Siap Oom. Senang bisa berbagi. Kalau memang ada waktu, bisa ngumpul pas ada jadual miring Oom. Bisa juga join grup WhatsApp nya GaYa.
Matur Nuwun Salam dari Jogja Hadiwijaya Sasanadi ======================= B.B.M 25A2717C Twitter @sasanadi YM/GT/FB/WeChat: sasanadi Call/SMS 085643787131 WA/Line/Kakao 087739526663 On May 25, 2013 11:30 PM, "suyanto siswo" <[email protected]> wrote: > Tulisan yang sangat informatif dan disampaikan dengan sangat menarik terus > berkarya bung, salam kenal saya tinggal di gedongkuning sebelah timur > gembiraloka keutara dikit > On May 23, 2013 6:36 AM, "Hadiwijaya Sasanadi" <[email protected]> wrote: > >> Penulis pernah membaca sebuah hasil survey bahwa pria cenderung tidak mau >> bertanya bila sedang berada di daerah yang tidak dikenal. Para pria jauh >> lebih senang mempersiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu, misalnya >> peta, kompas atau perangkat navigasi yang canggih lagi akurat seperti >> perangkat GPS, dibandingkan harus sebentar-sebentar berhenti untuk bertanya >> arah. >> >> >> Ada juga persepsi yang berkembang jika kaum Adam lebih mahir berelasi >> dengan peta, arah dan orientasi. Meskipun bukan sebuah kemutlakan, Penulis >> seringkali menemukan fakta bahwa kebanyakan kaum wanita agak “malas” jika >> harus membaca peta dan menentukan arah navigasi. >> >> >> Kesulitan ini akan menjadi berlipat bagi para petualang, penjelajah, >> casual traveller atau bahkan bagi seseorang yang baru saja pindah lokasi >> tinggal. Seperti yang pernah dialami Penulis yang berpindah lokasi domisili >> dari Jakarta ke Ngayogyakarto Hadiningrat. Berada di sebuah lokasi yang >> baru, apalagi sendirian, sudah cukup merepotkan, terlebih lagi di >> Yogyakarta yang memang sungguh sangat istimewa ini. Mengapa? >> >> >> Berbeda dengan lokasi asal Penulis di Jakarta, dimana ketika kita >> bertanya arah sebuah tujuan, biasanya jawaban yang kita terima kurang lebih >> seperti ini:”Lurus saja sampai ketemu lampu merah, belok KIRI, terus >> kira-kira tiga ratus meter, setelah lewat perempatan kedua, belok KANAN. >> Jalan sedikit sampai ketemu pertigaan belok KIRI lagi”. >> >> >> How is Jogja so different? >> >> >> Jika kita bertanya arah di Jogja, jawaban yang senada dengan jawaban >> seperti di atas kurang lebih seperti ini: “Lurus sampai bangjo, ambil jalan >> UTARA, notok sampai beringin kembar, ambil arah TIMUR. Jalan lagi sampai >> ketemu perempatan, lalu ke BARAT” >> >> >> Can you imagine? Where is North? Where is East? >> >> >> Welcome to the club: The Confused club. >> >> Ahahahahaa >> >> >> Masyarakat Jogja memiliki orientasi arah yang didasarkan pada arah mata >> angin. Arah Utara di wakilkan dengan Gunung Merapi, sementara arah Selatan >> diwakilkan dengan Laut Selatan. Dengan mudah masyarakat Jogja akan >> menentukan arah yang didasarkan filosofi mata angin ini. Secara jujur, >> sebenarnya akan jauh lebih sederhana apabila arah ditujukan dengan mata >> angin ini dan sebaliknya bukan dengan arah kanan atau kiri. Sepanjang >> pengetahuan Penulis, di negara lain pun, khususnya di negara Barat, arah >> ditunjukkan dengan arah mata angin. Bukan kiri dan kanan. Karena Utara >> tetaplah Utara. Sementara arah kiri bisa menjadi kanan apabila orientasi >> kita berubah. >> >> >> Setelah mendapatkan kesempatan beberapa waktu tinggal di Jogja, secara >> perlahan demi perlahan, Penulis mulai mengadopsi konsep arah mata angin >> ini, dan tidak lagi berelasi dengan kiri dan kanan. Namun kadang saat >> Penulis berupaya menunjukkan arah kepada wisatawan, khususnya wisatawan >> dalam negeri, sebisa mungkin Penulis masih tetap menggunakan konsep kiri >> atau kanan. I'm trying to help, not hurt. Hehe >> >> >> Saat awal-awal tinggal di Jogja, kira-kira tahun 2004, penulis sampai >> harus membeli tiga buah kompas. Ya betul, T-I-G-A buah kompas manual. Satu >> diletakkan di mobil, satu diletakkan di motor dan satu lagi disimpan di >> dalam tas yang selalu dibawa kemanapun Penulis pergi. Dengan demikian, >> apabila Penulis bertanya arah sebuah tujuan, Penulis tidak lagi perlu >> bingung dimana arah Utara, Selatan, Timur dan Baratnya. >> >> >> Mengapa tidak mempergunakan aplikasi kompas yang tersedia di perangkat >> mobile? Saat itu Penulis masih mempergunakan BlackBerry 9000 dan belum >> mempergunakan perangkat Android. Sementara BlackBerry 9000 belum >> menyediakan aplikasi kompas digital. Mengapa tidak mempergunakan perangkat >> GPS? Saat itu perangkat GPS harganya masih cukup tinggi, selain dari itu, >> Penulis masih belum rela membeli sebuah perangkat GPS yang hanya memiliki >> fungsi yang terbatas, yaitu hanya sebagai penunjuk arah saja. >> >> >> Kondisi ini terus berlanjut, sambil secara perlahan Penulis mulai >> sedikit demi sedikit belajar memahami konsep arah >> Utara-Selatan-Timur-Barat, sehingga ketergantungan kepada kompas manual >> mulai sedikit demi sedikit berkurang. Selain dari itu, membaiknya pemahaman >> penulis akan nama-nama jalan dan lokasi di Yogyakarta yang memang istimewa >> ini membuat Penulis akhirnya dapat meninggalkan kompas manual secara total. >> >> >> Memang memiliki sebuah perangkat GPS akan sangat sangat membantu kita >> dalam menemukan sebuah lokasi tujuan, khususnya di tempat yang baru atau >> sama sekali belum pernah kita kunjungi. Berdasarkan pertimbangan praktis >> tersebut, memiliki sebuah GPS menjadi impian Penulis. Namun alangkah >> baiknya jika perangkat GPS tersebut memiliki fungsi tambahkan, lebih dari >> sekedar hanya sebagai penunjuk arah saja. >> >> >> Impian memiliki GPS itu mulai terwujud saat Penulis diperkenalkan >> dengan perangkat Android, sebuah perangkat kecil multi guna yang hampir >> mampu melakukan segalanya. Kecuali mencuci, mengepel dan menyetrika >> tentunya. Haha. >> >> >> Awal-awal perkenalan dengan dunia Android, salah satu yang menjadi >> fokus pencarian dan penjelajahan Penulis adalah: Bagaimana memfungsikan >> Android menjadi sebuah perangkat GPS yang handal dan akurat. Mulailah >> penulis mencari dan mencoba berbagai-bagai progam navigasi offline. Mengapa >> harus offline? Bukankah Android sudah memiliki aplikasi Google Maps yang >> cukup akurat? Karena signal operator tidak selalu dapat diandalkan. Atau >> lebih tepatnya, jangan pernah sekali kali mengandalkan kualitas signal, >> atau yang lebih parah lagi, selalu mengasumsikan akan selalu adanya signal. >> You'll be dissapointed. Very very dissapointed. >> >> >> Berapa sering dari kita, berada dalam situasi saat dimana saat kita >> sungguh-sungguh membutuhkan sebuah koneksi yang dapat diandalkan, justru >> pada saat itulah kualitas signal menjadi jelek. Istilah lainnya S-*-I-T >> H-A-P-P-E-N-S. Oleh sebab itu Penulis memiliki prinsip kerja “Expect the >> worst, prepare the best”. So, online navigation is out! Next Please! >> >> >> Secara mendasar sebuah program Navigasi Offline terdiri dari dua >> bagian, program dan peta. Sebuah program navigasi yang baik tidak akan >> menjadi maksimal apabila tidak disertai dengan sebuah peta yang baik pula. >> Hal yang sama berlaku pula sebaliknya. Untuk masalah peta, Penulis tidak >> perlu bingung, karena rekan-rekan di Navigasi.net (atau biasa disingkat >> Nav.net) telah melakukan sebuah pekerjaan yang luar biasa dengan selalu >> mengupdate peta Indonesia secara berkala, minimum dua bulan sekali. Penulis >> mengucapkan banyak terima kasih dan memberikan penghargaan >> setinggi-tingginya kepada rekan-rekan penggiat Nav.net. I salute you all >> for the continous hard work and dedications. Kudos! >> >> >> Dengan demikian, proses pencarian yang tersisa adalah bagaimana mencari >> program navigasi yang mampu mengutilisasi peta yang tersedia di Nav.net. >> Saat itu peta yang disediakan adalah: Garmin, K-Nav, Navitel (NM2), Papago >> dan Polnav. >> >> >> Penulis akhirnya memutuskan untuk mencoba Navitel terlebih dahulu. >> Versi yang dicoba adalah versi 5, dengan peta Indonesia dari Nav.net yang >> berformat NM2. Semua berfungsi baik dan optimal. Luar biasa! Apakah >> berhenti sampai disini? Pasti belum. Read on, Please. >> >> >> Perangkat Android yang dipakai penulis saat mencoba Navitel adalah >> Smartfren Andro dengan sistem operasi Gingerbread. Everything works very >> well. Kemudian penulis menggantinya dengan Nexus S Sprint, dengan sistem >> operasi Gingerbread (GB) yang kemudian diupgrade ke Ice Cream Sandwich >> (ICS). Still everything works as expected. Kembali Penulis mendapatkan >> kesempatan untuk mengupgrade Nexus S ke Galaxy Nexus Sprint, dengan sistem >> operasi Ice Cream Sandwich. Everything still works well. Business as usual. >> >> >> Then come the JellyBeans! >> >> >> But wait! Something happened. >> >> >> The application didn't work. >> >> >> Uh oh, Houston, we have problem! >> >> >> Navitel versi 5 ternyata tidak berjalan baik di JellyBeans. Mungkin >> saatnya melakukan upgrade program ke program Navitel terkini di versi 7. >> Instalasi program berjalan lancar dan Navitel dapat berjalan dengan baik di >> JellyBeans. Wohoo! >> >> >> Houston, we're back in business! >> >> >> But, wait a minute. Where's the maps? Program Navitel 7 berjalan dengan >> baik, namun tanpa peta sama sekali. Remember, good navigation program needs >> good maps too. >> >> >> It's time to call Houston one more time. >> >> >> Apa yang sesungguhnya terjadi? JellyBeans membawa beberapa perubahan, >> termasuk dalam struktur file sistem, sehingga program-program lama perlu >> sedikit diupdate demi menjamin kompatibilitas penuh. >> >> >> Nah, permasalahan yang timbul adalah: Navitel 7 mensyaratkan peta >> dengan format NM3. Sementara peta yang disediakan oleh Navigasi.net adalah >> dalam format NM2. Bisakah dikonversi? Mungkin saja bisa. Namun karena >> kurangnya pengetahuan Penulis, meski sudah mencoba beberapa kali, the maps >> refused to load. DANG! >> >> >> Setelah mencoba beberapa cara yang Penulis temukan di Internet, dan >> tanpa hasil seperti yang diharapkan, akhirnya Penulis menyerah, dan kembali >> mempergunakan Google Maps. Tentu saja harus tetap Online dan dengan akurasi >> yang tidak terlalu bagus. Untuk Turn-By-Turn Navigation, dapat >> mempergunakan Google Navigation yang sudah sedikit di-”modifikasi”. Pupus >> sudah harapan Penulis untuk dapat memiliki program navigasi Offline yang >> lengkap dengan peta dari Nav.net. >> >> >> Selain daripada itu, program Navitel yang dipergunakan Penulis adalah >> merupakan program “Try-First-Buy-Later”, alias program yang sudah diubah >> sedemikian rupa sehingga kita dapat “mencoba” program tersebut selama kita >> mau, alias bajakan. Penulis memang sudah berencana untuk membeli >> program-program yang memang sungguh terpakai, baik di Android maupun di >> IOS, sebagai salah satu bentuk penghargaan kita kepada para developer yang >> sudah susah payah membuat program yang bermanfaat dalam kehidupan kita. >> After all, it's not that expensive, right? 0.99 – 4.99 USD is not expensive >> at all. Apalagi jika dibandingkan dengan benefit yang kita terima. >> >> >> Namun apabila program Navitel tidak mampu memuat peta Nav.net, it's a >> big NO NO. Find some other offline navigation apps? Sure, but it has to be >> supported by Nav.net maps, which is very limited: Garmin, Navitel (NM2), >> Papago & Polnav. I think we're stuck with Google Maps for a while. >> >> >> Then I found 7Ways! >> >> >> Lo and behold! >> >> >> 7Ways adalah sebuah aplikasi navigasi offline gratis buatan Rusia dan >> juga didukung oleh peta Nav.net. Aplikasi ini dapat diunduh langsung dari >> Google Play ( >> https://play.google.com/store/apps/details?id=com.navikey.seven_ways&hl=en). >> Sementara petanya dapat diunduh dari Nav.net (http://www.navigasi.net). >> Selain dari file peta, yang perlu diunduh antara lain: >> >> >> Indonesian Language & Keyboard >> >> http://www.navikey.ru/catalog/lang/7ways_indonesia_language.zip >> >> >> Indonesian Voice >> >> http://www.navikey.ru/catalog/sound/7ways_indonesia_voice.zip >> >> >> English Quick User Guide >> >> http://www.navikey.ru/files/7w/EN_7Ways_QuickUserGuide.pdf >> >> >> English Full User Guide >> >> http://www.navikey.ru/files/7w/EN_7Ways_UserGuide.pdf >> >> >> Please beware. It's a huge maps. I mean really H-U-G-E! Downloading 436 >> MB is not kids stuff. After installation it will be expanded to a whopping >> 746 MB! >> >> >> Proses instalasi terdiri dari beberapa tahap. Tahap pertama adalah >> tahap instalasi peta Nav.net di PC atau Laptop. Setelah proses instalasi >> selesai, akan dibuat sebuah folder MyMaps di drive C. Masuk ke folder >> tersebut maka kita akan menemukan sebuah folder seperti nama program yang >> kita pilih dan dalam hal ini adalah 7ways. Di dalam folder tersebut kita >> akan temukan kumpulan file peta. Tahap kedua adalah proses instalasi >> aplikasi 7Ways di perangkat Android kita. >> >> >> Paska proses instalasi di Android, segera eksekusi program 7Ways. Akan >> ada pesan kesalahan untuk memasukkan peta dasar. Acuhkan saja. Segerea >> keluar dari program 7Ways. Hubungkan perangkat Android kita ke PC atau >> Laptop. Coba telusuri folder-folder pada perangkat Android dan kita akan >> menemukan sebuah folder baru, yang dinamakan “7Ways”. >> >> >> Masukkan semua file peta yang tersedia di drive >> “C:\myMaps\navigasi\7Ways” ke folder “7Ways/maps”. Ekstrak file Indonesian >> Voice dan Indonesian Language. Masukkan file “Indonesia.7wv” ke folder >> “7Ways/sound”. Lalu masukkan file “Indonesia.7wl” ke folder >> “7Ways/languages”. >> >> >> Then, you're good to go. >> >> >> Try it, and you're gonna love it. It's actually a turn-by-turn >> navigation program. It may not as sophisticated as other paid programs. But >> it is accurate. Applicable for entire Indonesia area. And the best thing >> is: it's completely free! No guilty feelings anymore. Hehe >> >> >> So? What's next? >> >> >> Happy navigating, and left those analog compass at home.. >> >> >> See you around... >> >> >> Don't forget, safety comes first. >> >> >> Lastly... >> >> >> Jangan lupa mampir ke Jogja ya... >> >> >> Ahahahahah >> >> -- >> ========== >> >> INDOSAT SUPER 3G plus >> http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus >> --------------------- >> ID-Android on YouTube >> https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A >> -------------------- >> Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : >> http://www.hostune.com >> -------------------- >> Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8 >> Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id >> ========== >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] >> Indonesian Android Community " dari Grup Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke id-android+berhenti [email protected] . >> >> >> > -- > ========== > > INDOSAT SUPER 3G plus > http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus > --------------------- > ID-Android on YouTube > https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A > -------------------- > Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : > http://www.hostune.com > -------------------- > Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8 > Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id > ========== > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] > Indonesian Android Community " dari Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke id-android+berhenti [email protected] . > > > -- ========== INDOSAT SUPER 3G plus http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus --------------------- ID-Android on YouTube https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A -------------------- Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : http://www.hostune.com -------------------- Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8 Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id ========== --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community " dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke id-android+berhenti [email protected] .
