Saya sampe skrg koe ga bisa yah screenshot pake hand gesture

Sent from my Samsung Galaxy smartphone.
-------- Original message --------From: Hilmy Irfan <[email protected]> Date: 
03/02/2018  09:04  (GMT+07:00) To: [email protected] Subject: 
[id-android] WTI: Review Samsung Galaxy A8 2018, User eXperience-nya Bikin 
Betah 


Izin share review ponsel yang ini ya. 

Unboxing Video:https://www.youtube.com/watch?v=uYFFqepJ79Q

Review video:https://www.youtube.com/watch?v=xrZ-Vs7sQbw

Artikel di 
blog:http://www.gontagantihape.com/2018/02/review-samsung-galaxy-a8-2018-user.html
----


Samsung Galaxy A8 2018 adalah smartphone Samsung dengan Infinity Display yang 
paling terjangkau saat ini. Tak hanya paling terjangkau, ini juga adalah ponsel 
pintar yang paling tergenggam. Maksudnya paling nyaman digenggam hehe, dimensi 
layar-nya yang 5,6 inch saja, rasanya pas sekali di tangan saya.
Jarang-jarang saya membeli smartphone Samsung jika bukan buat istri saya yang 
dari sejak jaman pacaran dulu ngga pernah ganti merk hape. Tapi Galaxy A8 2018 
ini rasanya koq ya terlalu pas dengan semua kebutuhan saya.


Memangnya apa saja sih yang saya lihat cocok dari smartphone ini, kita buat 
daftarnya saja ya.
1. Tentu saja Infinity Display-nya, saya rasanya sudah terlalu nyaman dengan 
rasio layar memanjang ini.
2. Selain masalah rasio, panel layar super AMOLED Samsung memang bikin kangen. 
Always-on Display-nya itu lho, bikin up to date terus.
3. Kayanya tadi sudah dibahas, dimensi layarnya yang ngga kegedean, pas banget.
Hmmm, dari satu sampai tiga layar semua yah, haha. Tenang, yang keempat ini 
bukan soal layar koq.
4. Adalah ketersediaan NFC, di jaman serba cashless seperti ini, rasanya 
penting banget, buat sekedar cek saldo e-money, atau bahkan isi ulang, semua 
bisa dilakukan dari mana saja kalau punya smartphone dengan NFC seperti ini.
5. Slot lengkap, dua slot untuk sim-card dan satu slot ekspansi memory adalah 
sebuah advantage yang bermanfaat bagi saya yang senang menyalin file-file video 
dari laptop ke hape. Dengan slot micro-SD dedicated seperti ini, rasanya 
kapasitas memory bawaan Galaxy A8 2018 yang hanya 32 GB jadi bukan masalah lagi 
ya.
Alasan lainnya sebetulnya sangat lebih subjektif lagi, seperti peletakan port 
audio di sisi bawah, penggunaan bahan backcover kaca yang tak membuat khawatir 
saat bergesekan dengan cincin di jemari saya, sampai mudahnya mengambil 
screenshot yang cukup dengan menyapukan telapak tangan kita di layar ponsel ini 
saja. Ya maklum, banyak share layar ponsel saya ke social media nih, heuheu.
Itu adalah hal-hal yang sudah saya rasakan kegunaannya dalam awal-awal 
pemakaian Galaxy A8 2018 ini. Dan semakin lama menggunakan smartphone ini, saya 
makin mengerti kenapa istri saya dan mungkin juga banyak orang lain memilih 
ponsel buatan brand Korea ini.
Alasannya simple sebetulnya, User Experience.
Banyak yang menyepelekan masalah ini demi mengejar harga produk yang lebih 
murah, tapi bagi saya yang kesibukannya banyak sekali ditunjang oleh penggunaan 
smartphone, UX adalah sesuatu yang sangat penting.
Ini bocoran saja ya, di kantor saya bekerja di group UX dan Product Management, 
jadi jangan anggap remeh penilaian saya mengenai sisi yang satu ini.
Sepenilaian saya, grace UX ini salah satu UX yang sudah matang di antara 
beberapa custom UI Android yang pernah saya coba. Wajar, pengguna smartphone 
Samsung kan banyak, sehingga data sampling untuk UX research mereka pasti lebih 
akurat.
Sebagai contoh, untuk layar 18,5:9-nya, Samsung sudah menyediakan fitur yang 
dapat membuat aplikasi yang belum support untuk dipaksa tampil memenuhi layar. 
Dan untuk mengembalikannya seperti semula, tak perlu masuk ke menu setting lho, 
cukup masuk ke recent apps, lalu tekan icon di kanan atas dari card aplikasi 
yang kita inginkan. Ini serius, benar-benar contoh penerapan UX yang baik, 
menurut saya.
Tentunya UX yang baik juga harus ditopang oleh hardware yang mendukung. Nah, 
Samsung Galaxy A8 2018 ini menggunakan dapur pacu besutan Samsung sendiri, 
yaitu Exynos 7 Octa, tepatnya Exynos 7885 yang sudah memiliki fabrikasi 14nm. 
Maka jangan heran meskipun performanya kencang, Samsung Galaxy A8 2018 ini 
memiliki daya tahan baterai yang tegrolong awet. Patut diingat selama 
pengujian, saya menyalakan fitur Always-on Display selalu lho!


Rata-rata dalam satu kali pengisian daya, Galaxy A8 2018 mampu bertahan dari 
pagi hingga malam atau sekitar 15 jam dengan penggunaan intens. Sementara di 
saat saya cukup sibuk bekerja di kantor, baterainya dapat melenggang menembus 
24 jam sebelum minta diisi ulang.
Saya melanjutkan kesenangan saya bermain game Destiny 6 di smartphone ini, dan 
gameplay-nya terbilang selalu lancar, dan tak sampai membuat body ponsel demam 
walau bermain cukup lama. Yah, saya sih paling lama main game sejam lah.
 

Oh ya, satu yang mungkin jarang ditemukan di ponsel lain saat ini, Samsung 
Galaxy A8 2018 sudah memiliki pressure sensor. Umumnya sensor ini dapat 
digunakan untuk membantu menentukan ketinggian, jadi kalau nanti 3D maps sudah 
umum digunakan, smartphone ini sudah mendukung.


Sementara, fitur water resistant dengan sertifikasi IP68 tetap hadir, membuat 
kita merasa aman saat terpaksa menggunakan ponsel dalam keadaan basah, semisal 
saat hujan-hujan hendak memesan ojek online.
Fingerprint scanner pada Samsung Galaxy A8 2018 ini memang tidak berada pada 
posisi yang favorable bagi saya yang sering meletakkan smartphone di atas meja. 
Namun, kehadiran face unlock yang tergolong akurat, memberi solusinya. Saya 
cukup ketuk layar 2x, lalu mendekatkan wajah ke atas layarnya, voila, terbuka 
deh. Fingerprint scanner-nya sendiri berada dalam posisi yang sangat natural 
bagi telunjuk saya saat dalam posisi menggenggam ponsel ini. Akurasinya baik, 
dan responsifitasnya juga cukup cepat meski tidak terlalu instant.
Samsung Galaxy A8 2018 ini hadir dengan kamera ganda yang justru terletak di 
sisi depan. Dual front camera 16 MP + 8 MP, dengan aperture f/1.9 yang 
tergolong besar, dan dilengkapi dengan teknologi tetra cell. Jadi di tempat 
minim cahaya tetra cell tech akan membuat hasil foto lebih terang, dan di 
tempat dengan cahaya cukup akan menghasilkan detail yang lebih pada hasil foto. 
Kita bisa memanfaatkannya untuk membuat foto selfie kita lebih stand-out dengan 
mengaburkan latar belakang pada mode live focus. So far saya puas dengan 
kinerja kamera depan ganda ini, membuat saya yang tak begitu suka selfie, jadi 
lebih pede berfoto bareng hehe.
Sementara kamera belakangnya yang sama-sama beresolusi 16 Megapixels juga 
memiliki performa yang tak kalah baiknya. Kedua kamera yang berbeda posisi ini 
mampu bekerja dengan baik dalam kondisi pencahayaan yang tidak terlalu bagus 
[TBC, melihat hasil foto]. Satu yang mungkin dapat dipertimbangkan oleh 
Samsung, agar dapat disediakan mode pro yang bisa membuat user mengatur fokus 
dan shutterspeed manual, agar lebih leluasa memproduksi gambar yang diinginkan.
Lanjut ke perekeman video, smartphone ini dibekali fitur vDis, alias video 
digital image stabilization yang membuatnya asyik digunakan untuk merekam 
berbagai kegiatan kita. Framerate-nya sangat cukup untuk membuat hasil video 
tak patah-patah atau blurry.
Seperti biasa, soal foto dan video ini, lebih baik jika kamu menilainya sendiri 
yah, Sip, nih saya sajikan hasilnya.


Jangan lupakan bahwa pada kamera Galaxy A8 ini Samsung menyematkan juga Bixby 
Vision, yang sejatinya adalah fitur pada flagship mereka. Dengan Bixby Vision 
ini, kita bisa mencari referensi tentang suatu hal atau tempat, cukup dengan 
membidiknya di kamera. Atau sekedar butuh menerjemahkan tulisan, cincai lah 
pake Bixby mah.
Ada harga ada rupa, saya setuju dengan pepatah lama ini. Memang patut diakui 
bahwa Samsung Galaxy A8 2018 ini dijual pada level harga yang premium. Namun, 
selain mendapatkan rupa yang baik, kita juga akan mendapatkan UX yang nyaman 
digunakan sih menurut saya.
Dan User Experience itu mahal, dihasilkan dari riset berulang-ulang, dan 
improvement yang terus menerus.
Dan saat ini, Samsung Galaxy A8 2018 inilah smartphone dengan Grace UX dan 
Infinity Display yang paling terjangkau. Tips dari saya, manfaatkan berbagai 
diskon dan promo e-commerce, atau promo soft launch, agar Anda bisa mendapatkan 
benefit lebih, entah itu berupa diskon, atau bonus hadiah langsung, agar 
smartphone ini makin terasa worth the money.
Sejauh ini, saya sangat nyaman menggunakannya karena ukurannya yang pas banget 
dalam genggaman. Buat kamu yang lebih senang dengan yang serba besar, mungkin 
bisa mempertimbangkan Galaxy A8+ ya, bedanya di ukuran layar yang lebih luas, 
RAM 6 GB, dan baterai yang sebesar 3.500 mAh.
Sekian hasil pengujian Samsung Galaxy A8 2018 yang sudah saya jadikan sebagai 
daily driver saya selama seminggu terakhir. Kurang lebihnya mohon dimaafkan ya 
guys.
Dari Kota Cimahi, Aa Gogon pamit undur diri, wassalam!


Hilmy/* saya suka Gonta Ganti Hape */






-- 

===========

Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

 

----------------------

Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan

-----------------------

FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

 

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

 

==========

--- 

Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" di Google Grup.

Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].

Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke