yup bener mas bro, d jakarta banyak sekali lokasi2 yg berubah fungsinya, dari resapan air menjadi pertokoan or perumahan. dan yg paling50x g sebel dari pemerintah gak pernah mau d salahkan and gak pernah ada kata maaf kepada warga sekitar. dan juga jangankan tuk penangulangan banjir, tuk action for after banjir ajeh lambretong bangeeeeet
2008/2/4 Ronal Baharuddin Hutagaol <[EMAIL PROTECTED]>: > yUP benar sekali pendapat anda... > Anda pernah lihat yang dimanggari ada alat berat untuk angkutin sampah > yang menumpuk akibat masyarakat yang membuang sampah sembarangan... itu juga > salah satu peran penting dari pemerintah. > Mengeruk kali, membersihkan hulu, memperbaiki tanggul2, membangun waduk, > membersihkan/mentertibkan warga di pinggir kali, dll. > Satu kesalahan Pemerintah Pusat atau Daerah adalah mengijinkan pembangunan > perumahan di wilayah resapan air. > 1. Kelapa Gading... merupakan daerah resapan air, menurut teman saya, dulu > daerah ini adalah resapan air yang sangat luas, tapi karena sesuatu hal > (dengan foto udara) akhirnya daerah ini berubah menjadi perumahan. > 2. PIK (Pantai Indah Kapuk), juga awalnya merupakan resapan air > 3. PLUIT > dan masih banyak lagi perumahan2 yang dibangun di wilayah resapan air. > > Satu contoh, saya ambil di wilayah PIK, memang perumahan tersbut tidak > banjir karena sudah diuruk, tapi apakah akibatnya ketika sudah diuruk... > berarti air terhalang langsung masuk kelaut, tapi bisa bayangkan akibat > terhalangnya air yang akan masuk kelaut itu akan tergenang dan perumahan2 > diwilayah sekitar PIK bahkan diwilayah kali/sungai akan terendam. Itulah > yang membuat jakarta semakin hari semakin tinggi saja. Air dihalangi oleh > perumahan2 yang telah diuruk lahannya.... Bahkan diwilayah BSD juga seperti > itu, memang perumahan BSD tidak banjir karena sudah di uruk sekian meter, > tapi bisa bayangkan penduduk disekitar perumahan tersebut???? > > Kayaknya untuk yang satu ini pemerintah harus sudah mulai tegas, boleh ada > pembangunan perumahan tetapi harus dianalisis dulu apakah kedepannya akan > berdampak buruk untuk wilayah disekitarnya??? > > > > > ----- Original Message ----- > *From:* Nothing fast like a fox <[EMAIL PROTECTED]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Monday, February 04, 2008 12:22 PM > *Subject:* Re: [IListeners] Mana FOKE ?! (Jangan Salahkan PEMERINTAH SAJA) > > satu pertanyaan dari saya, jika warga jakarta sudah melakukan hal yg > sangat benar tuk antisipasi banjir (dengan catatan pemerintah tidak punya > program apapun tuk menanggulangi banjir), apakah d jamin jakarta tidak > banjir ? menurut sy prosentasi terbesar tuk menanggulangi banjir adalah > pemerintah, karena jakarta terletak di bawah permukaan laut. contohlah > belanda > > > 2008/2/4 Ronal Baharuddin Hutagaol <[EMAIL PROTECTED]>: > > > Jangan Cuma bisa salahkan Pemerintah. > > > > Kira-kira pernahkah diri kita berkaca, apakah kita pernah menjadi bagian > > dari pembuat bencana atau bagaian dari penanggulangan bencana. > > Sedikit cerita di dekat rumah saya yang kebetulan jarak dari kali > > cipinang sejauh 300meteran. Waktu itu tetangga saya sedang ingin membuang > > sampah, begini percakapan kami: > > > > RBH (Ronal Baharuddin Hutagaol): "Mau dibuang kemana Beh (panggilan > > akrabnya)?" > > Babeh: "Kekali..." > > RBH: "Kenapa kekali, bukannya ada tukang sampah yang lewat 2 hari > > sekali, kenapa gak ditunggu aja.." > > Babeh: "Soalnya dah numpuk, ntar bau lagi.." > > RBH: " Ya... ditunggu aja beh.." > > Babeh: "....??" > > > > Sambil tersenyum dan nada sedikit mengejek saya ngomong gini: > > RBH: "Nahhh... gimana mau jakarta bebas dari banjir kalo rakyatnya masih > > buang sampah sembarangan... jangan cuma salahin pemerintah dong....." > > Babeh: "Kan cuma satu aja..." > > RBH: " Iya kalau babeh sendiri, tapi kalau ada 1jt masyarakat jakarta > > bilang cuma 1 aja.. gimana???" > > > > Tapi sibabeh dengan malu tetep buang sampah sembarangan... > > > > Nah, kembali ke diri kita sendiri.... hal kecil apa yang sudah kita > > lakukan untuk penanggulan becana banjir dijakarta atau minimal disekitar > > kita: > > 1. Apakah kita sudah menyimpan dengan rapi sebelum membuang ketempat > > sampah bekas2 Tisu kita, bekas2 bungkus permen karet, bekas2 permen karet, > > bekas2 kertas, dll > > 2. Apakah kita sudah menyediakan tempat sampah dirumah kita masing2 > > 3. Apakah kita sudah menyiapkan daerah resapan air dirumah kita > > 4. Apakah kita sudah membiasakan membersihkan selokan didepan rumah kita > > agar lancar > > > > Nah... kalau kita masih melakukan hal2 tersebut.. kayaknya kita belom > > pantes lah menyalahkan pemerintah akibat banjir ini..... Jangan cuma > > salah2in pemerintah kalau diri sendiri aja belum ikut mendukung > > penanggulangan banjir. > > > > Jadi......???? > > > > > > > > > > -- > LELAKI SEJATI OPER GIGI TARIK KOPLING > "Berpikirlah Positif, Dunia Akan Tersenyum" > Suzuki Tiger B6770TGB > S2W 117 > HTML 937 > Vilani Tiger Club 0000 > > > -- LELAKI SEJATI OPER GIGI TARIK KOPLING "Berpikirlah Positif, Dunia Akan Tersenyum" Suzuki Tiger B6770TGB S2W 117 HTML 937 Vilani Tiger Club 0000
