Aku kok mikirnya lain yah ?
Atau aku makin gak normal nih !
Aku denger semua pendapat teman, baik di milist ini maupun di luar sana, semua 
menyalahkan pemerintah.
Menurutku sih kita mestinya NGACA diri deh, jangan menyalahkan orang lain dulu.
Coba lihat deh, mayoritas petani sekarang usianya dah TUA. Kenapa, karena yang 
muda gak ada yang mau jadi petani.
Akibatnya, produktivitas rendah. Itulah makanya pemerintah MESTI impor, baik 
beras, kedele, terigu, dll karena pasokan lokal gak cukup.
Jadi kalau segala kita impor, itu WAJAR. Karena impor, so harganya tinggi.
belum lagi masalah alih fungsi lahan dari sawah menjadi mall. Kenapa terjadi ? 
karena petani lebih SILAU melihat duit yang dah di depan mata, so lahannya 
dijual aja daripada mesti capek2 mbajak sawah.
Truss...
Kenapa anak2 muda gak mau jadi petani ? 
Apa karena prospek pertanian gak meyakinkan, karena kebijakan pemerintah gak 
mendukung ?
Apa karena anak muda males dengan kerjaan yang kotor ?
Nah ini yang mesti dianalisis.

Pemerintah membuat kebijakan yang baguuusss sekalipun kalo memang gak ada yang 
mau jadi petani, ya kebijakan tinggal kebijakan. Nah ini yang aku baca dari 
keadaan sekarang kenapa tataniaga kedelai diberikan ke swasta (singkirkan dulu 
prasangka buruk adanya kolusi antar oknum, bagi2 rejeki dari kebocoran 
pengaruran tata niaga kedelai). Karena 'mungkin' pemerintah dah ngerasa ngapain 
ngurusin hal yang ini kalau bisa diserahkan ke swasta (tujuannya 'mungkin' 
memberikan kesempatan pelaku di pasar kedelai termasuk petani untuk lebih 
profesional dan mengikuti mekanisme pasar). Tapi agaknya petani khususnya belum 
siap untuk ini, sementara pemerintah terus 'didesak' untuk bermain dalam pasar 
GLOBAL.
Menyalahkan petani, pasti gak mungkin. Menyalahkan pemerintah, juga gak pada 
tempatnya. mestinya sama-sama cari jalan keluar.
SIALnya, kalau kita lihat dialog di TV justru bukannya mencari jalan keluar 
tapi malah mencari SIAPA yang salah. Padahal yang ngomong tuh dah DOKTOR semua.

pusing kan ??? kita sendiri yang cuma tinggal makan gorengan aja dibikin 
pusing, apalagi para petani yang mesti mikirin mau makan pake apa, bayar utang 
pupuk pake apa. Pak Presiden juga pusing karena disalahin melulu, bukannya 
diberi saran :)

Ada yang kerja di Deptan gak ?  

erika wrote :

Aduh, mengenaskan banget ya, Mega.. Sampai-sampai tukang gorengan pilih bunuh 
diri gara-gara harga kedelai import melambung tinggi... Apa jadinya negara 
Indonesia ini.. Padahal tahu dan tempe kan makanan yang bergizi dan harganya 
bisa dijangkau masyarakat menengah ke bawah.. Kalau harga kedela impor tinggi 
bisa-bisa kita malah mengimpor tahu dan tempe dari luar negeri. Apalagi harga 
ayam, daging, dll harganya tinggi juga.. bisa-bisa rakyat Indonesia bisa pada 
kelaparan semua. Bagaimana nih, pemerintah RI mengatasi masalah ini??

Salam,

Erika Dwi Kustanti
*ygprihatindgnkeadaandiindonesia*

Kirim email ke