Mas Jimin makasih banyak utk informasinya,

Bisa mjd masukan buat kita nih mas

FYI , perusahaan tempat aku bekerja sudah mengikuti akreditasi baik
nasional maupun internasional.

Satu hal yg saya catat dari auditor internasional adalah  Auditor i'ntl
tidak pernah mau lunch bareng dgn boss kami disini. mereka benar2 tidak
mau ada "hubungan personal' sedikitpun dgn auditan/kami. Saat  lunch
mereka gunakan untuk diskusi jg dgn rekan2 mereka.  Unsur2 yg
mempengaruhi obyektivitas penilaian benar2 mereka "buang". Dinner bareng
baru mereka lakukan setelah proses audit selesai, dan hasil diumumkan.

  Tapi tidak semua auditor i'ntl  menguasai "areanya" . Ada juga yg
kesannya hanya sekedar mencari2 kesalahan2 yg sepele...  [:)]

pernah juga ada auditor (nasional)  yg kesannya malah "belajar".... Aku
jd mikir ini orang mau ngaudit atau mau belajar...   [:)]

tapi pernah ada jg seorang auditor nasional yg bagus, sangat teliti,
detail, menguasai betul "areanya" dan mengedepankan obyektivitas, shg
saat kita minta  mengaudit lagi, dia menolak, krn sdh pernah 2x
mengaudit, takutnya tidak obyektive lagi saat menilai.

benar kata mas Jimin, ada auditor yg menganggap "kebenaran menurut 
persepsinya" lah yg mutlak benar tanpa mau "melihat" lagi
kebijakan/prosedur/acuan yg kita gunakan. Dan antara auditor dari
periode audit yg satu dgn periode yg lain  berbeda "persepsinya".... 
Ini yg kadang bikin kita jadi merasa aneh bin binun.... hehehehe...

Indri




--- In [email protected], "Jimin" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Memilih badan sertifikasi untuk mengaudit organisasi anda
>
>
>
> Ada banyak sekali badan sertifikasi yang dapat mengaudit organisasi
anda dan mengeluarkan sertifikat, baik ISO-9001, ISO-14001, ISO/TS-16494
maupun OHSAS 18001. Memilih badan sertifikasi sebetulnya sama saja
memilih pemasok jasa.
>
>
>
> Faktor-faktor yang harus anda pertimbangkan:
>
>
>
> 1.. Masalah akreditasi
>
> Akreditasi dapat dibilang sebagai pengakuan dari sertifikat yang
dikeluarkan oleh badan sertifikasi. Untuk memperoleh pengakuan ini,
badan sertifikasi diaudit oleh badan akreditasi. Makin banyak badan
akreditasi yang mengakui sertifikat yang dikeluarkan makin bagus.
Sebetulnya akreditasi ganda itu tidak perlu, karena toh semua badan
akreditasi memegang standar yang sama dari sumber yang sama (IOS).
Tetapi yang berkembang sekarang seperti itu. Mungkin masalah
kredibilitas dari badan akreditasi.
>
> Anda bisa menanyakan ke badan sertifikasi yang bersangkutan
"Akreditasinya dari mana saja?" sebagai pengangan, kalau diakreditasi
oleh UKAS, itu bagus. Badan dari Inggris ini cukup dikenal secara
International, sekali lagi, mungkin karena kredibilitasnya.
>
> Seharusnya badan sertifikasi yang beroperasi di Indonesia juga
diakreditasi oleh KAN (Komite akreditasi nasional) kepunyaan negara kita
tercinta.
>
>
>
> 2.. Pengalaman perusahaan
>
> Pengalaman perusahaan bisa dilihat dari daftar client badan
sertifikasi tersebut. Siapa saja yang pernah memakai jasa badan
sertifikasi tersebut?
>
>
>
> 3.. Kompetensi personil - dalam hal ini auditor yang dimiliki oleh
badan sertifikasi. Ini faktor yang sangat penting. Sayangnya kebanyakan
perusahaan tidak terlalu memikirkan faktor ini waktu memilih badan
sertifikasi. Anda harus menanyakan siapa saja auditor yang akan
mengaudit organisasi anda? Lalu anda minta Curriculum vitae
auditor-auditor tersebut. Lihat pendidikiannya, lihat pengalaman
kerjanya, lihat jam terbangnya sebagai auditor.
>
>
>
> Auditor yang baik adalah auditor yang bisa menunjukkan kepada anda
peluang-peluang perbaikan apa yang bisa dilakukan oleh perusahaan anda,
demi keuntungan perusahaan anda. Dia 'open minded', fokus pada essensi,
bukan hal-hal yang sepele.
>
> Auditor yang tidak baik adalah auditor yang hanya bisa menemukan
kesalahan-kesalahan sepele, dia tidak open minded, dalam arti, dia tidak
terbuka terhadap segala kemungkinan 'kebenaran' yang lain, selain
'kebenaran' menurup persepsinya. Ini bahaya. Bisa-bisa dia membuat anda
harus melakukan sesuatu yang sebetulnya tidak tepat bagi perusahaan
anda.
>
>
>
> Kecerdasan, ketelitian, open minded dan pengalaman adalah faktor yang
menurut saya sangat penting dalam memilih auditor. Untuk menilai faktor
tersebut, anda harus melihat dan berhadapan langsung dengan auditornya.
Caranya? Minta badan sertifikasi agar anda bertemu dulu dengan auditor
yang akan mengaudit perusahaan anda. Biasanya ini sulit. Kalu tidak
bisa, anda bisa memilih badan sertifikasi lain, atau harus puas dengan
hanya melihat CV-nya.
>
>
>
> 4.. Mutu pelayanan, mencakup kerapihan dalam penjadwalan, pelaporan
dan aspek-aspek lain yang biasanya termasuk dalam mutu pelayanan seperti
pemahaman terhadap kebutuhan anda, kecepatan dalam menanggapi kebutuhan
dan lain-lain.
>
> Faktor ini biasanya sulit untuk dinilai sebelum anda merasakan
langsung pelayanan mereka. Cara yang bisa dambil adalah tanya pada
teman-teman anda yang pernah memakai jasa mereka.
>
>
>
> Ada badan sertifikasi yang membuat jadwal audit, tetapi mendekati hari
H jadwal harus dirubah karena auditor-nya harus mengaudit ke tempat lain
atau karena alasan lain. Ini menyebalkan dan anda tidak bisa menerima
hal tersebut. Ada juga badan sertifikasi yang informasi antar staff
didalam organisasi tidak sinkron. Ini juga menandakan bahwa mereka tidak
mempunyai standar pelayanan yang bail. Ada juga badan sertifikasi yang
mempunyai proses yang lama antara anda dinyatakan lulus dan anda
mendapat sertifikat. Hal-hal ini patut ada cari informasinya.
>
>
>
>
>
> Jimin
>


Kirim email ke