Tulisan yang sangat informatif dan disampaikan dengan sangat menarik terus berkarya bung, salam kenal saya tinggal di gedongkuning sebelah timur gembiraloka keutara dikit On May 23, 2013 6:36 AM, "Hadiwijaya Sasanadi" <[email protected]> wrote:
> Penulis pernah membaca sebuah hasil survey bahwa pria cenderung tidak mau > bertanya bila sedang berada di daerah yang tidak dikenal. Para pria jauh > lebih senang mempersiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu, misalnya > peta, kompas atau perangkat navigasi yang canggih lagi akurat seperti > perangkat GPS, dibandingkan harus sebentar-sebentar berhenti untuk bertanya > arah. > > > Ada juga persepsi yang berkembang jika kaum Adam lebih mahir berelasi > dengan peta, arah dan orientasi. Meskipun bukan sebuah kemutlakan, Penulis > seringkali menemukan fakta bahwa kebanyakan kaum wanita agak “malas” jika > harus membaca peta dan menentukan arah navigasi. > > > Kesulitan ini akan menjadi berlipat bagi para petualang, penjelajah, > casual traveller atau bahkan bagi seseorang yang baru saja pindah lokasi > tinggal. Seperti yang pernah dialami Penulis yang berpindah lokasi domisili > dari Jakarta ke Ngayogyakarto Hadiningrat. Berada di sebuah lokasi yang > baru, apalagi sendirian, sudah cukup merepotkan, terlebih lagi di > Yogyakarta yang memang sungguh sangat istimewa ini. Mengapa? > > > Berbeda dengan lokasi asal Penulis di Jakarta, dimana ketika kita > bertanya arah sebuah tujuan, biasanya jawaban yang kita terima kurang lebih > seperti ini:”Lurus saja sampai ketemu lampu merah, belok KIRI, terus > kira-kira tiga ratus meter, setelah lewat perempatan kedua, belok KANAN. > Jalan sedikit sampai ketemu pertigaan belok KIRI lagi”. > > > How is Jogja so different? > > > Jika kita bertanya arah di Jogja, jawaban yang senada dengan jawaban > seperti di atas kurang lebih seperti ini: “Lurus sampai bangjo, ambil jalan > UTARA, notok sampai beringin kembar, ambil arah TIMUR. Jalan lagi sampai > ketemu perempatan, lalu ke BARAT” > > > Can you imagine? Where is North? Where is East? > > > Welcome to the club: The Confused club. > > Ahahahahaa > > > Masyarakat Jogja memiliki orientasi arah yang didasarkan pada arah mata > angin. Arah Utara di wakilkan dengan Gunung Merapi, sementara arah Selatan > diwakilkan dengan Laut Selatan. Dengan mudah masyarakat Jogja akan > menentukan arah yang didasarkan filosofi mata angin ini. Secara jujur, > sebenarnya akan jauh lebih sederhana apabila arah ditujukan dengan mata > angin ini dan sebaliknya bukan dengan arah kanan atau kiri. Sepanjang > pengetahuan Penulis, di negara lain pun, khususnya di negara Barat, arah > ditunjukkan dengan arah mata angin. Bukan kiri dan kanan. Karena Utara > tetaplah Utara. Sementara arah kiri bisa menjadi kanan apabila orientasi > kita berubah. > > > Setelah mendapatkan kesempatan beberapa waktu tinggal di Jogja, secara > perlahan demi perlahan, Penulis mulai mengadopsi konsep arah mata angin > ini, dan tidak lagi berelasi dengan kiri dan kanan. Namun kadang saat > Penulis berupaya menunjukkan arah kepada wisatawan, khususnya wisatawan > dalam negeri, sebisa mungkin Penulis masih tetap menggunakan konsep kiri > atau kanan. I'm trying to help, not hurt. Hehe > > > Saat awal-awal tinggal di Jogja, kira-kira tahun 2004, penulis sampai > harus membeli tiga buah kompas. Ya betul, T-I-G-A buah kompas manual. Satu > diletakkan di mobil, satu diletakkan di motor dan satu lagi disimpan di > dalam tas yang selalu dibawa kemanapun Penulis pergi. Dengan demikian, > apabila Penulis bertanya arah sebuah tujuan, Penulis tidak lagi perlu > bingung dimana arah Utara, Selatan, Timur dan Baratnya. > > > Mengapa tidak mempergunakan aplikasi kompas yang tersedia di perangkat > mobile? Saat itu Penulis masih mempergunakan BlackBerry 9000 dan belum > mempergunakan perangkat Android. Sementara BlackBerry 9000 belum > menyediakan aplikasi kompas digital. Mengapa tidak mempergunakan perangkat > GPS? Saat itu perangkat GPS harganya masih cukup tinggi, selain dari itu, > Penulis masih belum rela membeli sebuah perangkat GPS yang hanya memiliki > fungsi yang terbatas, yaitu hanya sebagai penunjuk arah saja. > > > Kondisi ini terus berlanjut, sambil secara perlahan Penulis mulai > sedikit demi sedikit belajar memahami konsep arah > Utara-Selatan-Timur-Barat, sehingga ketergantungan kepada kompas manual > mulai sedikit demi sedikit berkurang. Selain dari itu, membaiknya pemahaman > penulis akan nama-nama jalan dan lokasi di Yogyakarta yang memang istimewa > ini membuat Penulis akhirnya dapat meninggalkan kompas manual secara total. > > > Memang memiliki sebuah perangkat GPS akan sangat sangat membantu kita > dalam menemukan sebuah lokasi tujuan, khususnya di tempat yang baru atau > sama sekali belum pernah kita kunjungi. Berdasarkan pertimbangan praktis > tersebut, memiliki sebuah GPS menjadi impian Penulis. Namun alangkah > baiknya jika perangkat GPS tersebut memiliki fungsi tambahkan, lebih dari > sekedar hanya sebagai penunjuk arah saja. > > > Impian memiliki GPS itu mulai terwujud saat Penulis diperkenalkan dengan > perangkat Android, sebuah perangkat kecil multi guna yang hampir mampu > melakukan segalanya. Kecuali mencuci, mengepel dan menyetrika tentunya. > Haha. > > > Awal-awal perkenalan dengan dunia Android, salah satu yang menjadi fokus > pencarian dan penjelajahan Penulis adalah: Bagaimana memfungsikan Android > menjadi sebuah perangkat GPS yang handal dan akurat. Mulailah penulis > mencari dan mencoba berbagai-bagai progam navigasi offline. Mengapa harus > offline? Bukankah Android sudah memiliki aplikasi Google Maps yang cukup > akurat? Karena signal operator tidak selalu dapat diandalkan. Atau lebih > tepatnya, jangan pernah sekali kali mengandalkan kualitas signal, atau yang > lebih parah lagi, selalu mengasumsikan akan selalu adanya signal. You'll be > dissapointed. Very very dissapointed. > > > Berapa sering dari kita, berada dalam situasi saat dimana saat kita > sungguh-sungguh membutuhkan sebuah koneksi yang dapat diandalkan, justru > pada saat itulah kualitas signal menjadi jelek. Istilah lainnya S-*-I-T > H-A-P-P-E-N-S. Oleh sebab itu Penulis memiliki prinsip kerja “Expect the > worst, prepare the best”. So, online navigation is out! Next Please! > > > Secara mendasar sebuah program Navigasi Offline terdiri dari dua bagian, > program dan peta. Sebuah program navigasi yang baik tidak akan menjadi > maksimal apabila tidak disertai dengan sebuah peta yang baik pula. Hal yang > sama berlaku pula sebaliknya. Untuk masalah peta, Penulis tidak perlu > bingung, karena rekan-rekan di Navigasi.net (atau biasa disingkat Nav.net) > telah melakukan sebuah pekerjaan yang luar biasa dengan selalu mengupdate > peta Indonesia secara berkala, minimum dua bulan sekali. Penulis > mengucapkan banyak terima kasih dan memberikan penghargaan > setinggi-tingginya kepada rekan-rekan penggiat Nav.net. I salute you all > for the continous hard work and dedications. Kudos! > > > Dengan demikian, proses pencarian yang tersisa adalah bagaimana mencari > program navigasi yang mampu mengutilisasi peta yang tersedia di Nav.net. > Saat itu peta yang disediakan adalah: Garmin, K-Nav, Navitel (NM2), Papago > dan Polnav. > > > Penulis akhirnya memutuskan untuk mencoba Navitel terlebih dahulu. Versi > yang dicoba adalah versi 5, dengan peta Indonesia dari Nav.net yang > berformat NM2. Semua berfungsi baik dan optimal. Luar biasa! Apakah > berhenti sampai disini? Pasti belum. Read on, Please. > > > Perangkat Android yang dipakai penulis saat mencoba Navitel adalah > Smartfren Andro dengan sistem operasi Gingerbread. Everything works very > well. Kemudian penulis menggantinya dengan Nexus S Sprint, dengan sistem > operasi Gingerbread (GB) yang kemudian diupgrade ke Ice Cream Sandwich > (ICS). Still everything works as expected. Kembali Penulis mendapatkan > kesempatan untuk mengupgrade Nexus S ke Galaxy Nexus Sprint, dengan sistem > operasi Ice Cream Sandwich. Everything still works well. Business as usual. > > > Then come the JellyBeans! > > > But wait! Something happened. > > > The application didn't work. > > > Uh oh, Houston, we have problem! > > > Navitel versi 5 ternyata tidak berjalan baik di JellyBeans. Mungkin > saatnya melakukan upgrade program ke program Navitel terkini di versi 7. > Instalasi program berjalan lancar dan Navitel dapat berjalan dengan baik di > JellyBeans. Wohoo! > > > Houston, we're back in business! > > > But, wait a minute. Where's the maps? Program Navitel 7 berjalan dengan > baik, namun tanpa peta sama sekali. Remember, good navigation program needs > good maps too. > > > It's time to call Houston one more time. > > > Apa yang sesungguhnya terjadi? JellyBeans membawa beberapa perubahan, > termasuk dalam struktur file sistem, sehingga program-program lama perlu > sedikit diupdate demi menjamin kompatibilitas penuh. > > > Nah, permasalahan yang timbul adalah: Navitel 7 mensyaratkan peta dengan > format NM3. Sementara peta yang disediakan oleh Navigasi.net adalah dalam > format NM2. Bisakah dikonversi? Mungkin saja bisa. Namun karena kurangnya > pengetahuan Penulis, meski sudah mencoba beberapa kali, the maps refused to > load. DANG! > > > Setelah mencoba beberapa cara yang Penulis temukan di Internet, dan > tanpa hasil seperti yang diharapkan, akhirnya Penulis menyerah, dan kembali > mempergunakan Google Maps. Tentu saja harus tetap Online dan dengan akurasi > yang tidak terlalu bagus. Untuk Turn-By-Turn Navigation, dapat > mempergunakan Google Navigation yang sudah sedikit di-”modifikasi”. Pupus > sudah harapan Penulis untuk dapat memiliki program navigasi Offline yang > lengkap dengan peta dari Nav.net. > > > Selain daripada itu, program Navitel yang dipergunakan Penulis adalah > merupakan program “Try-First-Buy-Later”, alias program yang sudah diubah > sedemikian rupa sehingga kita dapat “mencoba” program tersebut selama kita > mau, alias bajakan. Penulis memang sudah berencana untuk membeli > program-program yang memang sungguh terpakai, baik di Android maupun di > IOS, sebagai salah satu bentuk penghargaan kita kepada para developer yang > sudah susah payah membuat program yang bermanfaat dalam kehidupan kita. > After all, it's not that expensive, right? 0.99 – 4.99 USD is not expensive > at all. Apalagi jika dibandingkan dengan benefit yang kita terima. > > > Namun apabila program Navitel tidak mampu memuat peta Nav.net, it's a > big NO NO. Find some other offline navigation apps? Sure, but it has to be > supported by Nav.net maps, which is very limited: Garmin, Navitel (NM2), > Papago & Polnav. I think we're stuck with Google Maps for a while. > > > Then I found 7Ways! > > > Lo and behold! > > > 7Ways adalah sebuah aplikasi navigasi offline gratis buatan Rusia dan > juga didukung oleh peta Nav.net. Aplikasi ini dapat diunduh langsung dari > Google Play ( > https://play.google.com/store/apps/details?id=com.navikey.seven_ways&hl=en). > Sementara petanya dapat diunduh dari Nav.net (http://www.navigasi.net). > Selain dari file peta, yang perlu diunduh antara lain: > > > Indonesian Language & Keyboard > > http://www.navikey.ru/catalog/lang/7ways_indonesia_language.zip > > > Indonesian Voice > > http://www.navikey.ru/catalog/sound/7ways_indonesia_voice.zip > > > English Quick User Guide > > http://www.navikey.ru/files/7w/EN_7Ways_QuickUserGuide.pdf > > > English Full User Guide > > http://www.navikey.ru/files/7w/EN_7Ways_UserGuide.pdf > > > Please beware. It's a huge maps. I mean really H-U-G-E! Downloading 436 > MB is not kids stuff. After installation it will be expanded to a whopping > 746 MB! > > > Proses instalasi terdiri dari beberapa tahap. Tahap pertama adalah tahap > instalasi peta Nav.net di PC atau Laptop. Setelah proses instalasi selesai, > akan dibuat sebuah folder MyMaps di drive C. Masuk ke folder tersebut maka > kita akan menemukan sebuah folder seperti nama program yang kita pilih dan > dalam hal ini adalah 7ways. Di dalam folder tersebut kita akan temukan > kumpulan file peta. Tahap kedua adalah proses instalasi aplikasi 7Ways di > perangkat Android kita. > > > Paska proses instalasi di Android, segera eksekusi program 7Ways. Akan > ada pesan kesalahan untuk memasukkan peta dasar. Acuhkan saja. Segerea > keluar dari program 7Ways. Hubungkan perangkat Android kita ke PC atau > Laptop. Coba telusuri folder-folder pada perangkat Android dan kita akan > menemukan sebuah folder baru, yang dinamakan “7Ways”. > > > Masukkan semua file peta yang tersedia di drive > “C:\myMaps\navigasi\7Ways” ke folder “7Ways/maps”. Ekstrak file Indonesian > Voice dan Indonesian Language. Masukkan file “Indonesia.7wv” ke folder > “7Ways/sound”. Lalu masukkan file “Indonesia.7wl” ke folder > “7Ways/languages”. > > > Then, you're good to go. > > > Try it, and you're gonna love it. It's actually a turn-by-turn > navigation program. It may not as sophisticated as other paid programs. But > it is accurate. Applicable for entire Indonesia area. And the best thing > is: it's completely free! No guilty feelings anymore. Hehe > > > So? What's next? > > > Happy navigating, and left those analog compass at home.. > > > See you around... > > > Don't forget, safety comes first. > > > Lastly... > > > Jangan lupa mampir ke Jogja ya... > > > Ahahahahah > > -- > ========== > > INDOSAT SUPER 3G plus > http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus > --------------------- > ID-Android on YouTube > https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A > -------------------- > Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : > http://www.hostune.com > -------------------- > Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8 > Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id > ========== > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] > Indonesian Android Community " dari Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke id-android+berhenti [email protected] . > > > -- ========== INDOSAT SUPER 3G plus http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus --------------------- ID-Android on YouTube https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A -------------------- Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : http://www.hostune.com -------------------- Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8 Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id ========== --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community " dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke id-android+berhenti [email protected] .
