Ijin sharing ke Path om. Bagus banget tulisannya. Dan di Path bisa di copas semuanya, padahal panjang banget ni artikel...
#red DNA On Jul 1, 2013 8:58 AM, "Eko Prasetyo" <[email protected]> wrote: > Manteb ini revolusinya pos Indonesia, semoga semakin maju e-commerce > kita:-) > > *Cum** **Laude** **Melalui** **Clearing** **House** **Model** **Ketut* > http<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> > ://<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> > dahlaniskan.wordpress.com<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> > /2013/07/01/<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> > cum<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> > -<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> > laude<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> > -<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> > melalui<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> > -<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> > clearing<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> > -<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> > house<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> > -<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> > model<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> > -<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> > ketut<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> > > Senin, 01 Juli 2013 > Manufacturing Hope 83 > > Inilah salah satu BUMN yang membuat saya selalu waswas: PT Pos Indonesia. > Sebuah perusahaan yang praktis kehilangan seluruh basis bisnisnya: > pengiriman surat dan pengiriman uang. > > Surat sudah digantikan e-mail atau handphone. Kartu Lebaran sudah > digantikan SMS. Pengiriman uang sudah tidak lagi dengan wesel. Sudah > digantikan dengan hanya satu klik di jasa perbankan atau satu sentuhan di > handphone. > > Bisakah Pos Indonesia mentransformasikan dirinya dari ancaman kematian? > Berhasilkah direktur utamanya, I Ketut Mardjana, mengomandani perubahan > arah yang begitu drastis? Bisakah karyawan yang sudah telanjur mencapai > 25.000 orang itu memahami kenyataan baru? Ataukah kapal induk Pos Indonesia > itu harus kehilangan arah di lautan luas untuk kemudian tenggelam ke > dasarnya? Sungguh misi yang beratnya tak tepermanaikan. > > Dan hasilnya adalah: Ketut Mardjana lulus dengan predikat summa cum laude! > > Mungkin saya berlebihan, tapi saya memang suka terharu melihat orang yang > berhasil keluar dari kesulitan. Apalagi dalam suasana lingkungan birokrasi > yang tidak bisa fleksibel seperti BUMN. > > Di swasta sering terjadi perusahaan berhasil keluar dari krisis dengan > melakukan perubahan yang drastis. Perubahan itu bisa dilakukan dengan lebih > mudah karena fleksibilitas swasta yang hampir tak terbatas. > > Sedangkan di BUMN kungkungan peraturannya sering menakutkan. Sungguh tidak > mudah melakukan transformasi besar di sebuah BUMN. > > Kini masa-masa kritis transformasi itu sudah lewat. Badai yang menerpa Pos > Indonesia sudah berlalu. Gelombang laut sudah reda. Hujan pun tinggal > rintik-rintik. Sesekali saya masih menerima SMS dari lingkungan dalam Pos > Indonesia. Tapi, isinya sudah lebih memberikan harapan. > > Tentu saya kagum dengan anak buah yang tabah, teguh, dan ngotot seperti > Ketut Mardjana itu. Saya melihat kian lama kian banyak Dirut BUMN yang > memiliki keteguhan, ketabahan, dan kengototan seperti itu. Praktis kini > saya hanya lebih banyak memuji secara terang-terangan daripada memaki di > dalam hati. > > Kunci utamanya, saat mulai menakhodai kapal bocor Pos Indonesia yang lagi > oleng itu, Ketut tidak ikut mabuk. Dia tetap bisa berpikir jernih bagian > mana yang harus ditangani dulu. “Modernisasi sistem komunikasi,” ujar Ketut > yang aslinya orang dengan darah keuangan tersebut. > > “Semua kantor pos serentak saya hubungkan dengan satelit. Yang tidak bisa > ditangani sistem telekomunikasi biasa saya pasangi visat,” tambahnya. > > Memang “awak kapal” Pos Indonesia sempat “berontak”. Lulusan Sekolah > Tinggi Ilmu Keuangan Jakarta yang meraih doktor ekonomi dari Monash > University Melbourne ini dianggap melakukan pemborosan besar-besaran. > Langkahnya dinilai bisa menguras keuangan perusahaan yang sudah mulai > mengering. Tapi, Ketut tidak mundur. Dia sudah telanjur basah. > > Ketut sudah telanjur memutuskan pensiun dini dari statusnya sebagai > pegawai negeri dengan jabatan yang sudah sempat mencapai setingkat direktur > di Kemenkeu. “Saya harus berhasil,” katanya. “Bayangkan,” kisah Ketut > kepada saya, “dulunya untuk membayar gaji saja harus jualan aset,” > ungkapnya. “Orang mau menguangkan wesel tidak ada uangnya,” tambahnya. > > Tentu saya bisa membayangkannya. Untung hal itu tidak terjadi di zaman > awal-awal saya menjadi wartawan. Ketika saya masih menggantungkan hidup > dari penghasilan saya menulis berita di koran-koran. Waktu itu, setiap > minggu, saya menerima wesel dari Jakarta. Kadang dari Tempo, kadang dari > Kompas. Atau dari media lain. > > Setiap kali menerima wesel pos, saya langsung naik bemo ke kantor pos di > Kebon Rojo, Surabaya, untuk menguangkannya. Kadang berboncengan dengan > istri karena uangnya akan langsung dipakai membeli beras. > > Waktu itu kantor pos masih jaya. Selalu ada uang untuk membayar kiriman > wesel untuk saya. Alhamdulillah, Pos Indonesia kembali jaya. Tidak saja > sudah menemukan jalan yang benar, tapi juga sudah menemukan jalan tol yang > lebar. > > Yang membuat Ketut mendapatkan summa cum laude adalah ini: berhasil > mengidentifikasi kekuatan Pos Indonesia yang paling kuat. Apakah itu? > “Trust!” katanya. Kepercayaan. Saya menyetujuinya 100 persen. > > Tidak saja menemukan, Ketut juga akan menggunakan kekuatan utamanya itu > untuk landasan bisnisnya di masa depan. Memang Pos Indonesia juga memiliki > kekuatan utama lainnya: network yang luas. Tapi, network saja tidak cukup. > Gabungan network dan trust itulah yang akan digunakan Ketut untuk masa > depan cerah Pos Indonesia. > > Bagi saya kombinasi network dan trust tersebut sekaligus merupakan > sumbangan besar untuk Indonesia sebagai negara. Itu akan bisa menutupi > salah satu kelemahan republik ini di bidang ekonomi: tidak adanya lembaga > yang berfungsi sebagai clearing house. Akibatnya, bisnis e-commerce tidak > begitu berjalan di Indonesia. > > Orang masih takut membeli barang melalui internet. Takut nomor kartu > kreditnya disalahgunakan orang lain. Takut penjualnya tidak benar-benar > mengirim barang yang dibelinya. Takut uangnya hilang begitu saja. > > Ketut akan mengatasi tiga ketakutan tersebut sekaligus. Pos Indonesia akan > membangun mal secara besar-besaran: Plaza Pos Indonesia. Lokasinya di > langit internet. > > Orang bisa membeli barang di Plaza Pos Indonesia. Melakukan pembayaran > secara online. Uangnya ditahan di Pos Indonesia sampai penjualnya > benar-benar kirim barangnya. Kalau barang tidak dikirim, pembeli bisa > mengambil kembali uangnya di kantor pos atau via rekening bank. > > Sebaliknya, penjual juga merasa aman karena dijamin Pos Indonesia. Inilah > bisnis kepercayaan. Pembeli percaya ke kantor pos, penjual percaya ke > kantor pos. Ketut tidak akan mengambil jasa di transaksi keuangannya. Pos > Indonesia hanya mengharapkan dari jasa pengiriman barangnya. > > Kalau program Ketut ini berjalan, inilah momentum besar bagi pengusaha > kecil yang serius. Yang mampu membuat produk yang bermutu dengan harga > bersaing. Tidak perlu sewa mal dan tidak perlu takut tertipu pembayarannya! > > Bangkitlah Plaza Pos Indonesia! Bangkitlah UKM kita! (*) > > Dahlan Iskan > Menteri BUMN > > shared via http <http://feedly.com>:// <http://feedly.com>feedly.com > > Eko Prasetyo > --------------------------- > Ing Madyo Mangun Karso > > -- > ========== > > INDOSAT SUPER 3G plus > http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus > --------------------- > ID-Android on YouTube > https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A > -------------------- > Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : > http://www.hostune.com > -------------------- > Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8 > Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id > ========== > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] > Indonesian Android Community " dari Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke id-android+berhenti [email protected] . > > > -- ========== INDOSAT SUPER 3G plus http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus --------------------- ID-Android on YouTube https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A -------------------- Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : http://www.hostune.com -------------------- Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8 Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id ========== --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community " dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke id-android+berhenti [email protected] .
