Topik menariik nih... Wah Andre akhirnya angkat bicara.... Topik yang sangat pas dengan profesi Andre ya..? nice... Apa kabar Ndre? long time no see nih... hehehe....
Seberapa jauh alam ini bis akita manipulasi? Kemarin saya baru dapet kabar dari seorang teman yang tinggal di Helsinski, Finland. katanya, bulan Desember ini tidak ada salju sama sekali bahkan matahairi bersinar terang serta bunga2 bermekaran... padahal tahun2 sebelumnya bulan desember adalah musim dinigin. ada apa gerangan? iklim berubah? atau ada hal lain penyebabnya? Salam, Eri. On 1/3/07, andre erolore <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > sekarang pertanyaannya: kenapa harus memindahkan awan? apakah untuk > menghindari banjir? atau ingin mengairi daerah yg kekeringan? atau > ingin membasmi kebakaran hutan dengan hujan? > > dari sisi teknologi, cara yg sudah dipakai adalah bukan dengan > memindahkan awan hujan. tetapi dengan cara mempercepat turunnya hujan, > atau cara lain adalah membuyarkan awan-awan hujan. dua cara ini sudah > dipraktekkan oleh UPT Hujan Buatan. > > biasanya sih mereka membuat hujan buatan supaya tidak terjadi > kekeringan. di daerah aliran sungai (das) citarum misalnya. itu sudah > jadi 'lahan' penelitian mereka utk membuat hujan buatan. > > dengan cara, prinsip maupun teknologi yg sama, hujan buatan bisa > dimanfaatkan utk mencegah banjir. jadi misalnya dengan cara > mempercepat turunnya hujan, sewaktu awan masih di atas laut. hujan > dapat dipercepat turunnya supaya awan pembawa hujan tersebut tidak > terlalu tebal bila sudah mencapai daratan/pulau. > > begitu pun untuk awan yg sudah ada di atas daratan/pulau dapat pula > dibuyarkan. sehingga intensitas hujan tidak jatuh terlalu besar di > satu daerah saja. tetapi bisa terdistribusi ke daerah-daerah lain yg > bahkan mungkin masih kekurangan air. > > [ãndré] > > On 1/3/07, rizaircooled <[EMAIL PROTECTED] <rizaircooled%40yahoo.com>> > wrote: > > Assalamu'alaikum, > > > > Memasuki musim hujan pernah kita dengar ttg bagaimana memindahkan > > awan hujan, oleh seorang ahli cuaca di Indonesia sekitar antara > > tahun 1998 (kalau saya nggak salah) dan ramai dibicarakan sampai > > sekarang. Sampai2 saat itu pihak BMG menyatakan bahwa teknologi itu > > hanya sebatas teori dan belum satupun negara mempraktekkan/mempunyai > > teknologi tersebut, meski negara itu mempunyai teknologi tinggi > > sekalipun seperti Amerika. > > Sepanjang yg saya tahu arah angin sangat memperngaruhi pergerakan > > awan dan berpengaruh pada cuaca. > > Perpindahan awan hujan yg terjadi saat ini (musim hujan 2006-2007) > > dari Sumatra ke a rah Jawa dipengaruhi oleh arus angin Muson kalau > > saya tdk salah. > > Lalu adakah teknologi yg mampu memindahkan awan hujan yg kini sudah > > berada di sekitar Jawa..? > > Bagaimana memindahkan awan hujan yg memang tdk akan bergerak karena > > angin..? > > Apakah teori memindahkan awan hujan bisa dipraktekkan..? > > > > Menurut saya ada, tapi sulit diwujudkan. > > Dari sisi religius Islam yg termudah adalah kita dapat memohon > > berpindahnya awan dan hujan dengan berdoa kepada Allah. Nabi SAW > > sendiri mengajarkan doanya. > > > > Bagaimana mekanisme pemindahan tersebut? Menurut hadist Allah > > memerintahkan malaikat hujan untuk memindahkan awan hujan sesuai > > kehendak Allah, dan alat yg digunakan tidak dijelaskan tapi kita > > mengetahui efek yg ditimbulkan alat tersebut yaitu menimbulkan > > kilatan cahaya dan bunyi yg sering kita sebut petir, geledek atau > > halilintar dsb. > > > > Coba perhatikan fenomena tahun 2002 ketika ada bencana banjir di > > Jakarta, sebelum datangnya hujan angin kencang bertiup, awan > > bergulung semakin hitam, lalu ada serangkaian geledek lalu hujan > > lebat. Di tengah hujan lebat tsb tdk sekalipun terdengar geledek > > tapi angin bertiup kencang, lalu tiba2 serangkaian geledek kembali > > terdengar kembali banyak dan bersahutan ditengah Jakarta yg sdh > > kebanjiran dan sedikit demi sedikit intensitas hujan berkurang dan > > tdk sampai ½ jam hujan yg lebat berganti hujan ringan. > > > > Jadi geledek atau petir atau apalah namanya bukanlah sekedar reaksi > > fisika elektris yg terjadi di dalam pergesekan antara udara yg > > mengandung ion2 positif atau negative saja, pergesekan itu hanya > > efek dari suatu system kerja alat yg digunakan utk menggiring awan > > hujan. > > Banyak para ahli di dunia meyakini hal ini. Para ahli cuaca percaya > > kalau pergerakan awan hujan memang karena angin tapi memindahkan > > badai atau hujan lebat atau awan hujan yg sdh menetap diperlukan > > bukan sekedar angin saja > > > > Jadi kalau membuat alat pemindah badai atau hujan kita memerlukan > > alat yg menimbukan efek atau reaksi kilat dan bunyi gemuruh. Karena > > cahaya merambat dalam gelombang elekromagnetik, maka pastinya alat > > tsb menimbukan gelombang elektromagnetik. Alat ini mungkin sama > > rumitnya dgn membuat sebuah mesin impuls atau traktor beam. > > > > Amerika coba mengembangkan sebuah alat yg disebut Weather Control, > > untuk yg suka game Command and Conquer pasti familiar dgn ini. Tapi > > sayang ada 2 tujuannya yaitu sebagai senjata perang dan alat > > penyelamat badai. Mengapa sebagai senjata karena kerusakan yg > > ditimbulkan akan sangat parah dan membunuh tapi lingkungan tidak > > akan rusak bandingkan dgn nuklir yang menimbulkan radiasi dan > > merusak lingkungan. Untungnya sampai saat ini mereka belum berhasil. > > > > Ada sebuah tips: > > Kalau anda mendengar bunyi geledek atau melihat kilat dan kita ingin > > mengetahui apakah kilat itu menyambar dekat jaraknya dengan kita. > > Karena cahaya lebih cepat dari suara. Maka caranya kalau anda > > melihat cahaya petir hitung dalam detik berapa lama suara geledeknya > > terdengar menyusul. Kalau dalam hitungan 1 sampai dgn 5 detik > > berarti petir itu dekat sekali kalau diatas 6 detik keatas berarti > > agak jauh. Tapi perlu diperhatikan adalah pergerakan kilat tidak > > selalu linear dan suara bunyi geledek adalah dekat dgn anda. Kalau > > terdengar jauh nggak usah dihitung ya..karena jauh..:) > > > > > > Herdi > > > > > > > > > > [EMAIL PROTECTED]<indo-startrek%40yahoogroups.com> > ]============== > > *Milis Komunitas Star Trek Indonesia > > http://groups.yahoo.com/group/indo-startrek > > "...to boldly go where no Indonesian has gone before." > > ---------------------------------------------------------- > > Website: http://www.indo-startrek.org > > Email: indostartrek @ yahoo . com > > Forum: http://www.indo-startrek.org/forum > > Friendster: http://www.friendster.com/indost > > =/\= ================================================= =/\= > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > -- tix-oi sak-khet se-veh ("Live Long and Prosper") [Non-text portions of this message have been removed]
