At 11:55 25/02/99 +0700, A person called : **Stefanus Wartono**, has written a message, and here is the reply :
>>>>
Saya mengusulkan dari pada "menggantung" terus bukankah lebih baik ditunjuk salah satu sehingga masalah mereka tidak terkatung-katung.
Kasihan mereka, SMU dan sederajat, yang sudah ingin "masuk" ke internet.

<<<<
Masalahnya adalah bagi Indonesia yang masih merupakan negara berkembang, beli alat-alat IT seperti router, server berkapasitas tinggi, link, dsb. dsb. masih mahal apalagi waktu krismon yang membuat US$meningkat.
Jadinya sekarang pakai server yang masih ada sajalah.
Repotnya dengan banyaknya second level domain (SLD) seperti :
go.id
ac.id
co.id
or.id
sch.ac.id
biz.id
dsb. memerlukan beberapa server tersendiri, meskipun sebetulnya disatukan juga bisa, tapi admin kontaknya bisa "modar", dan kalau misalnya servernya sampai down, karena mungkin kurang biaya untuk menambah server baru wah, seluruh site di indonesia bisa menghilang.

Untuk ukuran Indonesia, bandwith T1 (1.5) atau E1 (2M) saja sudah bagus sekali, bahkan seperti CBN yang double E1 (4M), udah terasa wuuuuuuuzzzzzz sekali (kata orang-orang, bukan kata saya, CBN space mailboxnya dibatasi 5 M sih :(.
bayangkan dengan yang di USA, seperti best.net beberapa (sorry lupa) T3 , atau provider lainnya pakai FDDI (Fiber Optik), bisa sampai 1.5 Gbps.

>>>>
Mengenai persyaratan saya mengusulkan:
* Seluruh SMU ke bawah, sampai TK, dan yang sederajat masuk ke sch.ac.id.
* Penamaan diawali dengan kota, jkt-sman1.sch.ac.id, bdg-sman1.sch.ac.id, dst.

<<<<
Untuk penamaan sebaiknya jangan terlampau panjang, karena salah-salah orang malah lebih memanfaatkan free web forwarding, seperti easy.to/
atau fly.to/ , misalnya easy.to/sman1 dsb.

>>>>
* Lembaga kursus non-formal sebaiknya juga dimasukkan ke sch.ac.id agar lebih sederhana KECUALI akan dipisahkan secara tersendiri misalnya tra.ac.id
<<<<
Dipisah ide yang baik, hanya perlu admin kontak lain lagi (meskipun tidak harus), dan DNS server tambahan.
>>>>

* Demikian pula untuk lembaga kursus penamaan juga diawali dengan nama kota sehingga menjadi jkt-lia.tra.ac.id, dps-lpkia.tra.ac.id, dst.
Saat ini pun LIA sudah terlanjur kecemplung ke ac.id sehingga dia sudah punya domain name lia.ac.id padahal dia cuma lembaga kursus yang bahkan belum punya program Diploma.
Kok bisa??????

<<<<
Dia daftarnya mungkin waktu internet indonesia masih baru-baru berkembang, sehingga masih bisa dapat ac.id


-- STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED] START-LANGGANAN: 'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke