Memilih badan sertifikasi untuk mengaudit organisasi anda


Ada banyak sekali badan sertifikasi yang dapat mengaudit organisasi anda dan 
mengeluarkan sertifikat, baik ISO-9001, ISO-14001, ISO/TS-16494 maupun OHSAS 
18001. Memilih badan sertifikasi sebetulnya sama saja memilih pemasok jasa. 



Faktor-faktor yang harus anda pertimbangkan:



  1.. Masalah akreditasi 

Akreditasi dapat dibilang sebagai pengakuan dari sertifikat yang dikeluarkan 
oleh badan sertifikasi. Untuk memperoleh pengakuan ini, badan sertifikasi 
diaudit oleh badan akreditasi. Makin banyak badan akreditasi yang mengakui 
sertifikat yang dikeluarkan makin bagus. Sebetulnya akreditasi ganda itu tidak 
perlu, karena toh semua badan akreditasi memegang standar yang sama dari sumber 
yang sama (IOS). Tetapi yang berkembang sekarang seperti itu. Mungkin masalah 
kredibilitas dari badan akreditasi. 

Anda bisa menanyakan ke badan sertifikasi yang bersangkutan "Akreditasinya dari 
mana saja?" sebagai pengangan, kalau diakreditasi oleh UKAS, itu bagus. Badan 
dari Inggris ini cukup dikenal secara International, sekali lagi, mungkin 
karena kredibilitasnya. 

Seharusnya badan sertifikasi yang beroperasi di Indonesia juga diakreditasi 
oleh KAN (Komite akreditasi nasional) kepunyaan negara kita tercinta.



  2.. Pengalaman perusahaan 

Pengalaman perusahaan bisa dilihat dari daftar client badan sertifikasi 
tersebut. Siapa saja yang pernah memakai jasa badan sertifikasi tersebut? 



  3.. Kompetensi personil - dalam hal ini auditor yang dimiliki oleh badan 
sertifikasi. Ini faktor yang sangat penting. Sayangnya kebanyakan perusahaan 
tidak terlalu memikirkan faktor ini waktu memilih badan sertifikasi. Anda harus 
menanyakan siapa saja auditor yang akan mengaudit organisasi anda? Lalu anda 
minta Curriculum vitae auditor-auditor tersebut. Lihat pendidikiannya, lihat 
pengalaman kerjanya, lihat jam terbangnya sebagai auditor. 



Auditor yang baik adalah auditor yang bisa menunjukkan kepada anda 
peluang-peluang perbaikan apa yang bisa dilakukan oleh perusahaan anda, demi 
keuntungan perusahaan anda. Dia 'open minded', fokus pada essensi, bukan 
hal-hal yang sepele.

Auditor yang tidak baik adalah auditor yang hanya bisa menemukan 
kesalahan-kesalahan sepele, dia tidak open minded, dalam arti, dia tidak 
terbuka terhadap segala kemungkinan 'kebenaran' yang lain, selain 'kebenaran' 
menurup persepsinya. Ini bahaya. Bisa-bisa dia membuat anda harus melakukan 
sesuatu yang sebetulnya tidak tepat bagi perusahaan anda. 



Kecerdasan, ketelitian, open minded dan pengalaman adalah faktor yang menurut 
saya sangat penting dalam memilih auditor. Untuk menilai faktor tersebut, anda 
harus melihat dan berhadapan langsung dengan auditornya. Caranya? Minta badan 
sertifikasi agar anda bertemu dulu dengan auditor yang akan mengaudit 
perusahaan anda. Biasanya ini sulit. Kalu tidak bisa, anda bisa memilih badan 
sertifikasi lain, atau harus puas dengan hanya melihat CV-nya. 



  4.. Mutu pelayanan, mencakup kerapihan dalam penjadwalan, pelaporan dan 
aspek-aspek lain yang biasanya termasuk dalam mutu pelayanan seperti pemahaman 
terhadap kebutuhan anda, kecepatan dalam menanggapi kebutuhan dan lain-lain. 

Faktor ini biasanya sulit untuk dinilai sebelum anda merasakan langsung 
pelayanan mereka. Cara yang bisa dambil adalah tanya pada teman-teman anda yang 
pernah memakai jasa mereka.



Ada badan sertifikasi yang membuat jadwal audit, tetapi mendekati hari H jadwal 
harus dirubah karena auditor-nya harus mengaudit ke tempat lain atau karena 
alasan lain. Ini menyebalkan dan anda tidak bisa menerima hal tersebut. Ada 
juga badan sertifikasi yang informasi antar staff didalam organisasi tidak 
sinkron. Ini juga menandakan bahwa mereka tidak mempunyai standar pelayanan 
yang bail. Ada juga badan sertifikasi yang mempunyai proses yang lama antara 
anda dinyatakan lulus dan anda mendapat sertifikat. Hal-hal ini patut ada cari 
informasinya.





Jimin

Kirim email ke