Selalu suka sama yang review seperti ini.
Keep up the good work!

Salam,
Hakim


On Fri, Jun 29, 2018, 19:05 Hilmy Irfan <[email protected]> wrote:

> Izin share review ponsel yang pastinya beredar secara resmi di Indonesia
> ini ya..
>
> Unboxing video:
> https://www.youtube.com/watch?v=p6O0w335MwI
>
> Review video:
> https://www.youtube.com/watch?v=HLAnHF_Ohco
>
> Artikel di blog:
>
> http://www.gontagantihape.com/2018/06/review-huawei-p20-pro-smartphone-indonesia.html
> ----
>
>
> <https://1.bp.blogspot.com/-HlNzwV58s-g/WzYf8f_LF3I/AAAAAAAAOYc/2cTkQMkN3io-jDm2yfPjn4Yuz67RTaxrgCLcBGAs/s1600/title_video_373r.jpg>
>
>
>
> Kabar baik bagi pecinta smartphone tanah air, terutama bagi saya pribadi,
> Huawei Indonesia memutuskan untuk membawa flagship P-series mereka tahun
> ini ke Indonesia.
>
>
> Dan tak tanggung-tanggung, langsung varian tertingginya yaitu P20 Pro.
> Anda yang punya budget cukup dan bosan dengan smartphone itu-itu saja yang
> sudah dipakai rekan-rekan di pergaulan Anda, saya sarankan untuk menyimak
> video ini sampai habis deh. Biar tahu apakah smartphone ini dengan segala
> karakteristiknya bisa memenuhi kriteria Anda atau tidak.
>
>
>
>
> Huawei adalah produsen smartphone dengan penjualan terbesar ketiga di
> dunia setelah Samsung dan Apple.
>
>
> Sedikit disayangkan memang ada rantai yang terputus dalam pergerakan
> Huawei di Indonesia. Pasca terakhir menjual P9 yang merupakan smartphone
> pertama yang dikerjakan Huawei bersama Leica, Huawei terpaksa membatalkan
> perilisan Huawei P10 karena sudah terlalu dekat dengan cycle perilisan
> device selanjutnya, ya P20 series ini.
>
>
> Entah kenapa, brand yang satu ini nampaknya belum melekat di hati khalayak
> ramai di tanah air. Padahal, sekali saja mencoba produk berkualitasnya,
> bisa jadi Anda akan tahu nilai lebih apa yang dimilikinya, dan ketagihan
> mencobanya lagi dan lagi.
>
>
> Ya, saya sedang menceritakan pengalaman saya sendiri. Saat mencoba Huawei
> P9 Lite sekitar 2 tahun lalu, saya tak berharap banyak sebetulnya. Namun
> hasilnya, selanjutnya saya selalu menantikan kehadiran ponsel-ponsel
> terbaru baik dari Huawei, maupun dari internet brand mereka, Honor.
>
>
> Selepas mencoba P9 Lite, petualangan saya berlanjut dengan Honor 8, Honor
> 6x, Honor 9, Huawei Nova 2, Huawei P10, Honor View 10, Honor 9 Lite, Honor
> 7x, hingga yang terakhir, Huawei Nova 2 Lite. Kebanyakan dari daftar produk
> ini harus saya dapatkan dari e-commerce luar negeri, demi mencoba
> produk-produk yang tak Huawei Indonesia bawa ke mari.
>
>
> Hingga acapkali saya dilabeli Huawei Fans oleh viewers di channel Youtube
> saya ini. Padahal berulang kali juga saya jelaskan, jika saya menyukai
> kualitas produknya setelah mencobanya, bukan fanatisme semata, haha.
>
>
> Dan fakta bahwa Huawei P20 Pro resmi dijual di Indonesia, pastinya jadi
> kabar baik bukan? Dan saya yakin tak hanya buat saya, tengok deh barisan
> komentar bernada positif dari beberapa kali saya posting hasil foto dan
> video dari kamera Huawei P20 Pro ini di Instagram saya.
>
>
> Maka saya pikir tak salah jika DxoMark menghadiahkan skor tertinggi yang
> pernah mereka berikan hingga saat ini, untuk Huawei P20 Pro.
>
>
> Yap, kamera nampak jadi kelebihan utama dari smartphone ini yang
> membuatnya tegak berdiri menatap persaingan di kasta smartphone teratas.
>
>
> Tak hanya dari segi kualitas, kuantitas-nya pun memang dikedepankan oleh
> Huawei. Ini adalah smartphone pertama yang pernah saya uji, yang memiliki 3
> buah kamera di sisi belakang.
>
>
> Jika diurutkan dari paling bawah, lensa pertama adalah lensa yang ditemani
> oleh sensor monokrom dengan resolusi 20 MP. Lanjut ke kamera kedua yang
> merupakan lensa yang berpasangan dengan sensor RGB beresolusi 40 MP, ya
> saya tak salah sebut, 40 MP! Dan lensa paling atas adalah lensa telephoto
> alias zoom, yang memiliki kemampuan zoom optik sebesar 3x dengan sensor
> beresolusi 8 MP.
>
>
> Mungkin sebagian dari Anda sudah pusing duluan dengan penjelasan teknis
> barusan ya, haha. Intinya sih begini, kamera Huawei P20 Pro yang
> bersertifikasi Leica ini, memiliki kemampuan zoom optik 3x, dengan zoom
> hybrid 5x. Sementara sensor monokrom dapat digunakan menghasilkan foto
> Black and White yang artistik, dan juga membantu memberikan data kedalaman
> saat digunakan pada mode bokeh yang pada smartphone Huawei lumrah dinamakan
> wide-aperture. Yap, pemilihan fokus dan pengaturan kadar bokeh-nya pun
> seperti biasa dapat dilakukan setelah foto diambil.
>
>
> Kombinasi sensor RGB dan monokrom ini juga membuat kita dapat memiliki 3
> karakter warna yang dihasilkan, mulai dari normal, vivid, hingga smooth.
> Perbedaan hasilnya dapat Anda lihat pada gambar ini ya.
>
>
> Yang pasti, mode vivid membuat warnanya keluar semua. Saya yakin tak semua
> orang menyukai karakter warna begini, ada yang lebih suka karakter yang
> lebih natural, jadi pandai-pandai memilih mode ya. Kalau soal performanya
> dalam kondisi lowlights sih harap tak usah diragukan lagi.
>
>
> Siapa di sini yang pernah menonton video review Huawei P10 di mana saya
> merekam dari atas delman yang berjalan, dan OIS-nya juara banget meredam
> goncangan? Nah, pada P20 Pro nampaknya melanjutkan tradisi itu. Stabilisasi
> menawan, perpindahan fokus halus, dan auto-metering yang baik membuatnya
> jadi kombinasi yang sangat menyenangkan bagi saya sebagai seorang content
> creator.
>
>
> Performa kamera depannya pun sama menjanjikan. Anda yang senang berselfie
> ria, tak perlu khawatir deh. Resolusinya 24 Megapixels, dengan bukaan lensa
> f/2.0. Bagaimana? Sudah merasa lebih tenang sekarang?
>
>
> Ada baiknya kita saksikan langsung hasil kamera Huawei P20 Pro ini yak,
> biar ada buktinya semua penilaian saya tadi. Mangga atuh sok disimak
> baik-baik lah. Hehe.
>
>
>
>
> Sudah puas dengan kameranya? Sudah bisa memutuskan untuk meminang ponsel
> ini? Saya sarankan Anda lanjut dulu pada pembahasan selanjutnya deh.
>
>
> Ya, ketika harus membahas desainnya, kita akan melihat perubahan drastis
> dari P9 dan P10, di mana backcover metal sudah digantikan oleh bahan kaca
> yang mengkilap nan elegan. Yang saya pakai ini varian warna hitam, di mana
> sebetulnya warna yang banyak ditunggu adalah warna twilight yang katanya
> seperti bunglon karena mampu berubah warna. Saya pun berharap bisa mencoba
> varian warna twilight ini suatu saat, walau yang hitam ini pun sudah begitu
> mempesona bagi saya.
>
>
> Pemilihan material ini memang punya downside berupa bekas sidik jari yang
> cukup mudah tertinggal di backcover ini. Untungnya mudah dibersihkan, dan
> saya sendiri sih prefer pakai case untuk memastikan kemolekannya terjaga,
> termasuk untuk camera bump-nya itu.
>
>
> Jika Anda menggengam Huawei P20 Pro di tangan, akan terasa bobot yang
> mantap, memberikan kesan solid dan premium. Tidak terlalu berat, walau
> memang tak bisa dikatakan ringan.
>
>
> Beralih ke sisi depan, ada dua hal mencolok yang tak ditemukan di ponsel
> Huawei sebelumnya.
>
>
> Pertama tentu saja hadirnya notch di sisi atas layar Huawei P20 Pro.
> Tenang saja, notchnya tergolong sangat kecil, di mana Huawei mampu dengan
> pintar menempatkan earpiece berbentuk bulat, LED notification, proximity
> sensor, dan kamera depan dalam space seminim itu. Dan jika Anda tetap tak
> dapat menerimanya, notch ini bisa disamarkan dengan membuat bagian di sudut
> kiri dan kanan menjadi hitam sehingga tak nampak lagi. Patut diakui bezel
> bagian atas layar Huawei P20 Pro ini sedikit lebih tebal dibanding bezel di
> samping.
>
>
> Kedua adalah panel layar yang digunakan. Ya, P20 Pro sudah menggunakan
> panel AMOLED yang selain memiliki reproduksi warna yang sangat hidup, juga
> memungkinkan kita menampilkan fitur always display information, tanpa
> menguras baterai.
>
>
> Bergeser ke bagian dagu ponsel, kita akan melihat fingerprint sensor
> berada pada posisi favorit saya. Yap, jarang-jarang memang ponsel dengan
> rasio layar 18,7 : 9 seperti ini masih memiliki pemindai sidik jari di sisi
> depan. Akurasi dan responsifitasnya sendiri jempolan lah, cepat dan
> presisi. Tak hanya itu, P20 Pro pun sudah punya kemampuan face unlock yang
> berkat large aperture pada kamera depannya, mampu berjalan baik di segala
> kondisi. Serius, segala kondisi, karena saya pernah menggunakannya di dalam
> kamar yang gelap, dan cahaya dari layarnya sudah cukup untuk membantu agar
> pemindaian wajah sukses dilakukan.
>
>
> Satu hal yang cukup disayangkan, Huawei memutuskan meniadakan port audio
> 3,5 mm pada ponsel ini. Anda yang memiliki earphone atau headphone berkabel
> dipersilakan menggunakan adapter yang diberikan pada paket penjualan.
>
>
> Loudspeaker-nya sendiri memiliki output yang sangat jernih dan bertenaga.
> Mau disetel dengan volume paling kencang sekalipun, suaranya tetap enak
> didengar. Detailnya tak hilang meskipun powernya terasa sekali.
>
>
> Oh ya jadi teringat, beberapa waktu lalu ada yang menanyakan kepada saya,
> smartphone flagship kekinian apa yang masih memiliki infrared blaster agar
> dapat digunakan sebagai pengganti remote control. Lalu ada juga yang
> bertanya, flagship apa yang baterainya besar.
>
>
> Kini saya punya jawabannya. Yap, dua hal tersebut dimiliki oleh Huawei P20
> Pro. Smartphone ini punya infrared blaster, dan baterainya sebesar 4.000
> mAh. Baterai sebesar ini nyaris selalu mampu dibawa menembus satu hari satu
> malam. Dalam konsisi terhemat bahkan mencapai 34 jam dalam sekali pengisian
> daya saja, dengan screen-on time rata-rata saya sekitar 3-4 jam ya.
> Perhatikan pola penggunaan saya yang jarang menyentuh smartphone di jam
> kerja. Tambahkan fakta bahwa smartphone ini juga mendukung fast charging.
>
>
> Performa bukanlah sesuatu yang patut dipertanyakan pada smartphone
> flagship seperti ini. Skor Antutu Benchmark processor Kirin 970 ada di atas
> 200-ribuan. Dan dengan konsumsi daya yang tergolong hemat membuat saya
> betah bersamanya.
>
>
> Dan kalau Anda cermat, di Top 3 smartphone brand di dunia, ketiganya
> merupakan produsen smartphone yang sudah mampu mendesign processor mereka
> sendiri. Apple dengan A-series Bionicnya, Samsung dengan Exynos-nya, dan
> Huawei dengan HiSilicon Kirin-nya. Mungkin benar memang bahwa performa yang
> optimal akan dihasilkan jika hardware dan software dikembangkan sejalan di
> satu tempat.
>
>
> Dan jadilah saya harus memperkenalkan Huawei P20 Pro ini sebagai daily
> driver saya yang baru. Ironis memang jika menilik nama channel ini adalah
> Gonta Ganti Hape. Umumnya paling lama satu smartphone jadi daily driver
> saya sih 2 bulanan kalau sekarang, heuheu. Coba kita lihat dengan Huawei
> P20 Pro ini ya, kira-kira akan bertahan berapa lama.
>
>
> Saya sadar, ulasan ini terlalu condong ke nada positif yang saya berikan.
> Namun sejatinya, kekurangan ponsel ini memang sangat sedikit, mungkin
> itupun hanya pada ketidakhadiran port audio 3,5 mm yang sebetulnya sudah
> ada solusinya berupa kabel adapter yang sudah ada dalam paket penjualan.
> Satu lagi mungkin harganya ya, saya yakin masih banyak pengguna smartphone
> di Indonesia yang ragu membayar sebanyak delapan digit angka untuk ponsel
> dari Brand ini, padahal seperti tadi saya bilang di awal, jika sudah dicoba
> bisa jadi Anda yang tak bisa melepaskan diri darinya.
>
>
> Pepatah lama juga kan bilang, Tak Kenal Maka Tak Sayang. Jadi cobalah
> dikenali dulu, berbekal rekomendasi dari saya, saya pikir Anda takkan
> menyesal di kemudian hari koq. Posisi ketiga di dunia, dan skor DxoMark
> tertinggi bukankah suatu jaminan lainnya?
>
>
> Hehe, selamat galau deh kalai begitu. Sementara saya menikmati momen
> membuat konten-konten selanjutnya ditemani oleh Huawei P20 Pro
> <http://smarturl.it/LZ_P20PRO> ini.
>
>
> Dari Kota Cimahi, Aa Gogon pamit undur diri, wassalam!
>
>
>
> Hilmy
> /* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com/> */
>
> --
> ===========
> Install #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
> https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm
>
> ----------------------
> Kontak Admin, Twitter @agushamonangan
> -----------------------
> FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id
>
> Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT
>
> ==========
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "[id-android] Indonesian
> Android Community" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.
>

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke