Hallo Pak Nathan, Iya, dari sisi Oracle Corp saya mungkin orang yang gagal mengemban misi Oracle untuk menjadikan Oracle sebagai main solution. Namun dari sisi company saya, paling tidak saya bisa membantu menunjukkan product-product Oracle yang mana yang cocok dengan environment yang ada.
Saat ini saya memantain 4 RAC, masing-masing dua node. Dulunya lebih banyak lagi. Kita pernah menambah salah satu RAC menjadi 3 node; namun ya itu, keinginan tidak sesuai dengan kenyataan, akhirnya kita kembalikan lagi ke 2 node. Teori tidak selamanya memberi kenyataan yang perfect. Bug-bug sering muncul ketika resource utilization meningkat drastis. Bug, adalah bukti nyata tidak mungkin sempurnanya suatu teori (konsep). RAC, untuk tujuan high availability, menambah layer baru di bawah database, yaitu cluster. Cluster inipun punya layer lagi, yaitu software clusternya Oracle (CRS di 10g) dan cluster di level machine. Penambahan layer adalah penambahan possibility untuk mendapat masalah tambahan. Ketika ada masalah, atau bug muncul, Oracle belum tentu mendapat solusi dengan cepat. Seperti yang pernah saya alami. Karena masalahnya unik, belum pernah ada, maka team Oracle support melempar masalah saya ke team development Oracle. Lhah... berapa lama saya mesti menunggu, sementara aplikasi tidak boleh lama-lama dalam keadaan bad-performance? Bad performance berarti REVENUE LOSS. Yah... tampaknya keputusan yang terbaik adalah melepaskan RAC. Setelah performance bagus; kita tetep mesti mencari solusi high availability, menunggu Oracle mendapat solusi atau memakai solusi lain selain Oracle. Btw, syukur, RAC anda tidak mendapat masalah. Sayapun bersyukur, 4 RAC saya yang saat ini running tidak bermasalah. Salam, Rohmad http://rohmad.net --- In [email protected], Nathan Gusti Ryan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear Pak Rohmad, > Saya sangat tidak sependapat dengan statement anda dan menurut saya itu adalah pendapat dari sebuah kegagalan anda. Apa pendapat anda dari Capture database RAC saya di attament email ini...? Dan Saya sangat merasakan sekali benefit dari Oracle RAC ini, benar-benar ZERO Downtime. Sehingga Aplikasi ERP kita tidak pernah terganggu ( bisnis proses tidak terganggu ), sekalipun kita melakukan Restart salah satu Database Server kita maupun kita sedang melakukan maintenance server kita. > Btw, saya juga tidak pernah mengalami problem seperti keluhan anda di Oracle RAC saya. > Salam, > Nathan > -------- > > > ----- Pesan Asli ---- > Dari: rohmadsan <[EMAIL PROTECTED]> > Kepada: [email protected] > Terkirim: Senin, 30 Juni, 2008 09:57:46 > Topik: [indo-oracle] Re: load balancing dodol :) > > > Hallo... > > He... he... kayak teka-teki silang ya. Makanya Pak, Oracle dibilang > "Ora kelar-kelar" :) > > Dulu saya pernah ngalamin yang seperti itu di versi 9i. Analisa dari > Oracle Support (TAR) terlalu lama, biasanya paling-paling apply patch > atau apply latest patch set. Akhirnya kita putusin gak pake RAC lagi. > > Dulu juga pernah ngalamin banyak problem di RAC 10.2.0.2, terutama > dengan tingginya wait-wait yang berkaitan dengan cluster. Akhirnya > kita putusin pake single node saja. Viola... response time jadi cepet > banget. > > High availability yang ditawarkan Oracle harus kita bayar dengan > turunnya response time. > > Tentu saja, tidak semua solusi dari Oracle cocok dengan environment > kita. Dan tentu saja juga, banyak yang terbantu dengan solusinya Oracle. > > Ada situasi, kondisi, dan NASIB yang menentukan. > Yang terutama, NASIB :) > > Salam, > Rohmad > http://rohmad. net > > --- In indo-oracle@ yahoogroups. com, "Ujang Jaenudin" > <ujang.jaenudin@ ...> wrote: > > > > pak rohmad, > > > > anehnya kalau dilihat dari dalam oracle gv$servicemetric, jelas2 gak > balance. > > kalau dari sisi OS balance hanya terlihat "process running saja" > > masing2 node kelahatan process running (dgn top) memang balance, tapi > > dari sisi utilisasi cpu, memory, disk beda banget.. > > > > so ada yg pernah mengalami? > > and how to solve? > > > > kemarin sempat balance karena saya coba re-register PMON terhadap > > service yg sedang running dgn merubah parameter local_listener, cuman > > ya itu dia kadang2 rada angot, load balance nya jadi dodol > > lagi....tapi besoknya jadi balance lagi..... he...he.... seperti > > teka-teki silang :) > > > > > > -- > > thanks and regards > > ujang | oracle dba > > jakarta - indonesia > > > > On Mon, Jun 23, 2008 at 10:35 AM, rohmadsan <rohmadsan@ ..> wrote: > > > Hallo... > > > > > > Memory dan CPU sudah balance, itu berarti "load balance" sudah > > > tercapai. CMIIW, term "load balance" itu menitik beratkan pada load > > > system secara keseluruhan, bukan semata-mata jumlah session di > > > masing-masing instance. > > > > > > Kadang (bahkan sering) jumlah session tidak berbanding lurus dengan > > > load (pemakaian resource). Load untuk 1 session transaksi insert 1 row > > > BERBEDA dengan load untuk 1 session yang melakukan deleting 1m rows. > > > > > > Salam, > > > Rohmad > > > http://rohmad. net/category/ database- oracle/ > > > > > > --- In indo-oracle@ yahoogroups. com, "Ujang Jaenudin" > > > > > > <ujang.jaenudin@ > wrote: > > >> > > >> lists, > > >> > > >> i have rac environment: > > >> hp-ux itanium > > >> 2 node rac > > >> db 10.2.0.2 > > >> hp-serviceguard > > >> > > >> now we got problem may be bug... > > >> from the OS side it seem balance, that the currently processes > running > > >> is same (throughtop/ glance) > > >> the memory utilization is almost balance as well as cpu > > >> > > >> but from inside oracle node2 has 70% from total sessions. > > >> i have configured server-side and client side load balancing > altogether. > > >> clb_goal set to short, throughput in the service > > >> > > >> from SR support told me that querying V$osstat on this platform > return > > >> no rows, that may be the root cause. > > >> > > >> does anyone have this kind of case? > > >> thanks for sharing > > >> > > >> > > >> -- > > >> thanks and regards > > >> ujang | oracle dba > > >> jakarta - indonesia

