--- In [email protected], "warbird692001" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Iya tahu deh.. namanya TGV (train a grande vitese) artinya Kereta > Cepat Banget. > > Lah memang kan kereta2 cepat itu pake listrik dan battery, Eri... > makanya kan dibilang bersih dari polusi gitu, dan hemat energy. > > Duh, di Jepang juga ada... tapi namanya si Muhis tuh yang tau. > > Jangan dipikir macem KRL di Jakarta yang kalo listrik mati terus mogok > lah. he he he... Ngomong2, gue pernah denger kereta cepat agro bromo > itu juga punya gerbong pembangkit listrik sendiri menggunakan daya > kecepatan nya. Gak tau bener gak... > > Katanya China juga mau bikin jalur model TGV ya? Antar negara > katanya... wuiiih... indonesia mah udah ketinggalan kereta bener > deh... tinggal nunggu bekas nya aja dari Jepang nanti yah... > > TGV juga bisa mogok lah. Kalau battery nya rusak atau bocor... dan gak > bisa narik listrik karena ada alat yang rusak? Sekarang masalah nya > kan duit aja. Mungkin di France masalah maintenance diutamakan budget > nya demi keselamatan, jadi gak ada battery rusak, atau alat2 kereta > rusak tapi kereta boleh jalan. Gak kaya PT KAI. > > Loh, kalau pesawat ya bisa mogok dong. Untuk start up nya lagi kalau > sudah mendarat gitu kan perlu bahan bakar yang besar. Kalo ndak ada ya > mogok toh? Kecuali dia gak mendarat maka akan terus traveling dengan > kecepatan yang sama sampe suatu saat nabrak sesuatu. > > Salam, > Indie >
sekedar info, jalur kereta api cepat Jepang namanya Shinkansen, juga sering dipanggil kereta peluru. Shinkansen merupakan sarana utama untuk angkutan antar kota di Jepang, selain pesawat terbang. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 300 km/jam. Nama Shinkansen sering digunakan oleh orang-orang di luar Jepang untuk merujuk kepada kereta apinya, namun kata ini dalam bahasa Jepang sebenarnya merujuk kepada nama jalur kereta api tersebut. Shinkansen dibuka pada 1 Oktober 1964 untuk menyambut Olimpiade Tokyo. Jalur ini langsung sukses, melayani 100 juta penumpang kurang dari 3 tahun sejak dibuka pada tanggal 13 Juli 1967, dan melayani satu milyar penumpang pada 1976. Pada mulanya Shinkanshen dari Tokyo ke Shin-Osaka (515,4km) memakan waktu kira-kira 4 jam. Pada 1992, Shinkanshen model baru 'Nozomi' yang dapat menghasilkan kecepatan 270 km/j telah menghasilkan perjalanan yang singkat. Rancangan penggunaan landasan kereta api linear motor car pada abad ke-21 yang akan datang ini diharapkan akan menambah kecepatan Shinkanshen. Tidak ada daftar kecelakaan yang berakibat fatal dalam pengoperasian Shinkansen sejak sekitar 40 tahun yang lalu. Namun ada beberapa orang terluka dan satu kefatalan dikarenakan pintu yang menjepit penumpang atau barang mereka. Selain itu ada beberapa percobaan bunuh diri oleh penumpang. Karena itu beberapa stasiun telah memasang pagar pelindung. Meskipun begitu tetap saja ada percobaan bunuh diri oleh penumpang yang memanjat pagar pengaman tersebut. Untuk menghadapi gempa bumi kereta ini dilengkapi dengan sistem pendeteksian yang akan memberhentikan kereta bila gempa bumi terdeteksi. Pada gempa bumi Chuetsu di Oktober 2004 sebuah Shinkansen yang dekat dengan pusat gempa lepas dari relnya, namun tidak ada penumpang yang terluka. Kereta generasi berikutnya, FASTECH 360 akan memiliki sayap rem penahan angin (yang mirip dengan kegunaan telinga) untuk membantu proses pemberhentian bila gempa bumi terdeteksi. Mengenai ketepatan waktunya, pada 2003, JR Central melaporkan jadwal waktu rata-rata Shinkansen tepat dalam 0,1 menit atau 6 detik dari waktu yang telah dijadwalkan. Ini termasuk seluruh kesalahan alami dan manusia dan dihitung dari seluruh 160.000 perjalanan yang dijalani oleh Shinkansen. Rekor sebelumnya dari 1997 dan tercatat 0,3 menit atau 18 detik. sumber: wikipedia regards, ukki
