Kok sama malah kasihan ama komodonya yg nanti jd terusik dgn wisatawan yg hilir mudik
On Oct 31, 7:49 am, budizainer™ <[email protected]> wrote: > http://m.kompasiana.com/post/sosbud/2011/10/30/dukung-komodo-lewat-we... > > silahkan dibaca :) > On Oct 31, 2011 7:45 AM, "yopie suryadi" <[email protected]> wrote: > > > > > ** > > Akhirnya otaknya pada kepake juga... > > > @gopegonews > >www.gopego.com > > ------------------------------ > > *From: * Amer <[email protected]> > > *Sender: * [email protected] > > *Date: *Mon, 31 Oct 2011 07:39:31 +0700 > > *To: *<[email protected]> > > *ReplyTo: * [email protected] > > *Subject: *Re: [id-android] OOT - Dukung Komodo > > > Pernyataan resmi Pemerintah : > >http://www.budpar.go.id/page.php?ic=512&id=6828 > > > Promosi TNK Kemenbupar > > > Pemerintah Indonesia secara resmi menarik Taman Nasional Komodo (TNK) > > sebagai finalis dalam ajang pemilihan tujuh keajaiban alam-baru atau New > > Seven Wonder of Nature (N7WN) yang semula akan dideklarasikanpada 11 > > November 2011. > > > Menbudpar Ir. Jero Wacik, SE Secara resmi mengumumkan keputusan itu dalama > > cara jumpa pers di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona kantor > > Kementerian Budpar Jakarta, Senin (15/8). Hadir dalam acara tersebut antara > > lain Dirjen Pemasaran Pariwisata Kembudpar Dr. Sapta Nirwandar, Dirjen > > Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kemenhut Ir. Darori, MM, kuasa hukum > > Kembudpar Todung Mulya Lubis, pakar pemasaran Hermawan Kartajaya, pencetus > > MURI Jaya Suprana, penggiat komodo Zeby Febriana, perwakilan kementerian > > terkait serta wakil dari pemerintah Maldives Mr. Simon Hawkins yang > > terlebih dulu telahmenyatakan secara resmi mengundurkan diri dari kampanye > > tersebut pada bulan Mei 2011. > > > Keputusan tersebut dilakukan dikarenakan pihak penyelenggara kampanye New > > 7 Wonders Foundation telah melakukan tindakan tidakprofesional, tidak > > konsisten dan tidak transparan, serta tidak memiliki kredibilitas yang > > dapat dipertanggungjawabkan. Menurut MenbudparJero Wacik, meskipun TNK > > mengundurkan diri dari kampanye pemilihan tujuh keajaiban alam-baru (N7WN) > > versi yayasan New 7 Wonders, namun TNK sejak tahun 1991 sudah mendapatkan > > status World Heritage yang keberadaannya telahdiakui oleh masyarakat dunia > > melalui lembaga resmi yang kredibel yaitu UNESCO. > > > Seperti diketahui, awalnya pada bulan Agustus tahun 2008 Kembudpar > > bersedia menjadi Official Supporting Committee (OSC)/Lead Agency agar TNK > > dapat terpilih sebagai salah satu dari 7 keajaiban alam-baru (N7WN) yang > > pemilihannya dilakukan melalui online voting, Kembudpar telah melakukan > > serangkaiankegiatan kampanye online dan offline baik di dalam maupun di > > luarnegeri untuk mempromosikan dan mendukung TNK dan telah membuahkan hasil > > pada tanggal 21 Juli 2009 saat TNK terpilih sebagai salah satu dari 28 > > Finalis kampanye N7WN setelah menyisihkan kurang lebih 440 nominasi dari > > 220 negara. > > > Yayasan N7W pada awal Desember 2010 menyatakan menyetujui Indonesia > > (Jakarta) sebagai Tuan Rumah Penyelenggaraan (Official Host) Deklarasi 7 > > Keajaiban Dunia Alam (New7Wonders of Nature) dan mensyaratkan Pemerintah > > Indonesia untuk membayar license feese bagai tuan rumah penyelenggaraan > > deklarasi sebesar 10 Juta USD serta menyiapkan 35 juta USD dari berbagai > > pihak swasta untuk biaya penyelenggaraan acara deklarasi, padahal Kembudpar > > baru hanya menyatakan minat untuk menjadi tuan rumah namun sama sekali > > belum menandatangani persetujuan apapun maupun mendaftarkan proposal > > bidding resmi seperti yang diharuskan oleh yayasan N7W pada dokumen > > New7Wonders Official Host Worldwide Bidding Tender. > > > Permintaan itu kemudian ditolak oleh Kembudpar,karena dinilai tidak > > realistis, namun sebagai reaksi penolakan itu, yayasan N7W pada akhir > > Desember 2010 mengancam akan mengeliminasi TNK sebagai finalis N7W padahal > > kedua hal tersebut sangat tidak berhubungan dikarenakan keberadaan TNK > > sebagai finalis kampanye N7WN dan penawaran dari yayasan N7W untuk > > menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan merupakan 2 (dua) > > hal yang berbeda dan seharusnya tidak memiliki keterkaitan sama sekali. > > > Tanggal 7 Februari 2011 pihak N7WF melalui press release memutuskan untuk > > tetap mempertahankan TNK sebagai finalis namun melakukan tindakan > > menghapuskan peran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sebagai Official > > Supporting Commitee. Keputusan untuk menidadakan peran Kementerian > > Kebudayaan dan Pariwisata, dianggap sepihak dan tidak adil karena tidak > > didasari dengan alasan yang jelas, selain itu pihak N7W tidak mencabut > > maupun membatalkan perjanjian Standard Participating Agreement yang > > merupakan satu-satunya dokumen resmi (legal-binding document) yang telah > > ditandatangani bersama pada awal kampanye yang menyatakan Kementerian > > Kebudayaan dan PariwisataadalahOfficial Supporting Committeedari TNK pada > > kampanye N7WN. > > > Sementara itu berdasarkan fact finding terhadap kegiatan dan keberadaan > > yayasan N7W, akhirnya ditemukenali fakta-fakta sebagaiberikut: > > > - Yayasan N7W sangat berorientasi komersil, walaupun mereka menyatakan > > diri sebagai yayasan non-profit. > > > - Pelaksanaan kampanye N7WN sangat tidak konsisten dan transparan, > > khususnya dalam segiketerbukaan informasi jumlah vote (suara) yang > > didapatkan oleh masing-masingfinalis; > > > - Sebagai sebuah organisasi internasional adalah sangat ganjil ketika > > ditemukan fakta bahwa yayasan N7W tidak memiliki domisili/kantor yang jelas > > dan dikelola oleh hanya segelintir orang (kemungkinan hanya merupakan > > virtual office),namun hendak berurusan dengan transaksi jutaan dollar. > > > Berdasarkan semua fakta tersebut, Kembudpar yang telah berperan > > sebagaiLead Agency untuk TNK pada kampanye N7WN,berketetapan tidak > > melanjutkan kampanye bersama dengan Yayasan N7W. > > > Masyarakat dunia tetap akan mengakui Komodo Dragon sebagai the one and > > only real dragon in the world dan fakta ini tidak akan dapat tergantikan. > > Untuk ini Kembudpar tetap berkomitmen dengan berbagai pihak untuk > > mengembangkan dan mempromosikan TNK sebagai kawasan konservasi dandestinasi > > pariwisata internasional di Indonesia.Melalui branding Komodo the Real > > Wonder of the World, kita akan promosikan TNK ke seluruh dunia, kata > > Menbudpar Jero Wacik. > > > Dirjen Pemasaran Pariwisata Sapta Nirwandar menyatakan, TNK selama tiga > > tahun telah gencar dipromosikan kemancanegara, TNK telah dikenal masyarakat > > duni adan kunjungan wisman ke sana meningkat pesat kata Sapta Nirwandar, > > seraya menyebutkan pada 2007 jumlah wisman yang berkunjung baru sebanyak 16 > > ribu wisman, namun tahun 2008 dan 2009 meningkat menjadi 21 ribudan 36 ribu > > wisman, sedang kanpada 2010 melonjak menjadi 45 ribu wisman. (Pusinpub) > > > -- > > [Phone] HTC Desire S > > [ROM] MIUI 1.10.21 > > [Kernel] Cyanogenmod 2.6.35.14 > > [Recovery] 4EXTRecovery v2.1.0 > > On Oct 31, 2011 4:39 AM, "Yulian Firdaus" <[email protected]> wrote: > > >> Baca ini deh.... > > >>http://priyadi.net/archives/2011/10/30/faq-tentang-new7wonders/ > > >> Berikut adalah FAQ yang saya buat karena saya mendapatkan banyak > >> pertanyaan dan kecaman akibat tulisan-tulisan saya tentang penipuan > >> New7Wonders. Halaman ini akan terus diperbaharui jika ada masukan-masukan > >> yang saya terima. > > >> *FAQ 1*: Kenapa sih repot-repot ngurusin masalah New7Wonders? > > >> Karena New7Wonders merupakan *vanity scam*, yang memanfaatkan ego kita > >> semua untuk meraup keuntungan. Ini tak jauh berbeda dengan penipuan *Who’s > >> Who* <http://en.wikipedia.org/wiki/Who%27s_Who_scam> atau *diploma > >> mill<http://en.wikipedia.org/wiki/Diploma_mill> > >> * dimana korban menyerahkan sejumlah uang untuk atribut tertentu, > >> misalnya gelar akademis atau *person of the year*, walaupun sebenarnya > >> institusi tersebut tidak memiliki kredibilitas atau akreditasi untuk > >> memberi gelar tersebut. Praktis tak ada orang lain yang menganggap gelar > >> atau atribut tersebut sebagai sesuatu yang penting. > > >> New7Wonders pun demikian, mereka hanyalah sebuah perusahaan kecil asal > >> Swiss, bukan organisasi Internasional ataupun lembaga bentukan kerjasama > >> multilateral antara negara-negara. > > >> Perbedaannya, New7Wonders menambahkan bumbu berupa kompetisi dengan > >> kontestan lain, tujuannya untuk menyentuh rasa nasionalisme kita semua. > >> Selain itu, New7Wonders merupakan *vanity scam* dengan skala > >> internasional yang korbannya bukan lagi perorangan, tetapi negara-negara > >> yang berdaulat. > > >> Pada kontes tahun 2007, situs web New7Wonders memuat taut dan logo > >> UNESCO. Khawatir akan dampak dari pencatutan nama ini, UNESCO kemudian > >> mengklarifikasi bahwa mereka tidak memiliki sangkut > >> paut<http://whc.unesco.org/en/news/352>dengan New7Wonders. > > >> *FAQ 2*: Ah, ini kan gak beda dengan misalnya Indonesian Idol atau acara > >> lainnya. > > >> Tentu saja ada persamaan antara New7Wonders dan Indonesian Idol, misalnya > >> keduanya sama-sama menggunakan media SMS untuk memilih. Dan tentunya ada > >> keberatan-keberatan yang bisa dialamatkan kepada keduanya. Sebagai contoh, > >> keduanya menggunakan kriteria populer untuk menentukan pemenang, bukan > >> kriteria objektif. Sanjaya > >> Malakar<http://en.wikipedia.org/wiki/Sanjaya_Malakar>secara kontroversial > >> bisa melaju ke babak ke-7 American Idol dengan > >> kemampuan yang pas-pasan. Patung Kristus > >> Penebus<http://en.wikipedia.org/wiki/Christ_the_Redeemer_%28statue%29>Rio > >> de Janeiro bisa mendapatkan gelar ‘keajaiban dunia’, walaupun secara > >> objektif, monumen-monumen lain seperti misalnya Candi > >> Prambanan<http://en.wikipedia.org/wiki/Prambanan>, > >> Menara Eiffel <http://en.wikipedia.org/wiki/Eiffel_Tower> atau Patung > >> Liberty <http://en.wikipedia.org/wiki/Statue_of_Liberty> lebih berhak > >> mendapatkan gelar tersebut. > > >> Akan tetapi tentu saja ada perbedaan antara Indonesian Idol dan > >> New7Wonders. Secara singkat: New7Wonders adalah Indonesian Idol yang > >> pemenangnya ditentukan dari jumlah uang yang disetorkan kontestan kepada > >> panitia. Kualitas objektif sama sekali tidak penting, yang penting jumlah > >> uangnya. Kontestan tidak tahu berapa uang yang diberikan kontestan lainnya > >> kepada panitia. > > ... > > read more » -- "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id =============== Join ID-ANDROID Developers http://groups.google.com/group/id-android-dev --------------------- Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet -------------------- PING'S Mobile - Plaza Semanggi E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796 -------------------- i-gadget Store - BEC Bandung E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191 -------------------- Toko EceranShop - BEC Bandung E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 =============== Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21
