Iya, setuju! Gue juga sebel dengan penamaan fasilitas umum di Jakarta yang makin lama makin aneh aja. Kalau alasannya menghormati pahlawan, dll dsb, kenapa juga banyak nama tempat yang bersejarah justru namanya diganti nama baru.
Contohnya Rawa Bangke diganti jadi Rawa Bunga. Dengan alasan lebih indah. Lah emang nya yang namain jalan itu gak tau apa kalau justru nama Rawa Bangke itu nama yang bersejarah karena disitu pernah ditumpuk jenazah2 korban yang dibunuh belanda saat melawan penjajah? Sao Besar jadi Sawah Besar. Lucu banget di daerah situ sejarahnya gak pernah ada sawah, tapi justru jaman dulu ada pohon2 sawo yang besar2. Tapi yang diatas masih lumayan dibandingkan nama2 yang sekarang pakai nama orang yang dianggap pahlawan. Kurang banyak apa? It's soooo boring dan akibatnya gak hanya nama S-H aja, tapi di setiap kota ada jalan Jendral Sudirman. Gak kreatip buanget sih! Salam, Indie --- In [email protected], Eri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kenapa? kenapa harus selalu Soekarno-Hatta? hayo kenapa??? > Nama airport, nama jalan di seluru kota di Indonesia.. .semua pake S-H. > Kenapa??? > > OOT nih tapi gw terus terang agak sebel dikit dengan bangsa kita yang > terlalu terbelenggu masa lalu. > Kalau harus pilih nama space station center ya sangat baiklah bila yang > bernuansa harapan gemilang masa depan dong... setuju ga? > Atau yang plain aja sekalian. "Pusat Penelitian Antariksa Biak" atau yang > serupa itu.
