Kalo bayar listrik dan PDAM saya termasuk pelanggan POS

Kalo e-commerce nya malah baru tahu ada :)

@darma78 | hape Tekan china Desire VC
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
bukakotak.com sensasi unboxing gadgets
On Jul 1, 2013 12:20 PM, "Andi - leo5354" <[email protected]> wrote:

> **
> Sebetulnya selain menggunakan bisnis e-commerce lewat jasa pembayaran PT
> Pos juga sudah menjalankan jasa clearing house secara tidak langsung.
>
> Saya bahkan yakin cukup banyak diantara kita yang juga masih jadi
> pelanggan PT POS utk pembayaran ntah itu telepon, PAM, listrik bahkan
> cicilan sepeda motor.
>
> Hal ini bisa dilihat dari banyaknya antrian pembayaran di setiap kantor
> pos dan paling mencolok di mobil pos keliling.
>
> God made heaven and earth, the rest of all are Made in China
> ------------------------------
> *From: * Eko Prasetyo <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Mon, 1 Jul 2013 07:58:22 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[id-android] WTShare oot: Cum Laude Melalui Clearing House
> Model Ketut
>
> Manteb ini revolusinya pos Indonesia, semoga semakin maju e-commerce
> kita:-)
>
> *Cum** **Laude** **Melalui** **Clearing** **House** **Model** **Ketut*
> http<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut>
> ://<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut>
> dahlaniskan.wordpress.com<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut>
> /2013/07/01/<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut>
> cum<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut>
> -<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut>
> laude<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut>
> -<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut>
> melalui<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut>
> -<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut>
> clearing<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut>
> -<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut>
> house<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut>
> -<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut>
> model<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut>
> -<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut>
> ketut<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut>
>
> Senin, 01 Juli 2013
> Manufacturing Hope 83
>
> Inilah salah satu BUMN yang membuat saya selalu waswas: PT Pos Indonesia.
> Sebuah perusahaan yang praktis kehilangan seluruh basis bisnisnya:
> pengiriman surat dan pengiriman uang.
>
> Surat sudah digantikan e-mail atau handphone. Kartu Lebaran sudah
> digantikan SMS. Pengiriman uang sudah tidak lagi dengan wesel. Sudah
> digantikan dengan hanya satu klik di jasa perbankan atau satu sentuhan di
> handphone.
>
> Bisakah Pos Indonesia mentransformasikan dirinya dari ancaman kematian?
> Berhasilkah direktur utamanya, I Ketut Mardjana, mengomandani perubahan
> arah yang begitu drastis? Bisakah karyawan yang sudah telanjur mencapai
> 25.000 orang itu memahami kenyataan baru? Ataukah kapal induk Pos Indonesia
> itu harus kehilangan arah di lautan luas untuk kemudian tenggelam ke
> dasarnya? Sungguh misi yang beratnya tak tepermanaikan.
>
> Dan hasilnya adalah: Ketut Mardjana lulus dengan predikat summa cum laude!
>
> Mungkin saya berlebihan, tapi saya memang suka terharu melihat orang yang
> berhasil keluar dari kesulitan. Apalagi dalam suasana lingkungan birokrasi
> yang tidak bisa fleksibel seperti BUMN.
>
> Di swasta sering terjadi perusahaan berhasil keluar dari krisis dengan
> melakukan perubahan yang drastis. Perubahan itu bisa dilakukan dengan lebih
> mudah karena fleksibilitas swasta yang hampir tak terbatas.
>
> Sedangkan di BUMN kungkungan peraturannya sering menakutkan. Sungguh tidak
> mudah melakukan transformasi besar di sebuah BUMN.
>
> Kini masa-masa kritis transformasi itu sudah lewat. Badai yang menerpa Pos
> Indonesia sudah berlalu. Gelombang laut sudah reda. Hujan pun tinggal
> rintik-rintik. Sesekali saya masih menerima SMS dari lingkungan dalam Pos
> Indonesia. Tapi, isinya sudah lebih memberikan harapan.
>
> Tentu saya kagum dengan anak buah yang tabah, teguh, dan ngotot seperti
> Ketut Mardjana itu. Saya melihat kian lama kian banyak Dirut BUMN yang
> memiliki keteguhan, ketabahan, dan kengototan seperti itu. Praktis kini
> saya hanya lebih banyak memuji secara terang-terangan daripada memaki di
> dalam hati.
>
> Kunci utamanya, saat mulai menakhodai kapal bocor Pos Indonesia yang lagi
> oleng itu, Ketut tidak ikut mabuk. Dia tetap bisa berpikir jernih bagian
> mana yang harus ditangani dulu. “Modernisasi sistem komunikasi,” ujar Ketut
> yang aslinya orang dengan darah keuangan tersebut.
>
> “Semua kantor pos serentak saya hubungkan dengan satelit. Yang tidak bisa
> ditangani sistem telekomunikasi biasa saya pasangi visat,” tambahnya.
>
> Memang “awak kapal” Pos Indonesia sempat “berontak”. Lulusan Sekolah
> Tinggi Ilmu Keuangan Jakarta yang meraih doktor ekonomi dari Monash
> University Melbourne ini dianggap melakukan pemborosan besar-besaran.
> Langkahnya dinilai bisa menguras keuangan perusahaan yang sudah mulai
> mengering. Tapi, Ketut tidak mundur. Dia sudah telanjur basah.
>
> Ketut sudah telanjur memutuskan pensiun dini dari statusnya sebagai
> pegawai negeri dengan jabatan yang sudah sempat mencapai setingkat direktur
> di Kemenkeu. “Saya harus berhasil,” katanya. “Bayangkan,” kisah Ketut
> kepada saya, “dulunya untuk membayar gaji saja harus jualan aset,”
> ungkapnya. “Orang mau menguangkan wesel tidak ada uangnya,” tambahnya.
>
> Tentu saya bisa membayangkannya. Untung hal itu tidak terjadi di zaman
> awal-awal saya menjadi wartawan. Ketika saya masih menggantungkan hidup
> dari penghasilan saya menulis berita di koran-koran. Waktu itu, setiap
> minggu, saya menerima wesel dari Jakarta. Kadang dari Tempo, kadang dari
> Kompas. Atau dari media lain.
>
> Setiap kali menerima wesel pos, saya langsung naik bemo ke kantor pos di
> Kebon Rojo, Surabaya, untuk menguangkannya. Kadang berboncengan dengan
> istri karena uangnya akan langsung dipakai membeli beras.
>
> Waktu itu kantor pos masih jaya. Selalu ada uang untuk membayar kiriman
> wesel untuk saya. Alhamdulillah, Pos Indonesia kembali jaya. Tidak saja
> sudah menemukan jalan yang benar, tapi juga sudah menemukan jalan tol yang
> lebar.
>
> Yang membuat Ketut mendapatkan summa cum laude adalah ini: berhasil
> mengidentifikasi kekuatan Pos Indonesia yang paling kuat. Apakah itu?
> “Trust!” katanya. Kepercayaan. Saya menyetujuinya 100 persen.
>
> Tidak saja menemukan, Ketut juga akan menggunakan kekuatan utamanya itu
> untuk landasan bisnisnya di masa depan. Memang Pos Indonesia juga memiliki
> kekuatan utama lainnya: network yang luas. Tapi, network saja tidak cukup.
> Gabungan network dan trust itulah yang akan digunakan Ketut untuk masa
> depan cerah Pos Indonesia.
>
> Bagi saya kombinasi network dan trust tersebut sekaligus merupakan
> sumbangan besar untuk Indonesia sebagai negara. Itu akan bisa menutupi
> salah satu kelemahan republik ini di bidang ekonomi: tidak adanya lembaga
> yang berfungsi sebagai clearing house. Akibatnya, bisnis e-commerce tidak
> begitu berjalan di Indonesia.
>
> Orang masih takut membeli barang melalui internet. Takut nomor kartu
> kreditnya disalahgunakan orang lain. Takut penjualnya tidak benar-benar
> mengirim barang yang dibelinya. Takut uangnya hilang begitu saja.
>
> Ketut akan mengatasi tiga ketakutan tersebut sekaligus. Pos Indonesia akan
> membangun mal secara besar-besaran: Plaza Pos Indonesia. Lokasinya di
> langit internet.
>
> Orang bisa membeli barang di Plaza Pos Indonesia. Melakukan pembayaran
> secara online. Uangnya ditahan di Pos Indonesia sampai penjualnya
> benar-benar kirim barangnya. Kalau barang tidak dikirim, pembeli bisa
> mengambil kembali uangnya di kantor pos atau via rekening bank.
>
> Sebaliknya, penjual juga merasa aman karena dijamin Pos Indonesia. Inilah
> bisnis kepercayaan. Pembeli percaya ke kantor pos, penjual percaya ke
> kantor pos. Ketut tidak akan mengambil jasa di transaksi keuangannya. Pos
> Indonesia hanya mengharapkan dari jasa pengiriman barangnya.
>
> Kalau program Ketut ini berjalan, inilah momentum besar bagi pengusaha
> kecil yang serius. Yang mampu membuat produk yang bermutu dengan harga
> bersaing. Tidak perlu sewa mal dan tidak perlu takut tertipu pembayarannya!
>
> Bangkitlah Plaza Pos Indonesia! Bangkitlah UKM kita! (*)
>
> Dahlan Iskan
> Menteri  BUMN
>
> shared via http <http://feedly.com>:// <http://feedly.com>feedly.com
>
> Eko Prasetyo
> ---------------------------
> Ing Madyo Mangun Karso
>
> --
> ==========
>
> INDOSAT SUPER 3G plus
> http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus
> ---------------------
> ID-Android on YouTube
> https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A
> --------------------
> Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi :
> http://www.hostune.com
> --------------------
> Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8
> Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id
> ==========
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android]
> Indonesian Android Community " dari Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke id-android+berhenti [email protected] .
>
>
>
> --
> ==========
>
> INDOSAT SUPER 3G plus
> http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus
> ---------------------
> ID-Android on YouTube
> https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A
> --------------------
> Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi :
> http://www.hostune.com
> --------------------
> Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8
> Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id
> ==========
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android]
> Indonesian Android Community " dari Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke id-android+berhenti [email protected] .
>
>
>

-- 
==========

INDOSAT SUPER 3G plus
http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus
---------------------
ID-Android on YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A 
--------------------
Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : 
http://www.hostune.com
--------------------
Aturan Umum  ID-Android: http://goo.gl/MpVq8
Join Forum  ID-ANDROID: http://forum.android.or.id
==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community " dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke id-android+berhenti [email protected] .


Kirim email ke