Urun Rembuk:

JANGAN PERNAH UMUMKAN ALAMAT EMAIL PENTING VIA WEBSITE / MILIS.
Aktifkan hanya register domain via website saja.
Bikin baru alamat-alamat email untuk menampung hasil registrasi ini
setelah alamat yang lama dihapus semuanya (karena telah dikenal oleh 
para spammers dan tercatat dalam database mereka).
Dalam membuat alamat baru, jangan menggunakan alamat email yang umum 
dikenal seperti contact, sales, info, support dan sejenisnya.

Dengan begini pasti si spammers akan kecele karena mereka hanya akan
mendapatkan respon "unknown user" dari server apabila mereka mencoba 
kirim spam ke alamat email yang sudah di hapus ini.
(sediakan alamat untuk menampung bounce / double bounce yang diberi
fasilitas automatic delete setiap waktu tertentu / via cron)

Gantilah kembali apabila alamat email baru inipun telah terintip oleh
spammer, toh tidak akan memasalah karena memang alamat ini tidak 
pernah diumumkan.

Cara awam ini tampaknya telah cukup membantu saya dalam mengatasi
masalah spammer yang juga banyak saya alami.

-----
Fahrizal Razak.

[EMAIL PROTECTED] wrote:

> On Tuesday 16 December 2003 09:11, you wrote:
> > Lho yang di tanya itu mas Yanto atau IDNIC.
> > Koq malah dilempar lagi ke forum???
>
> Kami ingin dengar pendapat dari rekan-rekan. Kan banyak ISP di Indonesia ini
> yang tentunya lebih banyak bereksperimen dan ahli dibidangnya masing-masing.
>
> Tapi baik saya coba jawab beberapa hal yang melatarbelakangi hal tersebut
> diatas sehingga kami menawarkan hal tersebut kepada rekan-rekan antar lain ;
>
> 1. Filtering yang kami lakukan ternyata kurang efektif karena saking banyaknya
> mail yang tidak berguna masuk ke semua email yang tercantum dalam website.
> Jika harus laporin abuse at yang lolos dari filter lebih capek lagi. Pada
> mail saya sendiri setiap hari sudah difilter masih terima ratusan email
> sampah dan itu juga hari sabtu dan minggu sudah saya sempatkan unsubscribe
> jika ada fasilitas unsubscribe pada email yang dikirim.
>
> Tapi mungkin rekan-rekan punya pengalaman tersendiri untuk menanggulanginya ?
>
> 2. Saat ini kami agak kerepotan dalam koreksi email konfirmasi dalam proses
> ubah dan hapus domain. Dengan adanya restrik pada fqdn, reverse dns, etrn dan
> ehlo dan envelope dapat mengetahui dengan jelas asal muasal email yang
> dikirimkan atau dengan kata lain lebih cepat koreksinya.
>
> 3. Kami pernah mendapatkan complain mengenai email palsu dengan diteriaki
> kurang teliti kurang strik dsb.
>
> Ini sedikit melatar belakangi kenapa hal tersebut ditawarkan dan diminta
> pendapat dari rekan-rekan.
>
> Tapi kelihatannya banyak rekan-rekan yang kurang setuju.
> Diskusi masih dilanjutkan sebelum diambil satu kesimpulan oleh team teknis
> kami.
>
> > > > Apakah kalau SMTP pengirim punya reverse DNS, FQDN, ETRN, EHLO, dan
> > > > envelope yang benar PASTI bukan spam?
>
> Belum tentu.
>
> > > > Sebaliknya, kalau tidak punya reverse DNS, FQDN dst, PASTI spam?
>
> Belum tentu juga.
>
> Ayo ada yang pendapat lain..... ? masih terbuka niiiih ...........
>
> -yanto
>
> _______________________________________________
> Idnic mailing list
> [EMAIL PROTECTED]

_______________________________________________
Idnic mailing list
[EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke