Sekedar sharing saja beliau adalah lulusan institut ilmu keuangan yang sekarang menjadi Stan, jadi kalo inget Stan jangan cuma ingat gayus aja ya.. :) On Jul 1, 2013 11:26 AM, "Darma Suyoga" <[email protected]> wrote:
> Kalo bayar listrik dan PDAM saya termasuk pelanggan POS > > Kalo e-commerce nya malah baru tahu ada :) > > @darma78 | hape Tekan china Desire VC > •••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••• > bukakotak.com sensasi unboxing gadgets > On Jul 1, 2013 12:20 PM, "Andi - leo5354" <[email protected]> wrote: > >> ** >> Sebetulnya selain menggunakan bisnis e-commerce lewat jasa pembayaran PT >> Pos juga sudah menjalankan jasa clearing house secara tidak langsung. >> >> Saya bahkan yakin cukup banyak diantara kita yang juga masih jadi >> pelanggan PT POS utk pembayaran ntah itu telepon, PAM, listrik bahkan >> cicilan sepeda motor. >> >> Hal ini bisa dilihat dari banyaknya antrian pembayaran di setiap kantor >> pos dan paling mencolok di mobil pos keliling. >> >> God made heaven and earth, the rest of all are Made in China >> ------------------------------ >> *From: * Eko Prasetyo <[email protected]> >> *Sender: * [email protected] >> *Date: *Mon, 1 Jul 2013 07:58:22 +0700 >> *To: *<[email protected]> >> *ReplyTo: * [email protected] >> *Subject: *[id-android] WTShare oot: Cum Laude Melalui Clearing House >> Model Ketut >> >> Manteb ini revolusinya pos Indonesia, semoga semakin maju e-commerce >> kita:-) >> >> *Cum** **Laude** **Melalui** **Clearing** **House** **Model** **Ketut* >> http<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> >> ://<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> >> dahlaniskan.wordpress.com<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> >> /2013/07/01/<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> >> cum<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> >> -<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> >> laude<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> >> -<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> >> melalui<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> >> -<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> >> clearing<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> >> -<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> >> house<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> >> -<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> >> model<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> >> -<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> >> ketut<http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/07/01/cum-laude-melalui-clearing-house-model-ketut> >> >> Senin, 01 Juli 2013 >> Manufacturing Hope 83 >> >> Inilah salah satu BUMN yang membuat saya selalu waswas: PT Pos Indonesia. >> Sebuah perusahaan yang praktis kehilangan seluruh basis bisnisnya: >> pengiriman surat dan pengiriman uang. >> >> Surat sudah digantikan e-mail atau handphone. Kartu Lebaran sudah >> digantikan SMS. Pengiriman uang sudah tidak lagi dengan wesel. Sudah >> digantikan dengan hanya satu klik di jasa perbankan atau satu sentuhan di >> handphone. >> >> Bisakah Pos Indonesia mentransformasikan dirinya dari ancaman kematian? >> Berhasilkah direktur utamanya, I Ketut Mardjana, mengomandani perubahan >> arah yang begitu drastis? Bisakah karyawan yang sudah telanjur mencapai >> 25.000 orang itu memahami kenyataan baru? Ataukah kapal induk Pos Indonesia >> itu harus kehilangan arah di lautan luas untuk kemudian tenggelam ke >> dasarnya? Sungguh misi yang beratnya tak tepermanaikan. >> >> Dan hasilnya adalah: Ketut Mardjana lulus dengan predikat summa cum >> laude! >> >> Mungkin saya berlebihan, tapi saya memang suka terharu melihat orang yang >> berhasil keluar dari kesulitan. Apalagi dalam suasana lingkungan birokrasi >> yang tidak bisa fleksibel seperti BUMN. >> >> Di swasta sering terjadi perusahaan berhasil keluar dari krisis dengan >> melakukan perubahan yang drastis. Perubahan itu bisa dilakukan dengan lebih >> mudah karena fleksibilitas swasta yang hampir tak terbatas. >> >> Sedangkan di BUMN kungkungan peraturannya sering menakutkan. Sungguh >> tidak mudah melakukan transformasi besar di sebuah BUMN. >> >> Kini masa-masa kritis transformasi itu sudah lewat. Badai yang menerpa >> Pos Indonesia sudah berlalu. Gelombang laut sudah reda. Hujan pun tinggal >> rintik-rintik. Sesekali saya masih menerima SMS dari lingkungan dalam Pos >> Indonesia. Tapi, isinya sudah lebih memberikan harapan. >> >> Tentu saya kagum dengan anak buah yang tabah, teguh, dan ngotot seperti >> Ketut Mardjana itu. Saya melihat kian lama kian banyak Dirut BUMN yang >> memiliki keteguhan, ketabahan, dan kengototan seperti itu. Praktis kini >> saya hanya lebih banyak memuji secara terang-terangan daripada memaki di >> dalam hati. >> >> Kunci utamanya, saat mulai menakhodai kapal bocor Pos Indonesia yang lagi >> oleng itu, Ketut tidak ikut mabuk. Dia tetap bisa berpikir jernih bagian >> mana yang harus ditangani dulu. “Modernisasi sistem komunikasi,” ujar Ketut >> yang aslinya orang dengan darah keuangan tersebut. >> >> “Semua kantor pos serentak saya hubungkan dengan satelit. Yang tidak bisa >> ditangani sistem telekomunikasi biasa saya pasangi visat,” tambahnya. >> >> Memang “awak kapal” Pos Indonesia sempat “berontak”. Lulusan Sekolah >> Tinggi Ilmu Keuangan Jakarta yang meraih doktor ekonomi dari Monash >> University Melbourne ini dianggap melakukan pemborosan besar-besaran. >> Langkahnya dinilai bisa menguras keuangan perusahaan yang sudah mulai >> mengering. Tapi, Ketut tidak mundur. Dia sudah telanjur basah. >> >> Ketut sudah telanjur memutuskan pensiun dini dari statusnya sebagai >> pegawai negeri dengan jabatan yang sudah sempat mencapai setingkat direktur >> di Kemenkeu. “Saya harus berhasil,” katanya. “Bayangkan,” kisah Ketut >> kepada saya, “dulunya untuk membayar gaji saja harus jualan aset,” >> ungkapnya. “Orang mau menguangkan wesel tidak ada uangnya,” tambahnya. >> >> Tentu saya bisa membayangkannya. Untung hal itu tidak terjadi di zaman >> awal-awal saya menjadi wartawan. Ketika saya masih menggantungkan hidup >> dari penghasilan saya menulis berita di koran-koran. Waktu itu, setiap >> minggu, saya menerima wesel dari Jakarta. Kadang dari Tempo, kadang dari >> Kompas. Atau dari media lain. >> >> Setiap kali menerima wesel pos, saya langsung naik bemo ke kantor pos di >> Kebon Rojo, Surabaya, untuk menguangkannya. Kadang berboncengan dengan >> istri karena uangnya akan langsung dipakai membeli beras. >> >> Waktu itu kantor pos masih jaya. Selalu ada uang untuk membayar kiriman >> wesel untuk saya. Alhamdulillah, Pos Indonesia kembali jaya. Tidak saja >> sudah menemukan jalan yang benar, tapi juga sudah menemukan jalan tol yang >> lebar. >> >> Yang membuat Ketut mendapatkan summa cum laude adalah ini: berhasil >> mengidentifikasi kekuatan Pos Indonesia yang paling kuat. Apakah itu? >> “Trust!” katanya. Kepercayaan. Saya menyetujuinya 100 persen. >> >> Tidak saja menemukan, Ketut juga akan menggunakan kekuatan utamanya itu >> untuk landasan bisnisnya di masa depan. Memang Pos Indonesia juga memiliki >> kekuatan utama lainnya: network yang luas. Tapi, network saja tidak cukup. >> Gabungan network dan trust itulah yang akan digunakan Ketut untuk masa >> depan cerah Pos Indonesia. >> >> Bagi saya kombinasi network dan trust tersebut sekaligus merupakan >> sumbangan besar untuk Indonesia sebagai negara. Itu akan bisa menutupi >> salah satu kelemahan republik ini di bidang ekonomi: tidak adanya lembaga >> yang berfungsi sebagai clearing house. Akibatnya, bisnis e-commerce tidak >> begitu berjalan di Indonesia. >> >> Orang masih takut membeli barang melalui internet. Takut nomor kartu >> kreditnya disalahgunakan orang lain. Takut penjualnya tidak benar-benar >> mengirim barang yang dibelinya. Takut uangnya hilang begitu saja. >> >> Ketut akan mengatasi tiga ketakutan tersebut sekaligus. Pos Indonesia >> akan membangun mal secara besar-besaran: Plaza Pos Indonesia. Lokasinya di >> langit internet. >> >> Orang bisa membeli barang di Plaza Pos Indonesia. Melakukan pembayaran >> secara online. Uangnya ditahan di Pos Indonesia sampai penjualnya >> benar-benar kirim barangnya. Kalau barang tidak dikirim, pembeli bisa >> mengambil kembali uangnya di kantor pos atau via rekening bank. >> >> Sebaliknya, penjual juga merasa aman karena dijamin Pos Indonesia. Inilah >> bisnis kepercayaan. Pembeli percaya ke kantor pos, penjual percaya ke >> kantor pos. Ketut tidak akan mengambil jasa di transaksi keuangannya. Pos >> Indonesia hanya mengharapkan dari jasa pengiriman barangnya. >> >> Kalau program Ketut ini berjalan, inilah momentum besar bagi pengusaha >> kecil yang serius. Yang mampu membuat produk yang bermutu dengan harga >> bersaing. Tidak perlu sewa mal dan tidak perlu takut tertipu pembayarannya! >> >> Bangkitlah Plaza Pos Indonesia! Bangkitlah UKM kita! (*) >> >> Dahlan Iskan >> Menteri BUMN >> >> shared via http <http://feedly.com>:// <http://feedly.com>feedly.com >> >> Eko Prasetyo >> --------------------------- >> Ing Madyo Mangun Karso >> >> -- >> ========== >> >> INDOSAT SUPER 3G plus >> http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus >> --------------------- >> ID-Android on YouTube >> https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A >> -------------------- >> Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : >> http://www.hostune.com >> -------------------- >> Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8 >> Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id >> ========== >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] >> Indonesian Android Community " dari Grup Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke id-android+berhenti [email protected] . >> >> >> >> -- >> ========== >> >> INDOSAT SUPER 3G plus >> http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus >> --------------------- >> ID-Android on YouTube >> https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A >> -------------------- >> Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : >> http://www.hostune.com >> -------------------- >> Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8 >> Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id >> ========== >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] >> Indonesian Android Community " dari Grup Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke id-android+berhenti [email protected] . >> >> >> > -- > ========== > > INDOSAT SUPER 3G plus > http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus > --------------------- > ID-Android on YouTube > https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A > -------------------- > Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : > http://www.hostune.com > -------------------- > Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8 > Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id > ========== > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] > Indonesian Android Community " dari Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke id-android+berhenti [email protected] . > > > -- ========== INDOSAT SUPER 3G plus http://www.indosat.com/Personal/Internet/INDOSAT_SUPER_3G_plus --------------------- ID-Android on YouTube https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A -------------------- Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : http://www.hostune.com -------------------- Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8 Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id ========== --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community " dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke id-android+berhenti [email protected] .
