Waduh... buat Eri my condolences banget... 

Yeah well, mungkin kita berdua harus bisa mengerti bahwa mail list di
indonesia dan di luar negri tidak sama. Di sini semua orang merasa
bahwa apa yang dikatakan seseorang itu ditujukan untuk dirinya. Semua
pendapat yang kita utarakan diartikan berusaha merubah pendapat orang
lain instead of expressing our point of view. Yah negara kita kan baru
sebentar merasakan freedom of speech dan mungkin masih banyak yang
perlu belajar. Kita harus bisa act nicely and wisely upon it... (nyuri
kata2 orang yang ahli).

Tapi kembali ke masalah penamaan fasilitas umum. Memang tidak bisa
dipungkiri bahwa kita harus menghormati pahlawan2 kita. Tapi, apakah
harus sampai bertubi-tubi seperti itu? Kita gak usah bicara nama2
pahlawan yang lain, khusus Soekarno aja deh, di Jakarta sudah ada
bandara dan gedung olah raga. Harus kah ada lagi fasilitas lain yang
mempergunakan nama yang sama? 

Penghargaan terhadap pahlawan toh gak harus menggunakan nama2 mereka
untuk nama fasilitas umum, karena penghargaan terbesar adalah dengan
menyiarkan perbuatan heroik dari pahlawan itu sendiri kepada generasi
berikutnya yang tidak melihat secara langsung kepahlawanan mereka. 

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawan2 nya. Tapi,
wujud penghargaan itu sendiri apa? Banyak pahlawan perang yang
hidupnya miskin dan namanya gak diingat oleh siapa2 kecuali orang2
terdekat nya saja koq. Dan ini gak hanya terjadi di Indonesia, tapi di
seluruh dunia. 

So, kalau sudah memberikan penghargaan kepada seorang pahlawan,
menurut gue sih, gak usah secara bertubi2 dan terus menerus begitu.
Masih banyak pahlawan lain yang tidak dikenal. The best way is to
write the history right. Yet, that is the problem, because sadly,
history is a series of events seen from the eyes of one ruler at one
time. There is no true history for history can be seen differently
through many pairs of eyes from many points of views. 

My two cents.

Salam,
Indie

--- In [email protected], Eri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Hahaha... wah gw yang jadi ga enak banget nih...
> aku ga marah sama anda kok... ga bermaksud negative...
> Jangan marah ya...
> 
> ga ada yang salah dengan Soekarno-Hatta.
> yang tadi cuma pendapat pribadi.
> boleh dong berpendapat...?
> 
> Mohon jangan merasa ini tertuju untuk anda seorang.
> saya ikutan nimmbrung topik yang sedang di bahas dan menungkapkan
bahwa saya
> tidak setuju sama sekali dengan penamaan nama lokasi dengan nama orang.
> 
> Kalau anda setuju ya silahkan. saya toh tidak bilan bahwa nama itu
jelek.
> saya hanya tidak setuju.
> kalo cara penyampaiannya terlalu vulgar, ya mohon dimaklumi ya...
> maaf beribu2 beribu maaf... mohon dimaafkan... ;-)
> 
> eh, member pasif boleh dong nimbrung... kenapa engga?
> 
> Eri
> 
> -------------------
> 
> @ Indie
> giliran neh... hehehe
> 
> 
> Salam,
> Eri
> 


Kirim email ke