Fw: "APA KATA HAMKA MENGENAI AHMADIYAH DAN YANG SEJENISNYA" (1)
Assalamu'alaikum wr. wb., Sebuah kutipan dari buku HAMKA untuk teman-teman [EMAIL PROTECTED] Buku Acuan: HAMKA (Hadji 'Abdulmalik bin Abdulkarim Amrullah), 1956, "Peladjaran Agama Islam," Penerbit "Bulan-Bintang," Djakarta, Tjetakan Pertama. Catatan ([EMAIL PROTECTED]): "APA KATA HAMKA MENGENAI AHMADIYAH DAN YANG SEJENISNYA" (1) halaman 191 TAK ADA NABI SESUDAH MUHAMMAD Tak ada lagi nabi sesudah Muhammad,dan tidak ada rasul.Baik nabi yang akan dinamai "pengiring" Muhammad, atau nabi yang membawa syariat baru. emikian kepercayaan Ummat sejak Quran diturunkan. Nabi Muhammad pun bersabda: "Tidak ada nabi lagi sesudahku." Tak ada nabi atau rasul lagi, sebab tidak ada SOAL lagi. Soal apa lagi yang akan dibawa oleh nabi yang baru? Sedang masyarakat manusia sudah lebih maju, dan ada jalan kesanggupan buat mencari Kebenaran Tuhan Yang Maha Esa dan Kuasa dengan sendirinya. Bukan saja Quran, bahkan kitab Taurat dan Injil dan Zabur telah dicetak bermilliun banyaknya. Meskipun menurut kepercayaan Islam, dalam Quran telah terkumpul intisari dari kitab-kitab terdahulu itu. Memang! Manusia senantiasa maju dalam mencari Ilmu pengetahuan. Senantiasa maju didalam mencari rahasia isi bumi, bahkan bulan dilangitpun telah diselidiki orang.Tentang kemajuan disudut ini, tidaklah ada diantara kita yang membantahnya. Tetapi bagaimanapun kemajuan Ilmu pengetahuan, namun inti dari ilmu pengetahuan itu sudah ada dalam ajaran Tauhid, yang sudah genap diajarkan oleh Muhammad. Inti kepercayaan kepada Tuhan sudah cukup, tidak perlu tambahan lagi dari orang yang mengatakan dirinya nabi atau dikatakan oleh pengikutnya nabi. halaman 191 PERCOBAAN MENGAKU NABI LAIN SESUDAH MUHAMMAD Berkali-kali telah dicoba orang juga mendakwakan dirinya Nabi pula, ada yang sengaja hendak menandingi Muhammad, dan ada pula yang mengatakan syariat Muhammad telah putus, sebab nabi baru telah datang membawa syariat baru. Dan ada pula yang mengatakan bahwa dia, atau guru ikutannya, adalah nabi pula sesudah Muhammad. Tetapi bukan membawa syariat baru. Kedatangannya hanyalah hendak menyempurnakan syariat Muhammad saja. Berkali-kali orang seperti ini telah datang, tetapi kemudian ternyata seruannya hilang saja, tidak hidup. Karena kebesaran Tauhid ajaran Muhammad menelan habis satu percobaan yang lain. Nabi-nabi dusta tumbang dengan sendirinya, tidak dapat berurat di bumi ini. Mereka gagal,karena dustanya, dan karena soal yang dibawanya itu tidak cukup satu seperseratus dari soal Nubuwwat Muhammad. AL-BAB, BAHAULLAH DAN GHULAM AHMAD Di Iran (Persia), sangatlah berpengaruh Mazhab Syiah. Mazhab ini pada mulanya adalah satu faham politik yang timbul karena membela hak Ali ibn Abi Thalib menjadi kalifah. Kaum Syiah terbagi menjadi tiga golongan besar yaitu Kisaniyah, Ismailiyah dan Itsna' Asyriyah. Ketiganya mempunyai kepercayaan bahwa Imam mereka yang akhir adalah ghaib dari dunia dan kelak akan datang lagi ke dunia. Kaum Kisaniyah percaya bahwa yang ghaib itu adalah Muhammad Ali Hanafiah. Sekarang dia masih sembunyi di salah satu gua di gunung Ridhwan. Ismailiyah percaya bahwa yang ghaib itu adalah Imam Ketujuh yaitu Ismail sendiri. Diapun akan datang kembali. Aga Khan yang terkenal adalah pemimpin mereka. Ketiga adalah Itsna' Asyriyah. Inilah mazhab Syiah yang paling besar pengikut dan pengaruhnya, terutama di tanah Iran. Apalagi setelah Syah Ismail dapat mendirikan Kerajaan Shafawi di Iran dan menetapkan mazhab Syiah sebagai mazhab resmi kerajaan, maka bertambah tertanamlah pengaruh mazhab ini. Mazhab ini mempunyai dasar dan tiang kepercayaan bahwa imam ke-12 yaitu Muhammad bin Hasan Al-'Askary adalah ghaib pula,dan akan datang kembali di akhir jaman, dan dialah Mahdi. Apabila dunia ini sudah sangat kacau, apabila kelaliman sudah bersimaharajalela di dunia, waktu itulah dia akan datang kembali ke dunia. Adapun sekarang beliau masih ghaib. Segala raja yang memerintah adalah mewakili beliau. Ketika Imam ke-12 itu ghaib, beliau meninggalkan empat orang wakil. Dan setelah wakil-wakil itu wafat, beberapa masa kemudian Imam yang ghaib akan datang. Lalu dihitung-hitung tahunnya menurut ilmu huruf (abjad). Sudah berkali-kali bahaya menimpa Islam; Imam belum juga datang. Sudah jatuh Baghdad ketangan musuh. Sudah patut dia datang, tapi tak juga datang. Bermacam-macam cobaan, Imam tidak juga datang. Dihitung-hitung tahunnya, rupanya sudah berlebih, Imam tidak juga datang. Waktu itu timbulah satu firkah yang melepaskan diri dari Syiah umum, bernama firkah "Syaichiyah." Mereka akhirnya membulatkan kepercayaan bahwa Mahdi atau Imam Ghaib itu telah membuat kontak dengan Alam, dengan perantaraan diri Said Ali Muhammad, yang bergelar Al-Bab atau Bab-Allah. Dia menyatakan bahwa mahdi yang ditunggu itu adalah dia. Dan dia membawa syariat baru. Dengan datangnya syariatnya, putuslah syariat Muhammad. Diapun mempunyai kitab baru. Namanya "Al-Bayan." Dia lahir pada tahun 1235H. Tetapi Al-Bab telah membuat pengakuan berlebih dari yang diharapkan. Sebagian pengikutnya hanya mengakui bahwa dia Al-Bab. Sebab itu terbitlah pertentangannya dengan Haji Muhammad Karim Chan Al-Karmani, yang mengakuinya hanya sebagai Al-Bab (pintu) menghubungkan Imam yang ghaib dengan mahluk. Sedang dia mengaku bahwa dia sendirilah Mahdi itu dan dialah Imam yang ghaib. Pengikutnya bernama Babiyah. Oleh Sultan Nasiruddin Syah, kaum Babiyah ini disapu bersih. Bab itu sendiri dihukum bunuh. Bahai-yah. Setelah Al-Bab mati dibunuh, dipercayakannyalah pimpinan sisa-sisa pengikutnya kepada Bahaullah, muridnya yang terpandai. Setelah pimpinan jatuh ketangannya, tiba pulalah bahwa dia adalah rasul dan nabi yang berdiri sendiri, membawa syariat sendiri dan berkitab suci sendiri. Adapun Al-Bab hanyalah nabi mendahului dia, serupa Yahya mendahului Isa. Maka kalau Al-Bab sebagai Mahdi "Al-Muntazar" (yang ditunggu), dia adalah Al-Masih, "Al-Mau'ud" (yang dijanjikan akan turun), Al-Bab membawa kitab bernama Al-Bayan. Diapun membawa kitab pula. Katanya bernama Al-Aqdas. Dengan kedatangannya maka habis pulalah --katanya-- tugas agama Bab Allah! Dia lahir tahun 1817 dan meninggal 1892. Bukan saja dia Bahaullah, tetapi diapun Jamamullah. Al-Bab bergelar Al-Qaim. Dia bergelar Al-Qayyum. Wadjahnya bersinar diantara langit dan bumi sebagai intanpermata yang gilang-gemilang. Syariat Muhammad, terutama tentang jihad, telah di-mansuch-kan, karena kedatangan syariatnya. Oleh Sultan Nasiruddin Syah dia dibuang ke Baghdad, kemudian dipindahkan oleh pemerintah Turki, mulanya ke Istambul,kemudian ke Adrianopel, dan akhirnya ke Acre. Sebagaimana pecahnya dengan Al-Bab dan pecahnya Al-Bab dengan Muhammad Karim Chan, maka Bahaullah pun berpecah pula dengan saudara kandungnya Mirza Yahya yang bergelar Shubhi Azal. Agama Bahai ini dapat hidup di Eropa dan Amerika. Terutama setelah puteranya Abdul Baha' datang ke Amerika di tahun 1912. Dia menarik hati beberapa orang Amerika, sebab dia "menghapuskan syariat Muhammad," terutama jihad. Artinya,kalau menurut syariat Bahaullah, apapun yang terjadi, kita tidak boleh mempertahankan agama kita dengan kekerasan, kecuali kalau sudah sangat terdesak. (Bukankah Agama Islam pun memakai kekerasan kalau sudah sangat terdesak?).
