Sama dgn terdahulu kontaminasi hujan hampir tidak berpengaruh banyak karena 
ayat tsb seperti ayat lainnya di Al-Quran berlaku sepanjang jaman sampai akhir 
jaman, dan dijaga ketetapan hukumnya atau Sunnahtullah.
   
  Kalau hukum air itu ada 3 yaitu: Asal, warna, bau.
  Penyaringan secara PAM sebenarnya kalau mengikuti kaidah hukum masih kurang 
sah dipakai sebagai wudhu menurut beberapa ulama, karena hukum asal air itu 
terkontaminasi kotoran. Air kotor tetap air kotor dan hanya daur ulang alam yg 
membersihkan bukan penyaringan buatan manusia, itu kalau ngikutin aslinya. 
Lebih bagus menggunakan sumber air laut seperti di Arab atau di Aceh lalu 
diolah menjadi air minum hanya memang biaya investasinya mahal. Maka ada ulama 
yg menyebut PAM adalah kondisi darurat sampai digantikan tehnik yg lebih baik 
lagi misalnya dgn air laut tadi.
  Maka banyak kita jumpai di Jkt org lebih baik wudhu dgn air tanah walau 
tercemar e-colli daripada dgn air PAM bahkan sampai ke mesjid2.
   
  Wassalam
  Herdi
  

Heru Nur Rahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Kalo emang calon konsumennya pengen beli aquades ya nda pa pa kali 
ya, atau
yang aqua demineralisasi. Soalnya siapa tau orang itu punya diet superketat
yang ngga boleh mengkonsumsi trace mineral tertentu, air murni ada
baeknya... 

Air hujan memang in most case, distilled water. Cuman kalo banyak polutan
sulfur di udara karena pembakaran batu bara yang mengandung sulfur misalnya
(pernah belajar reaksinya, cuman lupa lagi...) ada risiko hujan asam, and
I'd argue, drinking that would not be fun. 

But, if you must try to drink rain water, cara paling aman ya tunggu aja
dulu setelah hujan selama (mungkin) 30 menit. Dengan begitu sebagian besar
suspended pollutant yang ada di udara mestinya sudah terbasuh oleh hujan 30
menit sebelumnya. Keliatan kan gimana udara jakarta jadi jernih banget
setelah hujan besar?

Kembali ke topik religius, pada saat 'the divine instruction' mengenai
bersihnya air hujan itu diturunkan, informasi itu valid. Pada saat ini,
instruksi tersebut masih valid dengan pengecualian (atau penyesuaian)...
well, at least, I think so.

Heru

Ps. Teknologi membran untuk pengolahan air jadi siap minum udah keren kok,
dari air comberan aja bisa diolah jadi air minum. Saking kecilnya pori
membran, sampe molekul garam aja ga bisa lwat.

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of warbird692001
Sent: Thursday, January 25, 2007 10:18 AM
To: [email protected]
Subject: Balasan: Re: [Indo-StarTrek] Re: Air Hujan dari Sisi Religius

Betul sekali.
Kebetulan memang gue lagi mau bisnis jualan air isi ulang nih, Arlan.
ha ha ha... 

Seriously, kita sebenernya lebih baik meminum air yang mengandung mineral
daripada H2O murni. Kan tubuh kita juga perlu mineral2 itu, walaupun kalau
terlalu berlebihan juga gak baik untuk ginjal. 

Tapi ngomong2 soal air hujan... kalau kita langsung mangap dan menadah air
hujan di Jakarta, dijamin langsung mules dan masuk rumah sakit deh. Bayangin
residue dari polutant asap kendaraan bermotor, asap pabrik, asap pembakaran
sampah yang ada di Jakarta aja... yyyyyyuuuuuck!

So, my point is, air hujan untuk minum, gak bisa dilihat dari sisi religius,
tapi harus dari sisi science. 

Apakah itu point yang juga kalian maksud, Arlan dan Eri?

Salam,
Indie

--- In [email protected], Arlandi Landjono <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> 
> ngomong2 soal air hujan...
> 
> pernah gak ngeliat orang yg men-demokan air minum dg cara
membandingkan dg air mineral yg beredar
> di pasaran? 
> caranya dia dg memasukkan alat bertenaga listrik ke gelas yg berisi
air lalu dibiarkan beberapa
> menit. dan selanjutnya keliatan kalau di gelas berisi air mineral
akan terbentuk banyak "kotoran2"
> tetapi di gelas air milik dia gak muncul apa2.
> 
> cmiiw karena ilmu kimia gue cetek banget...
> setau gue kalau air mineral itu kan mengandung mineral2 gak cuma H2O
aja. makanya apabila
> dimasukkan alat khusus yg dia miliki akan terbentuk banyak
"kotoran2" hasil proses elektrolisa.
> sedangkan air yg si orang itu jual adalah air H2O murni yg gak
mengandung mineral, makanya gak
> akan terjadi pembentukan kotoran itu.
> dan emang setelah gue liat di botolnya, dia gak menyebutkan
kandungan apa2 di dalam produk. beda
> dg air mineral.
> 
> utk mendapatkan air H2O murni kan sebenarnya mudah aja. rebus aja
air sampai mendidih, kumpulkan
> uap airnya. dan biarkan uap air itu dingin. kumpulin aja embunnya.
thats it.
> 
> sebenarnya ini kan termasuk bentuk "penipuan" yg memanfaatkan
kekurang-tahuan calon
> pembeli/korban-nya?
> 
> what do you guys think?
> 
> --- Eri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Air hujan yang muni 100% mungkin udah ga ada lagi....
> > bahkan mungkin sewaktu masih dalam bentuk awan aja udah
terkontaminasi zat2
> > kimia.
> > 
> > 
> > 
> > Salam,
> > Eri.

[EMAIL PROTECTED]
*Milis Komunitas Star Trek Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/indo-startrek
"...to boldly go where no Indonesian has gone before."
----------------------------------------------------------
Website: http://www.indo-startrek.org
Email: indostartrek @ yahoo . com
Forum: http://www.indo-startrek.org/forum
Friendster: http://www.friendster.com/indost =/\=
================================================= =/\= Yahoo! Groups Links



         

 
---------------------------------
Finding fabulous fares is fun.
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel 
bargains.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke