Perlengkapan Berkendara
Kombinasi Safety dan Lifestyle
|
|
| |
Keselamatan
dan gaya adalah dua hal berbeda. Tapi bukan untuk dipertentangkan. Bagi
pengendara, dua hal itu bisa bersinergi. "Pakaian yang termasuk alat
kelengkapan pengendara selain mengutamakan unsur keselamatan juga harus
fashionable," jelas Ichwan Thoha, seorang desainer muda.
Ia menilik sekarang ini beberapa motor sudah tampil lebih gaya dan modis. "Tawaran warna lebih fancy dan eye catching. Ini mesti diikuti desain dan tampilan modis pengendaranya," jelas desainder mesra dipanggil Icun itu.
Memang benar, beberapa pabrikan telah meluncurkan skubek terbaru.
Honda, Suzuki, dan Kymco memberikan pilihan warna menarik. Kymco Free
LX misalnya, memberikan delapan warna pilihan. Antara lain mellow
yellow, pinky pink. Honda Vario dengan 10 warna menarik dan juga Suzuki
Spin 125 dengan aneka warna ceria.
Mengikuti perkembangan, di pasaran juga makin banyak tawaran
perlengkapan standar berkendara seperti helm, jaket, sarung tangan dan
sepatu mengikuti selera pasar.
"Untuk perlengkapan standar ini memang ada yang berkualitas khusus
impor yang mahal harganya. Tapi pilihan lokal juga nggak kalah banyak,"
tambah Joel D. Mastana, instruktur safety riding di U Mild U Bikers.
Kecenderungan ini ditangkap oleh beberapa pengusaha. "Tren helm saat
ini mengarah ke warna wanita. Gaya namun tetap mengutamakan safety dengan standar nasional Indonesia (SNI)," jelas Sonny H. Chuhairy, direktur CV Triona Multi Industri yang memasarkan helm SHC.
![KLIK - Detail]()
Helm halfface bermotif flower
ini ditawarkan dengan empat pilihan warna. Pastel, pink, hijau, kuning
dan putih. "Dengan harga terjangkau Rp 120 ribu per helm," jelas Sonny
lagi.
Untuk helm kelas dunia seperti Nolan juga dipasarkan pilihan warna menarik. Tipe N31 tipe halfface
cocok untuk pengendara melek gaya. "Memang harga relatif lebih mahal di
atas Rp 1 juta," jelas Edwin, punggawa Astoria di bilangan Kebon Jeruk
III, Kota, Jakarta Barat.
Perlengkapan seperti jaket bisa
menggunakan merek ternama yang jadi jaminan mutu. "Produsen alat
perlengkapan dunia sudah melek fashion. Kalau dulu lebih pada tampilan warna berkarakter kuat seperti hitam solid, kini di jaket bernuansa stabilo," tambah Edwin.
Soal kualitas bahan dan model juga tak ketinggalan. Misalnya, jaket
Kushitani berbahan parasut yang dijual Rp 400 ribu. Tentunya dengan
model jauh lebih gaul. Selain bisa dipakai untuk berkendara
sehari-hari, bisa juga untuk dipakai nongkorng atau kongkow dengan
teman sejawat tanpa harus meninggalkan jaket.
Begitu pula dengan sarung tangan, misalnya, merek First Racing yang
berbahan kulit dan kevlar. "Untuk bagian pelapis sudah digunakan warna
dan corak lebih gaul. Ini menyesuaikan dengan virus motor gede sport
luar negeri yang juga berwarna cerah," papar Edwin lagi.
Jadi, selain memenuhi unsur keselamatan produsen juga wajib menyertakan aspek estetis.
|
Reporter : Achmad Suhendra
|
|
Fotografer : Endro Suryono | |
--
--- A Different Kind Of Company. A Different Kind Of Ride ---
www.InBike.org(Indosat Bikers Community)
Pos Komunikasi InBike
Gedung B2 lt.1 PT.Indosat Tbk,
Jl Daan Mogot KM.11 Jakarta Barat 11710
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (InBike)
-----------------------------------------------------------------------------------------------
hapus reply email yang tidak berguna untuk efisiensi email
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk mendaftar kirim email data diri ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar milis kirim ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk mengirim ke milis email ke
[email protected]
http://www.inbike.org
http://inbike-2006.fotopic.net
http://inbike.multiply.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---