http://m.detik.com/inet/read/2016/08/10/084544/3272043/328/alasan-mengapa-tarif-interkoneksi-harus-turun

Berikut adalah penjelasan lengkap yang disampaikan Bambang:

Pada dasarnya penetapan suatu tarif bukan issue bisnis (tidak mempergunakan
ilmu bisnis) tetapi issue ilmu ekonomi, jadi penetapan tarif tidak dapat
dikaitkan dengan biaya produksi operator.

Pada dasarnya perhitungan biaya telekomunikasi dapat mempergunakan salah
satu metode, yaitu (1) Historical-Cost Approach, (2) Forward-Looking
Approach, atau (3) Pendekatan Biaya Interkoneksi.

Sementara itu regulator di Indonesia telah menetapkan Forward-looking
Approach sebagai cara untuk menghitung biaya. Pendekatan dengan cara ini
mempergunakan model ekonomi-teknik yang memperhitungkan biaya elemen
jaringan sehingga menghasilkan jasa dengan mempergunakan elemen tersebut.

Model ini menghitung biaya untuk membangun kembali elemen jaringan spesifik
dengan mempergunakan teknologi yang ada, mengasumsikan bahwa biaya operasi
dan modal dimanfaatkan secara efisien.

Model pendekatan ini termasuk (1) Long Run Incremental Cost (LRIC), (2)
Total Service Long Run Incremental Cost (TSLRIC), dan (3) Total Element
Long Run Incremental Cost (TELRIC).

Dalam pada itu berdasarkan kesepakatan bersama dipilih Long Run Incremental
Cost (LRIC). Adapun Long Run Incremental Cost (LRIC) adalah incremental
cost yang timbul dalam jangka panjang dengan tambahan volume untuk produksi
spesifik.

Biasanya LRIC dihitung dengan memperkirakan biaya yang menggunakan
teknologi saat ini dan standar kinerja terbaik yang ada. Pada saat kajian
biaya didasarkan pada biaya operator yang efisien fasilitasnya dan
teknologi yang dipergunakan, biasanya mengacu pada metodologi tipe LRIC.

Selain itu LRIC juga memperhitungkan prediksi kenaikan permintaan di masa
mendatang, sehingga tercipta kondisi penawaran dan permintaan (supply dan
demand) yang menetapkan tarif.

Keberadaan joint atau common cost mengakibatkan jumlah LRIC seluruh jasa
operator akan lebih kecil dari pada biaya total operator. Dengan demikian
operator tidak dapat menutup seluruh biaya.

Regulator dapat memberikan mark up yang ditambahkan ke LRIC atau biaya tipe
LRIC operator untuk membantu operator menutup seluruh biaya.

Hal yang menjadi kelemahan metode ini adalah cara ini dapat
mengakomodasikan ketidakefisienan operasi atau teknologi yang dimiliki
operator incumbent dan melimpahkan ketidakefisienan operator incumbent
tersebut kepada operator yang mendapat interkoneksi.

Hal ini menyebabkan tarif jasa yang diberikan kemungkinan dapat lebih
rendah apabila operator mempergunakan teknologi atau praktik manajemen yang
efisien.

Suatu common practices yang berlaku di sebagian besar negara di dunia,
penetapan tarif telekomunikasi (tarif interkoneksi, tarif terminasi)
menggunakan forward-looking approach.

Model ini menghitung biaya untuk membangun kembali elemen jaringan
spesisfik dengan mempergunakan teknologi yang ada, dengan asumsi bahwa
biaya operasi dan modal dimanfaatkan secara efisien.

Telah disepakati bersama bahwa regulator telekomunikasi Indonesia
mempergunakan pendekatan Long Run Incremental Cost (LRIC) sebagai cara
untuk menghitung tarif.

Sampai dengan tahun 2015, Telkomsel ditetapkan sebagai acuan karena
dianggap operator STBS paling efisien. Namun berdasarkan perhitungan
terakhir, yang telah disampaikan dan diketahui oleh regulator, ada operator
STBS lain yang dinyatakan paling efisien, dimana memiliki tarif
interkoneksi paling rendah, bahkan jauh lebih rendah daripada Telkomsel.

Namun demikian regulator tetap mempergunakan angka perhitungan Telkomsel
sebagai acuan perhitungan tarif telekomunikasi.

Dalam pendekatan LRIC, salah satu faktor utama adalah prediksi kenaikan
permintaan (demand) trafik dan weighted average cost of capital (WACC).
Dengan mempergunakan pendekatan LRIC permintaan trafik yang meningkat
mengakibatkan tarif telekomunikasi berpotensi turun.

Dalam perhitungan dan disampaikan kepada regulator, tarif interkoneksi
Telkomsel adalah sebesar Rp204; angka ini jauh lebih besar daripada angka
yang dimiliki salah satu operator STBS.

Hal ini menyebabkan tarif telekomunikasi menjadi mahal sekali. Apabila
regulator akan tetap mempergunakan angka perhitungan Telkomsel sebagai
acuan yang mengakibatkan sangat tingginya tarif telekomunikasi, maka
konsumer berhak menuntut regulator dan Telkomsel karena menzalimi dan
menyakiti hati konsumer dan bertentangan dengan ayat (3) Pasal 33 UUD, yang
berbunyi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Untuk tidak membuat keadaan semakin silang pendapat dan argumen, serta
mencegah regulator dituduh ikut menzalimi dan menyakiti hati rakyat
consumer, dan apabila regulator tetap mempergunakan metode LRIC seyogyanya
regulator segera melakukan perhitungan ulang tarif interkoneksi dengan
mengacu kondisi operator yang paling efisien.

Hal ini dilakukan dalam upaya operator menetapkan tarif telekomunikasi yang
berdampak untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Sebagai upaya untuk mempromosikan dan mendorong persaingan usaha yang sehat
di industri telekomunikasi seharusnya tarif interkoneksi yang ditetapkan
regulator merupakan tarif batas atas bukan tarif batas bawah. Masing-masing
operator akan menetapkan tarif pungut berdasarkan kondisi setempat
(specific location), tarif pungut tidak dapat one fits size for all.

Dengan skenario ini operator yang memiliki tarif interkoneksi lebih rendah
dibandingkan dengan operator lain akan tetap bertahan, namun adalah salah
satu tugas regulator agar tidak terjadi persaingan usaha saling mematikan
yang menyebabkan ti ji ti beh.

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

---------------------
Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
Kunjungi  >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke