Cara Membedakan Al-Qur'an yang Asli dengan Al-Qur'an Yang Sudah 
Diubah Tangan-Tangan Tak Bertanggungjawab? 
Senin, 6 Mar 06 09:36 WIB 
Kirim Pertanyaan | Kirim teman 
Sekarang ini kan banyak kristenisasi. Nah, setahu saya salah satu 
caranya dengan mengubah isi dari al-Qur'an. Terus, bagaiman car 
membedakan al-Qur'an yang masih asli dengan al-Qur'an yanng sudah 
diubah?

Listiyanti
listy at eramuslim.com 
Jawaban 
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
1. Ketahuilah bahwa satu-satunya kitab yang telah berusia lebih dari 
15 abad, namun tetap masih utuh hingga hari ini adalah Al-Quran Al-
Kariem. Tidak ada lagi buku di dunia ini yang masih utuh teksnya 
hingga ratusan tahun. Injil dan Taurat pun sudah tidak ada lagi, 
kecuali hasil kompliasi dan penerjemahan yang keasliannya sangat 
diragukan.

2. Al-Quran adalah satu-satunya buku yang bisa dihafal oleh manusia 
dalam jumlah jutaan orang di berbagai belahan dunia. Tidak ada satu 
pun buku di dunia ini yang dihafal oleh banyak orang secara serentak.

3. Al-Quran bukan sekedar buku, melainkan nafas dan perkataan yang 
setiap hari dibaca dan dikumandangkan oleh setiap muslim di dunia. 
Dalam sehari seorang muslim pasti membacanya minimal 5 kali, di 
dalam shalat. Tidak ada satu pun buku yang dibaca sehari lima kali, 
bahkan oleh penulisnya sekalipun.

4. Al-Quran disampaikan lewat sistem periwayatan yang mutawatir, di 
mana satu sumber yaitu Nabi Muhammad SAW mengajarkannya kepada 
ratusan atau bahkan ribuan shahabat, lalu ribuan shahabat itu 
kemudian meriwayatkan lagi kepada para tabi'in, lalu kepada atba'ut 
tabi'in, hingga sampai kepada kita di abad 21 masehi.

Yang menarik, periwayatan itu menggunakan sistem oral, yaitu suara 
yang diperdengarkan oleh guru Al-Quran dengan benar, lalu dipelajari 
oleh para muridnya sebagaimana bunyinya secara sangat ketat. Bahkan 
sampai kepada panjang pendeknya suatu huruf, tebal tipisnya, 
karakteristiknya, dengung atau tidaknya, sampai kepada cara 
menggerakkan anatomi mulut sebagai tempat keluarnya huruf-huruf Al-
Quran.

Dengan semua realita di atas, mestinya pertanyaannya di balik, yaitu 
masih mungkinkah Al-Quran itu dipalsukan? Sebab Al-Quran itu bukan 
buku yang disimpan di dalam perpustakaan kuno dan bulukan, melainkan 
sudah menjadi bagian dari lidah setiap muslim. Tidak ada seorang 
muslim pun kecuali lidahnya setiap hari basah dengan Al-Quran. Tidak 
ada kepala seorang muslim pun kecuali di dalam memori otaknya ada Al-
Quran. Meski masing-masing punya kapasitas yang berbeda.

Justru upaya untukmemalsukan Al-Quran itu merupakan sebuah 
kemustahilan yang nyata. Bisakah seseorang memalsukan matahari yang 
bisa dilihat oleh semua orang? Tentu tidak akan pernah bisa.

Dan begitulah Al-Quran, keberadaannya sama seperti keberadaan 
matahari di atas langit. Semua orang kenal Al-Quran sebagaimana 
semua orang kenal matahari. Bagaimana cara memalsukan matahari? 
Hanya orang bodoh saja yang sempat terpikir untuk memalsukan 
matahari. Apalagi berpikir ingin mengganti matahari yang asli dengan 
matahari buatannya sendiri.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi 
wabarakatuh, 
Ahmad Sarwat, Lc. 


Kirim email ke