Mungkin kamu googling-nya pilih option yang "telusuri halaman dari indonesia" kali, coba pilih option yang "telusuri di Web"
Saya ketemu kog : http://observer.guardian.co.uk/world/story/0,,1723913,00.html http://www.strangemag.com/redrainfolder/alienlifefall.html dll. Thanks --- In [email protected], xunarto rusli <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ahh..... booong ah berita ini... > gua coba googling nama2 ilmuan di artikel ini, gak ada tugh.... > yang nongol cuman berita yang sama seperti ini juga, > di website2 berbahasa indonesia..... > > wew....... > > > > h_kjd <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Url : http://www.erabaru.or.id/k_01_art_383.htm > > Jejak-Jejak Mahluk Angkasa Luar > > (Erabaru.or.id) - Baru-baru ini, matematikawan asal Rusia, > menyatakan, makhluk angkasa luar pernah datang ke bumi sekaligus > meninggalkan informasi dan penanggalan mereka untuk peradaban > manusia. Frader menuturkan bahwa temuannya ini bukan kebetulan, > melainkan hasil penelitian yang dicari-cari selama bertahun-tahun. > > Banyak peneliti mencermati, bahwa dalam novel dan legenda manusia, > ada sejumlah peristiwa yang mirip dan terjadi secara bersamaan. Dan > peristiwa–peristiwa ini menjelaskan bahwa peradaban makhluk angkasa > luar pernah mengunjungi bumi pada zaman purbakala. > > Ada yang menuturkan, bahwa sangat sulit bagi manusia untuk melacak > jejak makhluk angkasa luar. 2/3 areal di bumi adalah samudera, kutub > selatan dan utara keduanya diselimuti dengan salju tebal, sedangkan > daerah lainnya juga terdapat hutan dan padang pasir yang luas. Ada > sarjana yang menuturkan, jika benar mahkluk angkasa luar datang ke > bumi, mereka juga akan mempertimbangkan : sebetulnya informasi apa > yang ada disana sehingga dapat tersimpan setelah ribuan tahun. > > Frader menuturkan, bahwa mungkin makhluk angkasa luar memutuskan > meningalkan penanggalan mereka di bumi. Seperti contoh misalnya, > ketika firaun Mesir mewarisi tahta kerajaan, biasanya ia akan > mengucapkan sebuah janji yang sangat unik : mereka janji tidak akan > mengubah sedikitpun terhadap perundang-undangan. > > Banyak sekali dokumen zaman kuno mengungkapkan 2 nama dewa > kecerdasan : Thoth (dewi bulan dalam legenda Mesir) dan dewa Hermes > dalam legenda Yunani (dewa yang menyampaikan pesan kepada para > dewata sekaligus pengurus perdagangan, penunjuk jalan, ilmu > pengetahuan, penemuan, kefasihan lidah (pandai berbicara), > keberuntungan dan sebagainya). Dalam legenda tersebut dikatakan > sejumlah buku tertentu disembunyikan sebelum kembali ke langit. Ada > juga sarjana yang meramalkan buku kecerdasan dewa berusia ratusan > tahun dan tidak hancur. Lagipula dewa juga tidak menginginkan > manusia menemukan dan membaca isi buku tersebut. > > Matriks Sofia adalah letak rahasia kuncinya > Manusia tidak perlu membaca teknologi dan ilmu pengetahuan yang > ditinggalkan makhluk luar angkasa di bumi, tapi yang belakangan ini > memang benar eksis di bumi. Seperti misalnya matriks penanggalan > permanen yang ditemukan di sebuah gereja di Ukraine. Matriks ini > membuat anda dengan mudah sekali memecahkan masalah waktu dalam > periode apapun. Dan ilmuwan sekarang menjadikan matriks penanggalan > ini sebagai titik awal penelitian kode zaman kuno. > > Makhluk angkasa luar pernah merombak gen manusia? > Beberapa hari yang lalu, ilmuwan asal Perancis mendapatkan sebuah > kesimpulan yang mengejutkan setelah meneliti sususnan gen DNA > manusia di berbagai daerah di dunia : kurang lebih pada 1.000 tahun > silam, "suatu makhuk hidup pernah merombak gen manusia, sekaligus > menanamkan sebuah `informasi gen' yang penting di dalamnya, sehingga > dengan demikian inteligensi manusia meningkat luar biasa." > > Hipotesa ini membangkitkan semangat, sebab jika akhirnya terbukti, > maka ia pasti akan menjadi bukti penting akan eksistensi peradaban > di luar planet bumi. Dan media setempat Rusia juga menyebutkan, > peneliti obyek terbang asing Amerika baru-baru ini menyebutkan, > bahwa makhluk angkasa luar dari alam semesta selain memakai cara > teknologi dan militer menyelidiki bumi, sejak akhir abad ke-20, > mereka juga mengunakan cara-cara lain mencuri data gen manusia dan > di bawa ke luar angkasa untuk riset. > > Hujan Merah > Profesor Wickeramasinghe yakin bahwa kehidupan berasal dari angkasa. > Hal ini berpangkal dari hujan merah aneh di kawasan India sebelah > Selatan juli 2001 silam. Setelah hujan berlalu, orang-orang > menemukan benda misterius. Ilmuwan menyebutkan, bahwa (titik) hujan > merah cemerlang ini besar kemungkinan mengandung jejak kehidupan > makhluk angkasa luar. Menurut laporan The Sun Inggris, bahwa ketika > meteor melintas di angkasa dan meledak setelah terjadi gesekan atau > berbenturan dengan atmosfer bumi, dimana dalam 2 bulan secara > kontinue, sejumlah besar titik hujan berwarna merah cemerlang. > > Menurut laporan BBC, ketika itu penduduk setempat mengira hujan > merah yang aneh itu adalah pertanda datangnya kiamat. Namun > pemerintah daerah setempat mengklarifikasinya: Hujan merah ini hanya > merupakan debu padang pasir dari kawasan Arab. > > Tapi doktor Gofrey Louis dan Sejawatnya Wickeramasinghe dari > Universitas Gandhi menuturkan, bahwa dalam cairan-cairan merah > tersebut, dimana secara "biologis mengandung suatu partikel hidup > warna merah yang mirip dengan sel". Mereka menuturkan, bahwa > partikel-partikel merah tersebut seperti suatu kehidupan yang > berasal dari angkasa luar, paling tidak ada 5 ton partikel demikian > yang mengumpulkan karbon dan gas yang kemudian membentuk titik hujan > berwarna merah cemerlang dan jatuh ke bumi. > > Kesimpulan doktor Godfrey Louis ini berdasarkan sejumlah sel > binatang yang sangat kecil yang ditemukannya dalam hujan merah ini, > semua sel-sel ini tidak ber-DNA. Sedangkan sel semua makhluk hidup > di bumi mesti memiliki DNA! > > Belakangan ini, pendapatnya itu telah menimbulkan kontroversial di > antara para ilmuwan di seluruh dunia. Dan perdebatan tentang asal > muasal sel-sel misterius ini pun muncul karenanya. > > Dan baru-baru ini, satuan produksi Horizon BBC menemani profesor > Wickeramasinghe berangkat ke selatan India untuk menyelidiki lebih > lanjut terhadap hujan merah ketika itu. Di India Wickeramansinghe > bertemu dengan doctor Louis, kemudian mereka mewawancarai sejumlah > saksi mata hujan merah tersebut. Di saat yang sama Wickeramasinghe > juga meninjau tugas terbaru doktor Louis. > Doktor Louis mempertunjukkan mikroba angkasa yang ditemukan dalam > hujan merah tersebut yang diluar dugaan dapat menahan suhu panas > setinggi 300?C! melihat itu Wickeramasinghe lantas meyakini bahwa > hujan merah itu merupakan suatu bentuk kehidupan dari angkasa luar. > > Wickeramasinghe menuturkan : "sebelum ke India, saya masih ragu apa > benar hujan merah ini adalah tamu dari luar angkasa. Namun, setelah > tiba di India, saya sangat yakin atas hal ini! > > Bersamaan dengan itu, Badan Antariksa Nasional AS masih meneliti > daya tahan bakteri di bumi terhadap keadaan yang ekstrem dingin itu. > Dan hasilnya ditemukan, bakteri-bakteri tertentu ini memiliki daya > tahan yang sulit dipercaya terhadap ekstrem dingin ataupun panas, > cukup mengikuti sebuah meteorit melintasi angkasa menuju bumi. > > Profesor Wickeramasinghe menuturkan : "dalam perjalanannya ke bumi, > bakteri-bakteri ini mesti menahan suhu yang ekstrem rendah, ruang > hampa udara, sinar ultraviolet, sinar kosmos, sinar x dan faktor- > faktor lainnya di angkasa." > > Dalam 10 tahun belakangan ini, ilmuwan semakin serius menyikapi > Panspermia (teori embrio asing) ini. Minat penyelidikan NASA > terhadap kehidupan di luar angkasa juga semakin kuat. Dan sehubungan > dengan hal ini mereka membuat sebuah kapal selam yang dikendalikan > robot, yang direncanakan untuk mencari tanda-tanda kehidupan di > samudera yang banyak terdapat satelit di Jupiter. Dan saat ini kapal > selam ini tengah di uji coba pelayarannya di suatu danau di negara > bagian Texas, AS. > > Seandainya kehidupan awal benar-benar dari planet luar, maka semua > makhluk hidup di bumi termasuk manusia berasal dari evolusi > kehidupan pertama ini. Dan jika ditilik dari pengertian ini, > bukankah kita semua ini merupakan makhkluk angkasa luar dalam arti > tertentu. > > Misteri Puing-Puing Pesawat dan Mayat Makhluk Angkasa di Siberia > Ilmuwan Rusia dilaporkan telah menemukan bongkahan piring terbang > (UFO) yang diselimuti bongkahan es raksasa di Siberia secara tidak > sengaja ketika mereka mencari tambang uranium. Mengutip pernyataan > ilmuwan Rusia Dr. Yuri Gortonin bahwa penemuan rongsokan piring > terbang berdiameter 50 yard adalah "penemuan paling bersejarah di > dunia". > > Berdasarkan komputer 'scanning' dan foto ultrasonik, menurut Yuri > Gortonin yang memimpin 22 anggota tim riset , pada rongsokan piring > terbang itu terdapat 31 mayat makhluk angkasa luar. Dan karena medan > yang terlampau sulit maka mayat-mayat itu baru akan dievakuasi pada > pertengahan Desember. Piring terbang itu diduga jatuh di Siberia > karena "kecelakaan" dan mendarat darurat di Siberia sekitar 100 > tahun lalu. "Kemungkinan piring terbang itu kehabisan bahan bakar > dan terpaksa melakukan pendaratan darurat di padang es yang membeku > dimana suhu udaranya 50 derajat di bawah nol," katanya. > > Berdasarkan deteksi yang dilakukan pesawat tersebut tidak mengalami > kehancuran total. "Jadi, kami perkirakan makhluk asing itu tewas > bukan karena benturan atau luka-luka, melainkan membeku karena hawa > dingin yang luar biasa," katanya. > > Selama 100 tahun timbunan es tersebut mencapai 26 kaki ketebalannya. > Pembongkaran bongkahan es raksasa tersebut, menurut Gortonin, > membutuhkan waktu beberapa pekan. Apalagi mereka harus menggali > dengan hati-hati supaya tidak menghancurkan rongsokan piring terbang > itu. (Sumber: Secret China dan Dajiyuan) > > > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] >
