Folks,
Soal Ijin WARTEL, sekarang memang masuk via
TELKOM sebelum di-"sah"-kan POSTEL, namun ini
lebih dari masalah *pemberdayaan* TELKOM, istilah
di Internet padanannya adalah POP, krn semua
jaringan yg supply untuk-dan-atas-nama TELKOM,
pengusaha WARTEL hanya sediakan komputer dan
Alat senilai Rp 10jutaan/unit.
Dg kata lain,
Ijin WARTEL bukan policy POSTEL semata, tetapi
lebih dekat ke TELKOM si BUMN itu. WARTEL dr
keterangan di atas, jelas bukan penyelenggara
jaringandari versi UU Telekomunikasi yg Baru sekalipun;
Namun demikian, jika akan membuka penyelenggara
jaringan, bisa juga dilihat *de-facto* laiinya, spt
jaringan PLN, GAS, PERTAMINA etc utk kebutuhan
internal, tetapi aplikasi dan kontribusi jaringannya
bisa sangat berguna bagi Internet Society.
Lain halnya, dengan WARNET, ini malah jelas2 ada
KEPMEN mengenai Penyelenggara Jasa Internet, dimana
para ISP yg berijin dari Pemerintah otomatis bisa membuka
WARNET, misal Dibawah Ijin PJI A, PJI B, etc. Tidak melulu
TELKOM saja. Jadi dari awal, sdh dibuat sangat antisipatif
bagi lahirnya POPs Internet di Indonesia cukup menghubungi
salah satu PJI. Nah..keren kan.
Jadi jika sekarang ada 115ribu WARTEL ingin berubah kelasnya
jadi lebih tinggi yah kerjasama saja dgn ISP jadi WARNET alias
Warung Network. Apa saja jajakan di situ, Aplikasi Internet
sdh pada TAHU kan?. Tinggal tumbuhkan warnet dgn simbol2
salah satu PJI bertebaran diseluruh negri. Asik trafficnya.
Badan Usaha WARTEL mengikuti UU Perseroan dan Koperasi,
karenanya, silahkan ambil DTT.CO.ID.
Salam ahhh...,
-Teddy
http://www.mii.or.id
At 09:33 AM 3/25/00 +0700, Sanjaya wrote:
>> Kalau mau dibikin war.net.id berarti perlu ada perusahaan
>> swasta kayak ISP
>> bernama "WAR" utk memenuhi syarat war.net.id dan semua nama
>> warnet lainnya
>> jadi subdomainnya aja.
>> Adapun utk dibikin level dua warnet.id SAMA SEKALI BELUM PERLU.
>> Warnet bukan institusi yg membutuhkan hal itu krn hanya salah
>> satu jenis
>> usaha yg bahkan belum tentu ada badan hukumnya (ini saja
>> masuk di .CO.ID
>> semua).
>
>Pak Sulis,
>Sebetulnya ini bisa dianggap sama dengan sch.ac.id, di mana tidak
>ada sekolah bernama sch yang menjadi induk dari semua sekolah.
>
>> Rasanya kalau warnet sampau dibikinin domain level dua begitu terlalu
>> berlebihan.
>> Nanti koperasi yg jumlahnya ribuan juga minta dibuatkan
>> domain anu.kop.id...
>> Bagaimana dgn cabang2 usaha lainnya.... Warnet kan cuma salah
>> satu bidang
>> usaha yang tidak besar dan masih subordinat ISP.
>> Kalau konsisten, domain utk bidang usaha kan udah ada .CO.ID dan sudah
>> difleksibelkan dgn web.id.
>
>Mengenai permintaan pasar, memang saya pernah bicara dengan Pak Onno
>Purbo yang buku warnetnya laris banget tentang adanya kebutuhan itu.
>Mungkin ini bisa membantu memberdayaan warnet yang memang merupakan
>kepanjangan tangan dari ISP terutama untuk mereka yang belum mampu
>punya personal account.
>
>Kita memang perlu masukan banyak tentang bagaimana membuat kebijakan
>terutama misalnya untuk penambahan domain tingkat dua. Syaratnya
>sebaiknya bagaimana. Terimakasih atas masukannya!
>
>Sanjaya
>--
>STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
>START-LANGGANAN: 'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
>
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN: 'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]