Masalah broadband, masyarakat pada mampu bayar line gede itu gak?
At 08:21 30/04/00 +0700, you wrote:
>Folks,
>
>Tentu saja Pemerintah punya program, termasuk
>si broadband itu, hanya saja *diplintir* oleh para
>incumbent operator. Dilihat seriusnya, bisa di
>lihat dari perjalanan:
>
>[1] Konsep Nusantara21 [Adimarga];
Omong2 bahasa, istilah ADIMARGA juga kelirumologi, lho....
Maunya sih ikut2an "Information Superhighway".
Tapi elemen bahasanya kurang tuh...
Adi = Super, Marga = Highway
Ngomongnya jadi gak lengkap karena baru nyebut "Superhighway".
Padahal frasa komplitnya kan perlu kata "Information".
Gimana mau maju?
Wong ternyata selama ini nguplek2 Nusantara 21
atawa ADIMARGA, eh, tau2 artinya cuman ngomongin
JALAN TOL biasa! (adi marga = superhigway = jalan tol).
Saya usulkan istilah ADIMARGA itu disempurnakan
dengan melengkapi elemen kata yg identik dgn "Information"
agar frasanya utuh dan pengertiannya tepat, yi. "Information Superhighway".
Kalau tidak bisa dihapus saja.
Sudah terlalu lama aspek bahasa itu scr bawah sadar
membodohi masyarakat Indonesia.
Misalnya ada tulisan "Mall PI".
Otak kebanyakan orang sini kan bacanya "PI Mall".
"Hipnotis" bahasa spt ini membuat kesalahan menjadi wajar,
seperti mata menangkap informasi visual kan sebetulnya terbalik
(spt pada view camera large format).
Tapi krn kebiasaan jadi langsung diterjemahkan spt saat ini.
Jadi kalo kebiasaan salah berpikir bahasa, kudu waspada,
hipnotis bahasa ini skenario negara menguasai psikologis masyarakat
ala Deddy Corbuzier dgn membiasakan ngawur atau apa?
Pokoknya kudu dibenerin lah kalo udah ketahuan salah.
Apalagi ini masyarakat informasi punya istilah, lho.
Jangan sampai deh istilah2 ngawur itu sampe masuk di peraturan2
apalagi Undang-Undang. Jangan membakukan sesuatu yg ngawur gitu.
BTW, udah ada belum sih yg bisikin Pak Menristek masalah pentingnya
IT di Indonesia utk boost perekonomian dgn modal relatif murah?
At least kudu paham lah Pak Menristek itu masalah2 IDNIC.
Apalagi kalo tujuannya dipasang Pak Menristek skr itu biar aplikasi
teknologinya bisa irit dan bernilai tambah tinggi bagi masyarakat
(teknologi yg lebih humanis).
Kudu dimasukin tuh konsep2 pemasyarakatan internet utk irit
telekomunikasi jarak jauh segala ke Pak Menristek.
Cari tambahan pendukung dari birokrasi, lah.
Jadi kalo BUMN2 (Badan Urusan Monopoli Negara) pada protes krn
monopolinya terganggu, biar Bapak2 Menteri itu yg beres2 duluan.
Bagaimana?
Wassalam,
Sulis'tp
>[2] Konsep Telematika, Ketuanya Orang Nomor-2.
>
>Ya itu tadi, Orang KADIN *mekso* menggolkan
>istilah baru namanya Telekomunikasi-Informatika
>di singkat Telematika; padahal istilah ilmiahnya
>itu hanya utk *Telematics* bila diterjemahkan ke
>Bhs Negeri namanya ya Telematika atau Ilmu
>Telematika. Seru ngga? Ternyata di KADIN di
>isi orang incumbet operator yg buta soal ini.
>
>Jadilah perbedaan konsep_dari_awal dari sisi
>terminologi keilmuan
>antara Indonesia vs Universal. Beraat khan, dari
>sini saja faktor penghambatnya muncul di bwh alam
>sadar.
>
>Yaa, jelas beda banget dong antara Telematics
>dan *TELEMATIKA-nya* republik, udah gitu nggak dapet
>Departemen lagi setingkat Mantri. <_0_>. Sigh. Orang
>Perguruan Tinggi mustinya transparant dalam memberikan
>masukan ilmiah, mulai dari *peristilahan*. Hmm, lingkup
>ac.id yah.
>
>Tunggu saja MII.
>
>-Teddy
>
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN: 'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]