>
>Sebelumnya mohon, maaf jika kritik saya tidak berkenan.
>
>Saya sungguh amat sangat prihatin atas kondisi idnic yang sangat primitif
dalam
>hal registrasi. Formulirnya bak kertas biasa dan sama sekali tidak
mencerminkan
>kehidupan di Internet. 
>
>Otomatis saya membandingkan dengan registrasi domain .com, .net .org yang
begitu
>mudahnya, dan ibaratnya anak kecilpun bisa melakukannya. Bahkan sekarang ada
>registrasi domain .com yang benar-benar gratis, tanpa biaya sepeserpun.
Begitu
>juga dengan domain .to yang sebenarnya milik negara Tonga, juga tidak serumit
>registrasi melalui IDNIC. 
>
>Tentunya saya tidak ingin .id ikut digratiskan, akan tetapi kelihatannya
sangat
>bertolak belakang antara registrasi .id dengan domain yang lain.
>
>Saya ingin tahu alasannya, kenapa registrasinya dibuat sedemikian rumitnya,
>sampai-sampai ditanya soal NPWP segala.Bagaimana seandainya saya pribadi
mempunyai
>domain .com ingin menambah domain co.id? Apakah saya harus mendirikan
perusahaan
>terlebih dahulu?. Rasanya kok lucu sekali!. Saya memaklumi untuk
domain-domain
>seperti AC.ID, GO.ID, memang sangat tidak bisa dibuat sembarangan seperti
halnya
>di Amerika.
>
>Saya menulis e-mail ini juga berdasarkan pengalaman, waktu itu saya menjadi
>seorang virtual reseller dari sebuah perusahaan di Amerika. Perusahaan ini
juga
>melayani pendaftaran domain-domain diluar amerika, termasuk domain dari
negara
>masing-masing. Waktu saya mendaftar untuk seorang client (co.id) saya tunggu
>kok lama sekali. 
>Setelah saya lihat di daftar registrar yang ada di perusahaan tersebut,
ternyata
>untuk Inonesia ditangani oleh IDNIC. Padahal form pendaftaran di virtual
reseller
>tersebut tidak meminta NPWP atau badan hukum yang lain. Setelah saya masuk
site
>IDNIC, terkejut sekali melihat formulirnya. Ini kertas atau komputer? Kok
formulirnya
>seperti itu?, sedemikian panjangnya.
>
>OK, saya tidak ingin berpanjang lebar. Saya hanya berharap registrasi domain
>CO.ID bisa dilakukan dengan lebih mudah. Lagi pula apa sih untungnya
menghambat
>maraknya perusahaan dot.co.id di Indonesia. Entah itu perusahaan kaki lima
sampai
>konglomerat. Dari perusahaan yang bersifat religius sampai perusahaan yang
berbau
>adult oriented.
>
>
>Terima kasih 
>
>
>Judi
>____________________________________________________
>Get your free E-mail account at http://www.detik.com
>____________________________________________________
>
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN:  'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke