Mba' Indri ....

Memang, kalo auditor nasional.... agar tidak ada NCR, kita perlu "menjamu" di 
restoran yang mahal... misalnya, restoran Jepang. 
Malah pernah ada auditor yg ternyata dulu pernah satu SMP dgn diriku. Alhasil, 
auditnya lancar...car...car...

Ssttt... ini bagian dari strategy management ya...kalo ibu Tiara tau... bisa 
ngomel dia... (^_^)

Jimin



  ----- Original Message ----- 
  From: Indri WP 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, February 19, 2008 4:23 PM
  Subject: [IListeners] Re: Strategy Management: Badan Sertifikasi



  Mas Jimin makasih banyak utk informasinya,

  Bisa mjd masukan buat kita nih mas

  FYI , perusahaan tempat aku bekerja sudah mengikuti akreditasi baik nasional 
maupun internasional. 

  Satu hal yg saya catat dari auditor internasional adalah  Auditor i'ntl tidak 
pernah mau lunch bareng dgn boss kami disini. mereka benar2 tidak mau ada 
"hubungan personal' sedikitpun dgn auditan/kami. Saat  lunch mereka gunakan 
untuk diskusi jg dgn rekan2 mereka.  Unsur2 yg mempengaruhi obyektivitas 
penilaian benar2 mereka "buang". Dinner bareng baru mereka lakukan setelah 
proses audit selesai, dan hasil diumumkan.

   Tapi tidak semua auditor i'ntl  menguasai "areanya" . Ada juga yg kesannya 
hanya sekedar mencari2 kesalahan2 yg sepele...  

  pernah juga ada auditor (nasional)  yg kesannya malah "belajar".... Aku jd 
mikir ini orang mau ngaudit atau mau belajar...  

  tapi pernah ada jg seorang auditor nasional yg bagus, sangat teliti, detail, 
menguasai betul "areanya" dan mengedepankan obyektivitas, shg saat kita minta  
mengaudit lagi, dia menolak, krn sdh pernah 2x mengaudit, takutnya tidak 
obyektive lagi saat menilai.

  benar kata mas Jimin, ada auditor yg menganggap "kebenaran menurut  
persepsinya" lah yg mutlak benar tanpa mau "melihat" lagi 
kebijakan/prosedur/acuan yg kita gunakan. Dan antara auditor dari periode audit 
yg satu dgn periode yg lain  berbeda "persepsinya"....  Ini yg kadang bikin 
kita jadi merasa aneh bin binun.... hehehehe...

  Indri




  --- In [email protected], "Jimin" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >
  > Memilih badan sertifikasi untuk mengaudit organisasi anda
  > 
  > 
  > 
  > Ada banyak sekali badan sertifikasi yang dapat mengaudit organisasi anda 
dan mengeluarkan sertifikat, baik ISO-9001, ISO-14001, ISO/TS-16494 maupun 
OHSAS 18001. Memilih badan sertifikasi sebetulnya sama saja memilih pemasok 
jasa. 
  > 
  > 
  > 
  > Faktor-faktor yang harus anda pertimbangkan:
  > 
  > 
  > 
  > 1.. Masalah akreditasi 
  > 
  > Akreditasi dapat dibilang sebagai pengakuan dari sertifikat yang 
dikeluarkan oleh badan sertifikasi. Untuk memperoleh pengakuan ini, badan 
sertifikasi diaudit oleh badan akreditasi. Makin banyak badan akreditasi yang 
mengakui sertifikat yang dikeluarkan makin bagus. Sebetulnya akreditasi ganda 
itu tidak perlu, karena toh semua badan akreditasi memegang standar yang sama 
dari sumber yang sama (IOS). Tetapi yang berkembang sekarang seperti itu. 
Mungkin masalah kredibilitas dari badan akreditasi. 
  > 
  > Anda bisa menanyakan ke badan sertifikasi yang bersangkutan "Akreditasinya 
dari mana saja?" sebagai pengangan, kalau diakreditasi oleh UKAS, itu bagus. 
Badan dari Inggris ini cukup dikenal secara International, sekali lagi, mungkin 
karena kredibilitasnya. 
  > 
  > Seharusnya badan sertifikasi yang beroperasi di Indonesia juga diakreditasi 
oleh KAN (Komite akreditasi nasional) kepunyaan negara kita tercinta.
  > 
  > 
  > 
  > 2.. Pengalaman perusahaan 
  > 
  > Pengalaman perusahaan bisa dilihat dari daftar client badan sertifikasi 
tersebut. Siapa saja yang pernah memakai jasa badan sertifikasi tersebut? 
  > 
  > 
  > 
  > 3.. Kompetensi personil - dalam hal ini auditor yang dimiliki oleh badan 
sertifikasi. Ini faktor yang sangat penting. Sayangnya kebanyakan perusahaan 
tidak terlalu memikirkan faktor ini waktu memilih badan sertifikasi. Anda harus 
menanyakan siapa saja auditor yang akan mengaudit organisasi anda? Lalu anda 
minta Curriculum vitae auditor-auditor tersebut. Lihat pendidikiannya, lihat 
pengalaman kerjanya, lihat jam terbangnya sebagai auditor. 
  > 
  > 
  > 
  > Auditor yang baik adalah auditor yang bisa menunjukkan kepada anda 
peluang-peluang perbaikan apa yang bisa dilakukan oleh perusahaan anda, demi 
keuntungan perusahaan anda. Dia 'open minded', fokus pada essensi, bukan 
hal-hal yang sepele.
  > 
  > Auditor yang tidak baik adalah auditor yang hanya bisa menemukan 
kesalahan-kesalahan sepele, dia tidak open minded, dalam arti, dia tidak 
terbuka terhadap segala kemungkinan 'kebenaran' yang lain, selain 'kebenaran' 
menurup persepsinya. Ini bahaya. Bisa-bisa dia membuat anda harus melakukan 
sesuatu yang sebetulnya tidak tepat bagi perusahaan anda. 
  > 
  > 
  > 
  > Kecerdasan, ketelitian, open minded dan pengalaman adalah faktor yang menu 
rut saya sangat penting dalam memilih auditor. Untuk menilai faktor tersebut, 
anda harus melihat dan berhadapan langsung dengan auditornya. Caranya? Minta 
badan sertifikasi agar anda bertemu dulu dengan auditor yang akan mengaudit 
perusahaan anda. Biasanya ini sulit. Kalu tidak bisa, anda bisa memilih badan 
sertifikasi lain, atau harus puas dengan hanya melihat CV-nya. 
  > 
  > 
  > 
  > 4.. Mutu pelayanan, mencakup kerapihan dalam penjadwalan, pelaporan dan 
aspek-aspek lain yang biasanya termasuk dalam mutu pelayanan seperti pemahaman 
terhadap kebutuhan anda, kecepatan dalam menanggapi kebutuhan dan lain-lain. 
  > 
  > Faktor ini biasanya sulit untuk dinilai sebelum anda merasakan langsung 
pelayanan mereka. Cara yang bisa dambil adalah tanya pada teman-teman anda yang 
pernah memakai jasa mereka.
  > 
  > 
  > 
  > Ada badan sertifikasi yang membuat jadwal audit, tetapi mendekati hari H 
jadwal harus dirubah karena auditor-nya harus m engaudit ke tempat lain atau 
karena alasan lain. Ini menyebalkan dan anda tidak bisa menerima hal tersebut. 
Ada juga badan sertifikasi yang informasi antar staff didalam organisasi tidak 
sinkron. Ini juga menandakan bahwa mereka tidak mempunyai standar pelayanan 
yang bail. Ada juga badan sertifikasi yang mempunyai proses yang lama antara 
anda dinyatakan lulus dan anda mendapat sertifikat. Hal-hal ini patut ada cari 
informasinya.
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > Jimin
  >



   

Kirim email ke