Tul, kalo naik motor bisa boncengan. Laah kalo naik angkot mo mbonceng dimana ??
before :
hmmm.... gw setuju sama bro Ronal aja deh... masih lebih enak naik motor
daripada angkot...
On 1/24/08, Ronal Baharuddin Hutagaol <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kayaknya saya kurang sependapat nih (boleh dong punya pendapat)
Pernyataan Pertama: Siapa bilang gak perlu waspada, sudah banyak berita
tentang pencopetan didalam angkot, bahkan perampokkan terang-terangan. Kalau
tidur... apalagi... Dulu pengalaman naik angkot pasti barang berharga (seperti
HP) pura2 gak punya, biar disangka orang susah dan berpakaian ala kadarnya aja.
Kenapa sampai saat ini banyak orang2 lebih memilih punya kendaraan sendiri
ketimbang naik kendaraan umum, karena faktor keamanan, kenyamanan dan
keselamatan. Coba aja tanya sama rekan2 ilisteners yang punya kendaraan
pribadi, tanya sama mereka kenapa sampai sekarang mereka tetep memilih
kendaraan pribadi dibanding kendaraan umum walaupun kondisi jakarta yang luar
biasa macet.
Pernyataan Ketiga: Hemat biaya... siapa bilang.... Dikantor g sekarang kalau
gw naik angkot total2nya habis 14rb PP untuk ongkos setiap harinya, nah saat
sekarang pake kendaraan bermotor hanya 4000-an kalau pake premium dan 6000-an
kalau pake SHELL. Jadi, pilih mana (kalau saya sih pilih naik kendaran bermotor
roda 2 aja)
Pernyataan Keempat: bisa ngamatin pengendaraan bermotor lain. G sering
klaksonin Metromini, Angkot bahkan tukang Ojek yang ngetem di pinggir jalan
yang bikin macet dimana-mana....
----- Original Message -----
From: Jimin
To: [email protected]
Sent: Wednesday, January 23, 2008 5:55 PM
Subject: [IListeners] 5 Keuntungan Naik Angkot
Pertama, anda bisa istirahat, nggak perlu musti terlalu waspada dan mawas
diri, karena bukan anda yang ngendaliin kendaraannya. Dan bahkan anda bisa
sambil tidur.. inget, bisa tidur diangkot adalah merupakan prestasi tersendiri,
itu menunjukkan bagaimana anda menikmati hidup..
Kedua, anda bisa ngeliat orang-orang baru di sekitar anda sekaligus
aromanya. Sebab jarang sekali di angkot anda menemukan orang yang sama, kecuali
itu angkot langganan. Nemuin bermacam-macam orang dengan dandanan, aroma dan
prilaku yang berganti-ganti, membuat anda nggak bosen. Apalagi Jakarta, semua
macam orang juga ada. Ini lumayan lah, apalagi ada yang seger-seger..
Ketiga, lebih hemat..
Hemat biaya pastinya bukan hemat waktu. Anda hanya bisa pasrah ditengah
kemacetan, dan anda juga bisa melatih kesabaran ketika angkot yang anda
tumpangi nge-tem disuatu tempat.
Keempat, bisa ngamatin pengendara motor dari perspektif yang berlawanan
dengan anda selama ini. Biasanya kalau anda yang bawa motor, dan sekarang anda
ngamatin orang naik motor dari angkot. Ternyata nyebelin juga ngeliat
pengendara-pengendara liar, salip sana salip sini, kasih klakson kenceng.
....Tapi kok beda ya kalo anda lagi naik motor? ....dengan ketidak nyamanan
anda diantara knalpot mobil-mobil itu, maka anda berusaha semampu anda gimana
caranya biar bisa nyelip sana nyelip sini dan nyampe rumah, meski menghalalkan
segala cara..
Kelima, bisa nyari kenalan baru.. cewe-cewe yang ngangkot searah dengan
anda, nanya kuliah di mana, kerja di mana, tinggal di mana, nomer telpon, dan
akhirnya bisa main ke rumah dll..