http://m.detik.com/inet/read/2016/04/11/151359/3185034/323/kartu-kredit-pelanggan-zalora-dibobol-rp-14-juta?i992202105


Kasus pembobolan akun pengguna rupanya tidak hanya terjadi di Lazada.
Kejadian serupa juga dialami konsumen toko e-commerce Zalora.

Sang korban mengaku bernama Lai Sulaiman. Kepada detikINET ia menceritakan
kejadian pembobolan akun Zalora miliknya yang mengakibatkan kerugian
belasan juta rupiah.

Pria yang disapa Sulaiman ini mendaftar di Zalora pada 2015. Ia sempat
beberapa kali berbelanja di situs e-commerce anak usaha Rocket Internet
ini.

Sulaiman mengaku sudah beberapa bulan tidak berbelanja lagi. Hingga 5 April
lalu ia mendapatkan SMS dari bank penerbit kartu kreditnya bahwa ada
transaksi yang sukses di Zalora sekitar pukul 03.00 pagi.

"Meski menerima SMS namun limit kartu tinggal sepertiganya," ujarnya.

Sontak ia kaget. Sulaiman pun langsung menelepon costomer service bank.
Namun informasi yang diberikan pihak bank makin membuatnya tercengang.

"Rupanya bukan 1 transaksi, tapi 9 transaksi. Saya pun langsung meminta
pemblokiran dan menyanggah transaksi," tuturnya.

Saat itu Sulaiman berpikir data kartu kreditnya yang dibobol dan bukan
bahwa akun Zaloranya yang dibajak. Meski demikian ia coba mencari tahu
dengan mengubungi pihak costomer service Zalora.

Sulaiman pun mendapat informasi bahwa transaksi dilakukan lewat akunnya.
Belum habis kebingungannya, muncul SMS yang berisi barang pesanan siap
dikirim.

"Saya baru menyadari pembajak telah merubah nama, password dan alamat
pengiriman," katanya.

Ia pun kembali menghubungi customer service Zalora. Perusahaan e-commerce
yang berpusat di Singapura ini langsung menangani masalah tersebut.

"Saat ini sudah 8 order yang berhasil dibatalkan. Tinggal satu lagi masih
menunggu notifikasi. Saya masih mempercayakan ke pihak Zalora untuk proses
tersebut," terang Sulaiman.

Ia berharap Zalora dan e-commerce lain menerapkan verifikasi 3D dengan OTP
jika pembayaran dengan KK. Sebab tidak ada jaminan server tidak di-hack dan
terjadi pencurian user name.

detikINET pun coba mengonfirmasi kasus yang menimpa Sulaiman kepada pihak
Zalora. Berikut adalah penjelasan yang disampaikan oleh Anthony Fung, CEO
Zalora Indonesia, Senin (11/4/2016), terkait masalah ini:

Kami cukup serius menanggapi isu keamanan di Zalora. Website kami dan kartu
kredit konsumen dijamin keamanannya. Kami menggunakan PCI dan Norton
Secured jadi aman dair hacker

Karena itu, ketika kami menerima isu dari Bapak Lai Sulaiman, kami
melakukan pendekatan personal:
1. Kami menghubungi konsumen, membatalkan pesanan dan refund kartu
kreditnya.
2. Kami memiliki sistem keamanan kartu kredit dan pengecekan penipuan yang
ketat. Kami menangani masalah ini dengan memperketat keamanan. Jadi kami
melakukan tambahan pengecekan bila alamat pengiriman berbeda dengan nama
dan alamat yang tercatat di kartu kredit.

-- 
==========
Yuk Download Apps MyTelkomsel
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm
---------------------
Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
Kunjungi  >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke