On Sat, 28 Nov 1998, Ridwan wrote:
> Sebab pengalaman saya memperkenalkan linux ke temen-temen... mereka
> selalu bilang begitu..., sehingga mereka selalu saja maunya tanya
> langsung jadi.. step-by-step...
> Padahal di how-to menurut saya udah jelas... (menurut saya loh..). jadi
> saya malah mikir... apa how-to itu terlalu mengasumsikan bahwa yang mau
> pakai linux adalah orang yang udah ngerti komputer....
>
> Mmmhh... ini juga (sepertinya) berlaku untuk how-to dalam bahasa
> indonesia, yang walaupun udah berbahasa nasional kita, tetap banyak
> temen-temen saya yang kurang mudeng dengan istilah-istilah yang ada...,
> misalnya konsol, port, mount.. dll....
>
Tentunya harus ada asumsi tentang standar minimum pengetahuan
tentang sistem komputer yang dipakai dalam menyusun How-to.
Dalam komunitas pemakai sistem berbasis Unix, istilah-istilah
spt. port, socket, dsb. sudah dianggap istilah yg tidak perlu
dijelaskan lagi maknanya.
Adalah tugas pembaca How-to untuk membiasakan diri dengan
istilah-istilah ini. Tinggal kemauan saja ... tokh ada kamus
komputer kalau kesulitas menemukan maksudnya...
> dengan kebanyakan orang.."?? Jadi walaupun kita translasi-kan ke bahasa
> Kalo emang ada kecenderungan seperti ini... saya mao tanya lagi...
> "mungkin ngga' how-to itu kita rubah dengan bahasa yang lebih nyambung
> indonesia... bisa ngga' kita rubah ke bahasa yang lebih familier..
> untuk para pemula sekalipun....?
>
Kalau tidak ada 'minimum knowledge requirement', maka How-to tidak
akan terfokus. Dia akan lebih banyak menjelaskan istilah-istilah
drpd. menjelaskan intinya sendiri.
Kalau untuk pemula (dengan bekal nol ttg Unix), mungkin belajar
dari How-to kurang cocok. Lebih cocok, misalnya, baca-baca buku
semacam '...for Dummies'.
Salam,
Lukito
______________________________________________________________________
Utk berhenti langganan kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Sudahkah anda mencari di arsip? http://www.vlsm.org/linux-archive/
Utk info netiket, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]