hmm...interesting...kalo tarif internet gimana om ?

Best regards,

Tino Frappucino - Photographer
[email protected] / +62-812-2121-8809

Frappucino Photography





2016-08-10 10:47 GMT+07:00  <[email protected]>:
> Ada info siapa STBS yang paling efisien saat ini?
>
> Kok gak disebutkan secara langsung saja ya?
>
>
>
>
>
> Salam,
> Dindin
>
>
>
> From: Eko Prasetiyo
> Sent: Rabu, 10 Agustus 2016 9:28
> To: id-android
> Subject: [id-android] detikcom | Alasan Mengapa Tarif Interkoneksi Harus
> Turun
>
>
>
> http://m.detik.com/inet/read/2016/08/10/084544/3272043/328/alasan-mengapa-tarif-interkoneksi-harus-turun
>
> Berikut adalah penjelasan lengkap yang disampaikan Bambang:
>
> Pada dasarnya penetapan suatu tarif bukan issue bisnis (tidak mempergunakan
> ilmu bisnis) tetapi issue ilmu ekonomi, jadi penetapan tarif tidak dapat
> dikaitkan dengan biaya produksi operator.
>
> Pada dasarnya perhitungan biaya telekomunikasi dapat mempergunakan salah
> satu metode, yaitu (1) Historical-Cost Approach, (2) Forward-Looking
> Approach, atau (3) Pendekatan Biaya Interkoneksi.
>
> Sementara itu regulator di Indonesia telah menetapkan Forward-looking
> Approach sebagai cara untuk menghitung biaya. Pendekatan dengan cara ini
> mempergunakan model ekonomi-teknik yang memperhitungkan biaya elemen
> jaringan sehingga menghasilkan jasa dengan mempergunakan elemen tersebut.
>
> Model ini menghitung biaya untuk membangun kembali elemen jaringan spesifik
> dengan mempergunakan teknologi yang ada, mengasumsikan bahwa biaya operasi
> dan modal dimanfaatkan secara efisien.
>
> Model pendekatan ini termasuk (1) Long Run Incremental Cost (LRIC), (2)
> Total Service Long Run Incremental Cost (TSLRIC), dan (3) Total Element Long
> Run Incremental Cost (TELRIC).
>
> Dalam pada itu berdasarkan kesepakatan bersama dipilih Long Run Incremental
> Cost (LRIC). Adapun Long Run Incremental Cost (LRIC) adalah incremental cost
> yang timbul dalam jangka panjang dengan tambahan volume untuk produksi
> spesifik.
>
> Biasanya LRIC dihitung dengan memperkirakan biaya yang menggunakan teknologi
> saat ini dan standar kinerja terbaik yang ada. Pada saat kajian biaya
> didasarkan pada biaya operator yang efisien fasilitasnya dan teknologi yang
> dipergunakan, biasanya mengacu pada metodologi tipe LRIC.
>
> Selain itu LRIC juga memperhitungkan prediksi kenaikan permintaan di masa
> mendatang, sehingga tercipta kondisi penawaran dan permintaan (supply dan
> demand) yang menetapkan tarif.
>
> Keberadaan joint atau common cost mengakibatkan jumlah LRIC seluruh jasa
> operator akan lebih kecil dari pada biaya total operator. Dengan demikian
> operator tidak dapat menutup seluruh biaya.
>
> Regulator dapat memberikan mark up yang ditambahkan ke LRIC atau biaya tipe
> LRIC operator untuk membantu operator menutup seluruh biaya.
>
> Hal yang menjadi kelemahan metode ini adalah cara ini dapat mengakomodasikan
> ketidakefisienan operasi atau teknologi yang dimiliki operator incumbent dan
> melimpahkan ketidakefisienan operator incumbent tersebut kepada operator
> yang mendapat interkoneksi.
>
> Hal ini menyebabkan tarif jasa yang diberikan kemungkinan dapat lebih rendah
> apabila operator mempergunakan teknologi atau praktik manajemen yang
> efisien.
>
> Suatu common practices yang berlaku di sebagian besar negara di dunia,
> penetapan tarif telekomunikasi (tarif interkoneksi, tarif terminasi)
> menggunakan forward-looking approach.
>
> Model ini menghitung biaya untuk membangun kembali elemen jaringan spesisfik
> dengan mempergunakan teknologi yang ada, dengan asumsi bahwa biaya operasi
> dan modal dimanfaatkan secara efisien.
>
> Telah disepakati bersama bahwa regulator telekomunikasi Indonesia
> mempergunakan pendekatan Long Run Incremental Cost (LRIC) sebagai cara untuk
> menghitung tarif.
>
> Sampai dengan tahun 2015, Telkomsel ditetapkan sebagai acuan karena dianggap
> operator STBS paling efisien. Namun berdasarkan perhitungan terakhir, yang
> telah disampaikan dan diketahui oleh regulator, ada operator STBS lain yang
> dinyatakan paling efisien, dimana memiliki tarif interkoneksi paling rendah,
> bahkan jauh lebih rendah daripada Telkomsel.
>
> Namun demikian regulator tetap mempergunakan angka perhitungan Telkomsel
> sebagai acuan perhitungan tarif telekomunikasi.
>
> Dalam pendekatan LRIC, salah satu faktor utama adalah prediksi kenaikan
> permintaan (demand) trafik dan weighted average cost of capital (WACC).
> Dengan mempergunakan pendekatan LRIC permintaan trafik yang meningkat
> mengakibatkan tarif telekomunikasi berpotensi turun.
>
> Dalam perhitungan dan disampaikan kepada regulator, tarif interkoneksi
> Telkomsel adalah sebesar Rp204; angka ini jauh lebih besar daripada angka
> yang dimiliki salah satu operator STBS.
>
> Hal ini menyebabkan tarif telekomunikasi menjadi mahal sekali. Apabila
> regulator akan tetap mempergunakan angka perhitungan Telkomsel sebagai acuan
> yang mengakibatkan sangat tingginya tarif telekomunikasi, maka konsumer
> berhak menuntut regulator dan Telkomsel karena menzalimi dan menyakiti hati
> konsumer dan bertentangan dengan ayat (3) Pasal 33 UUD, yang berbunyi untuk
> sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
>
> Untuk tidak membuat keadaan semakin silang pendapat dan argumen, serta
> mencegah regulator dituduh ikut menzalimi dan menyakiti hati rakyat
> consumer, dan apabila regulator tetap mempergunakan metode LRIC seyogyanya
> regulator segera melakukan perhitungan ulang tarif interkoneksi dengan
> mengacu kondisi operator yang paling efisien.
>
> Hal ini dilakukan dalam upaya operator menetapkan tarif telekomunikasi yang
> berdampak untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
>
> Sebagai upaya untuk mempromosikan dan mendorong persaingan usaha yang sehat
> di industri telekomunikasi seharusnya tarif interkoneksi yang ditetapkan
> regulator merupakan tarif batas atas bukan tarif batas bawah. Masing-masing
> operator akan menetapkan tarif pungut berdasarkan kondisi setempat (specific
> location), tarif pungut tidak dapat one fits size for all.
>
> Dengan skenario ini operator yang memiliki tarif interkoneksi lebih rendah
> dibandingkan dengan operator lain akan tetap bertahan, namun adalah salah
> satu tugas regulator agar tidak terjadi persaingan usaha saling mematikan
> yang menyebabkan ti ji ti beh.
>
> --
> ===========
> Install #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
> https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm
>
> ---------------------
> Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
> Kunjungi >> http://bassaudio.net
> ----------------------
> Kontak Admin, Twitter @agushamonangan
> -----------------------
> FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id
>
> Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT
>
> ==========
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "[id-android] Indonesian
> Android Community" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
> email ke [email protected].
> Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.
>
>
>
> --
> ===========
> Install #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
> https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm
>
> ---------------------
> Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
> Kunjungi >> http://bassaudio.net
> ----------------------
> Kontak Admin, Twitter @agushamonangan
> -----------------------
> FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id
>
> Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT
>
> ==========
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "[id-android] Indonesian
> Android Community" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
> email ke [email protected].
> Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

---------------------
Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
Kunjungi  >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke