-komodo>sehingga >> biaya yang harus dikeluarkan pemilih menjadi serendah itu. Karena >> panitia lokal harus membayar lisensi ke New7Wonders, dan mereka tentunya >> tidak akan menerima mata uang Rupiah, maka akan ada devisa kita yang >> terbuang. Maka, nilai sesungguhnya yang harus dibayar pemilih melalui SMS >> jauh lebih tinggi daripada Rp 1 atau Rp 0. >> >> Kedua, akibat kontes ini, akan ada pihak yang mendapatkan basis data >> nomor ponsel dari puluhan juta rakyat Indonesia. Ini adalah informasi yang >> sangat berharga, mungkin jauh lebih berharga daripada bayaran lisensi >> kepada New7Wonders. >> >> Ketiga, sang dalang dari skema ini tetap mendapatkan keuntungan jika kita >> ikut memilih, terutama melalui media seperti SMS premium. >> >> Namun ada baiknya jika kita melihat lebih jauh daripada sekadar nilai >> uang yang hilang akibat skema ini: kontes New7Wonders ini menghina >> intelegensia kita semua. Karena pada praktiknya, ini hanyalah kontes ‘adu >> jumlah setoran’. >> >> *FAQ 4*: Dasar orang Indonesia, gini aja diributin! Bukannya ngedukung, >> malah ngejatuhin! >> >> Sikap saya dan kawan-kawan merupakan bentuk kepedulian kepada Indonesia, >> bukan sebaliknya. Kami tidak menyukai nasionalisme kawan-kawan >> dieksploitasi untuk kepentingan mereka. >> >> Dan bukan hanya Indonesia, di negara-negara lain ada banyak rakyat mereka >> yang terusik dan melakukan edukasi seperti yang saya lakukan selama ini. >> >> Kawan-kawan kita dari Korea yang merasa terusik dengan kampanye Jeju >> membuat situs web >> Justice4Jeju7<https://sites.google.com/site/justice4jeju7/>. >> Mereka juga membuat situs >> No7Wonders<https://sites.google.com/site/no7wonders/>yang berisi tentang >> masalah-masalah New7Wonders di berbagai negara. >> Kawan-kawan dari Vietnam membuat tulisan di sebuah forum tentang scam >> New7Wonders<http://www.ddth.com/showthread.php/169982-Tr%C3%B2-l%E1%BB%ABa-%C4%91%E1%BA%A3o-SCAM-New7Wonders-7-k%E1%BB%B3-quan-thi%C3%AAn-nhi%C3%AAn-th%E1%BA%BF-gi%E1%BB%9Bi-m%E1%BB%9Bi>yang >> sampai tulisan ini dibuat sudah mencapai lebih dari 60 halaman. Red >> Hunt Travel, sebuah blog yang didirikan teman kita dari Kanada juga >> membahas tentang kontroversi >> New7Wonders<http://redhunttravel.com/2011/10/travel-articles/travel-marketing/new-7-wonders-of-nature-controversy/> >> . >> >> Dan masih banyak lagi. Pencarian Google ‘new7wonders >> scam’<http://www.google.com/search?q=new7wonders+scam>banyak menemukan hal >> yang sama. >> >> *FAQ 5*: Kalau Komodo menang, maka pariwisata bisa naik. >> >> Analisis yang saya lakukan dari data-data industri pariwisata tujuh >> pemenang New7Wonders tahun 2007 tidak menunjukkan adanya pertumbuhan >> pariwisata<http://priyadi.net/archives/2011/10/26/dampak-ekonomi-new7wonders/>dari >> ditunjuknya tujuh monumen tersebut sebagai keajaiban dunia yang baru. >> >> Seluruh penelitian yang sering dikutip oleh pihak New7Wonders pun >> ternyata tidak dilakukan dengan metodologi yang benar dan memiliki >> asumsi-asumsi awal yang salah. >> >> Kawan-kawan kita dari Korea juga membuat analisis >> mendalam<http://dl.dropbox.com/u/27188383/Analysis%20of%20N7W%20Economic%20Impacts_Revised05262011.pdf>tentang >> ‘penelitian independen’ yang sering dikutip oleh oknum New7Wonders. >> >> Sebaliknya, pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2007-2008 >> ke Indonesia ternyata lebih tinggi daripada enam negara pemenang >> New7Wonders 2007. Alih-alih mendapatkan penghargaan, Budpar justru >> mendapatkan kecaman karena memutuskan hubungan dengan New7Wonders! >> >> Selain menobatkan kontestan sebagai pemenang, New7Wonders praktis tidak >> melakukan apa-apa. Seluruh biaya pemasaran ditanggung sepenuhnya oleh >> masing-masing kontestan. Dan pemasaran tersebut tentu saja bisa dilakukan >> tanpa harus ada New7Wonders. >> >> Situs web New7Wonders bukanlah situs yang banyak >> dikunjungi<http://www.alexa.com/siteinfo/new7wonders.com>pengguna Internet, >> sehingga tidak akan berpengaruh banyak terhadap >> pemasaran. >> >> *FAQ 6*: Tapi setelah Komodo terpilih menjadi finalis, pariwisata di >> Komodo meningkat. >> >> Ini adalah kesalahan logika *post hoc ergo propter >> hoc*<http://en.wikipedia.org/wiki/Post_hoc_ergo_propter_hoc>. >> Jika kejadian B terjadi setelah kejadian A, belum tentu B terjadi karena A. >> Bisa saja A dan B disebabkan oleh faktor C (*spurious >> relationship*<http://en.wikipedia.org/wiki/Spurious_relationship> >> ). >> >> Dalam hal ini, faktor C adalah pemasaran yang dilakukan pemerintah untuk >> mempromosikan Taman Nasional Komodo. Faktor inilah yang menyebabkan Komodo >> terpilih menjadi finalis; sekaligus meningkatkan pariwisata di Taman >> Nasional Komodo. Tanpa harus menjadi nominasi New7Wonders pun, pariwisata >> bisa kita tingkatkan. >> >> *FAQ 7*: Dasar pengkhianat! Dasar tidak nasionalis! >> >> Rasanya terlalu jauh untuk mengukur nasionalisme hanya dari jumlah uang >> yang kita sumbangkan kepada Bernard Weber :). Saya pikir mayoritas rakyat >> Indonesia pada dasarnya sangat nasionalis, tetapi memiliki informasi yang >> berbeda-beda. Berikut saya peragakan dalam bentuk Johari >> window<http://en.wikipedia.org/wiki/Johari_window> >> : >> >> Mayoritas orang-orang yang mengirim SMS ke 9818 berada di kuadran 2. Dan >> sebagian besar rakyat Indonesia berada di kuadran ini. Tulisan-tulisan saya >> selama ini bertujuan untuk memindahkan teman-teman sebangsa dan setanah air >> dari kuadran 2 ke kuadran 1. Memilih untuk tidak berpartisipasi mengirim >> SMS pilih Komodo tentu tidak bisa disebut ‘tidak nasionalis’. >> >> Bernard Weber dan oknum New7Wonders lainnya tentunya berada di kuadran 4. >> Hati kecil saya masih menaruh harapan bahwa tidak ada warga negara kita >> yang menjadi anggota kuadran 4 ini. >> >> *FAQ 8*: Saya sudah tahu, tapi bolehkah kami teruskan vote Komodo?™ >> >> Pengalaman saya dalam mengamati *vanity scam* seperti *diploma mill*atau >> *Who’s Who scam*, ada orang-orang yang tetap bersikukuh bahwa hal ini >> bukanlah penipuan, walaupun telah diberi tahu hal yang sesungguhnya. Mereka >> tetap bangga dengan memamerkan plakat *‘Man of the Year’* yang >> didapatkan dengan harga $200 dari sebuah institusi yang tidak jelas asal >> usulnya, misalnya. >> >> Di Indonesia, bisa jadi tak sedikit yang seperti ini. Orang-orang dengan >> sifat yang sama tersebut barangkali akan memiliki sifat yang sama pula pada >> kontes New7Wonders. >> >> Penjelasan yang kedua, ada orang yang akan menjadi sangat defensif >> setelah diberi tahu bahwa dia tertipu. Ini adalah akibat dari >> *choice-supportive >> bias* <http://en.wikipedia.org/wiki/Choice-supportive_bias>. >> >> Tentunya tak ada yang dapat menghalangi siapapun untuk mengirim SMS pilih >> Komodo. Yang dapat saya dan kawan-kawan lakukan hanyalah memberi informasi >> yang sesungguhnya. >> >> *FAQ 9*: Negara-negara lain yang telah menjadi pemenang bangga atas >> prestasi tersebut. Kenapa kita tidak? >> >> Betulkah? Saat saya mengumpulkan data mengenai pariwisata negara-negara >> pemenang New7Wonders pada tahun 2007, tak satupun situs web resmi >> pariwisata negara-negara tersebut yang menampilkan atribut New7Wonders >> secara besar-besaran. >> >> Kalau tidak percaya, silakan lihat sendiri situs resmi dewan pariwisata >> negara-negara India <http://tourism.gov.in/>, >> Yordania<http://www.visitjordan.com/Default.aspx>, >> Peru <http://www.visitperu.com/>, RRC <http://en.cnta.gov.cn/>, >> Italia<http://www.italia.it/en/home.html>, >> Brazil <http://www.braziltour.com/> dan Meksiko<http://www.visitmexico.com/> >> . >> >> *FAQ 10*: Orang-orang yang terlibat dalam New7Wonders adalah orang-orang >> yang saya kenal memiliki integritas tinggi. Jadi tidak mungkin New7Wonders >> merupakan penipuan. >> >> Ini adalah kesalahan berpikir *argument from >> authority<http://en.wikipedia.org/wiki/Argument_from_authority> >> * atau *argumentum ad verecundiam*: hanya karena X adalah orang yang >> kita kenal berintegritas, maka ucapan X kita anggap sebagai kebenaran. >> Tentu saja ini salah. Jika Einstein mengatakan 1+1=3, bukan berarti itu >> benar hanya karena Einstein yang mengatakannya. >> >> Walaupun demikian, tentu tak dapat kita simpulkan bahwa orang-orang >> Indonesia yang terlibat dalam New7Wonders tidak berintegritas dan memiliki >> agenda jahat. Bukan tidak mungkin mereka termasuk ke dalam kuadran 2 di >> atas (lihat FAQ no 7 di atas). Atau mereka termasuk ke dalam kuadran 1 >> tetapi sudah terlanjur terikat dengan kontrak atau komitmen yang harus >> mereka penuhi. >> >> Kabarnya, Jusuf Kalla hanya membutuhkan waktu lima menit untuk menerima >> tawaran untuk menjadi duta Komodo. Dalam waktu lima menit tentu saja tak >> mungkin bagi beliau untuk dapat melakukan analisis mendalam mengenai skema >> New7Wonders ini. >> >> Tuduhan *vanity scammer* saya alamatkan hanya kepada Bernard Weber, New >> Open World Corporation dan New7Wonders Foundation, bukan kepada afiliasinya >> di Indonesia. Saya mengerti jika oknum-oknum New7Wonders ini sekilas >> terlihat sangat *legitimate* dan tak sedikit orang-orang yang sebetulnya >> berintegritas, tetapi terjebak dan mempercayai mereka. >> >> *FAQ 11:* Kontes ini diiklankan oleh televisi nasional, didukung >> operator seluler dan perusahaan besar lainnya. Jadi tidak mungkin ini >> pembodohan. >> >> Sama seperti FAQ 10, ini adalah kesalahan berpikir *argument from >> authority <http://en.wikipedia.org/wiki/Argument_from_authority>* atau >> *argumentum >> ad verecundiam.* Kesimpulan tersebut tak dapat diambil hanya karena >> iklan kontes New7Wonders ditayangkan televisi nasional dan didukung oleh >> operator seluler. >> >> >> >> -- >> "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id >> >> =============== >> Join ID-ANDROID Developers >> http://groups.google.com/group/id-android-dev >> --------------------- >> Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband >> http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet >> -------------------- >> PING'S Mobile - Plaza Semanggi >> E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796 >> -------------------- >> i-gadget Store - BEC Bandung >> E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191 >> -------------------- >> Toko EceranShop - BEC Bandung >> E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 >> =============== >> >> Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21 >> > -- > "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id > > =============== > Join ID-ANDROID Developers > http://groups.google.com/group/id-android-dev > --------------------- > Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband > http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet > -------------------- > PING'S Mobile - Plaza Semanggi > E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796 > -------------------- > i-gadget Store - BEC Bandung > E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191 > -------------------- > Toko EceranShop - BEC Bandung > E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 > =============== > > Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21 > > -- > "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id > > =============== > Join ID-ANDROID Developers > http://groups.google.com/group/id-android-dev > --------------------- > Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband > http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet > -------------------- > PING'S Mobile - Plaza Semanggi > E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796 > -------------------- > i-gadget Store - BEC Bandung > E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191 > -------------------- > Toko EceranShop - BEC Bandung > E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 > =============== > > Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21 > -- "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id =============== Join ID-ANDROID Developers http://groups.google.com/group/id-android-dev --------------------- Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet -------------------- PING'S Mobile - Plaza Semanggi E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796 -------------------- i-gadget Store - BEC Bandung E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191 -------------------- Toko EceranShop - BEC Bandung E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 =============== Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21
