Percaya ga? Cuman tentu saja, semua yang berlebihan ga baek.. Planet yang ga
ada efek rumah kaca samasekali adalah planet2 yang ngga punya atmosfer.
Bumi, karena punya efek rumahkaca dari atmosfernya, dapat menjaga variasi
suhu permukaannya jadi relatif sempit. Bandingkan dengan di bulan, minus
sekian ratus di daerah bayangan dan sekian ratus di bagian terang. Efek
rumah kaca terjadi karena atmosfer memungkinkan panas yang diterima bumi
ngga langsung lepas lagi ke ruang angkasa. Yang jadi masalah adalah
banyaknya gas rumah kaca (CO2) akibat kegiatan manusia yang berpusat di 'oil
economy'. Kegiatan manusia ini melepaskan karbon dari bahan bakar fosil ke
atmosfer. Konsentrasi CO2 naik, makin banyak panas yang disimpan atmosfer,
efek rumah kaca semakin berat, suhu global naik, global warming. Planet
Venus adalah planet yang mengalami efek rumah kaca secara metal hardcore
ekstrim. 

Trus??? Kenapa juga dibilang efek rumah kaca? Soalnya, Herdi, rumah kaca
atau greenhouse yang biasa untuk numbuhin tanaman itu fungsinya sama dengan
atmosfer. Atap kaca memantulkan kembali panas ke bawah, sehingga suhu rumah
kaca lebih panas daripada suhu ambien di luar. Nda ada hubungannya dengan
gedung2 dengan dinding kaca di Sudirman.

Ozon, memang, dia replenish sendiri, syaratnya, total reaksi fotosintesis di
bumi cukup, cuman seperti kata mba Indie, perusakan ozon oleh senyawa klor
dari chloro-fluoro-carbon (again, I forgot the reaction) kecepatannya
jauuuuuh lebih tinggi dari perbaikan oleh konversi O2(oksigen) ke O3(ozon).
Dari reaksinya (yang saya lupa itu.. but believe me it's there if you look
for it), satu molekul klor yang sudah merusak buanyak molekul ozon. Kalo
ngga salah fungsinya jadi katalis gitu deh... it's an ugly business. 

Dan seperti yang kita tau, tipisnya ozon akan menyebabkan tembusnya ultra
violet (have you been x-rayed? No, but I've been ultraviolated..hehehe). UV
yang segitu kuatnya yang udah kesaring lapisan ozon pun masih cukup kuat
untuk membunuh bakteri di botol aqua yang dijemur itu.

Saya ngga afal Al Qur'an, dan mungkin langit memang akan terpelihara hingga
akhir zaman, but if we aren't careful, we won't be around to find out. 

Heru

Ps. Mungkin proses terraforming di startrek itu salah satunya adalah membuat
efek rumah kaca di sebuah planet agar dapat ditinggali. 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of warbird692001
Sent: Friday, January 26, 2007 9:43 PM
To: [email protected]
Subject: [Indo-StarTrek] Ozon Layer and Making a difference


I refuse to discuss your al-quran. 
Your relation with your God is not supposed to be discussed with anyone
else.
 
I will only discuss the science side of your statement. 

Are you serious? The green house effect doesn't mean literally THE GREEN
HOUSE. Of course people laughed at you when you said 'just knock out the
green house'. 

Anyway... 

Ozon tidak bisa memperbaiki diri sendiri atau menurut istilah kamu
merestorasi diri sendiri. Ozon adalah nama zat, bukan suatu benda yang bisa
regenerasi. Zat ozon adalah hasil reaksi kimia. Misalnya saat petir
menyambar maka menghasilkan ozon, ini salah satu contoh saja.
Memang ozon akan terus terbentuk, tetapi menghilang nya ozon akibat ulah
manusia jauh lebih cepat daripada alam ini bisa menghasilkan nya.

Efek rumah kaca bukan salah ilmuwan barat, timur, utara atau selatan,
tetapi terjadi karena pemakaian zat kimia yang dalam praktek nya dapat
mengurai ozon. Misalnya zat2 kimia yang dipakai pada AC atau bahkan spray
pada botol. Memang bicara 'tidak merusak lapisan ozon lagi' gampang saja,
tetapi bagaimana caranya "tidak merusak lagi"
itulah yang tidak gampang. 

Orang2 yang kamu tertawakan karena repot dan pusing itu, melakukan riset
dengan berbagai cara untuk bisa alih teknologi untuk mengurangi efek bolong
nya ozon layer dengan mengurangi zat2 yang tidak ozon friendly dengan biaya
yang tidak terlalu besar agar bisa di adaptasikan ke seluruh dunia termasuk
negara2 yang kurang mampu.
Misalnya dengan mengganti cara kerja AC ruangan, AC mobil, Kulkas, dan
alat2 lain yang sudah menjadi ketergantungan manusia.  

Kalau memang ozon layer sudah mulai kembali seperti semula, berarti alih
teknologi yang selama ini besar2 an dilakukan sudah menampakkan hasil. Kalau
tidak ada ilmuwan yang repot2 memikirkan alih teknologi itu, maka perusakan
ozon layer di atmosfer bumi akan terus berlangsung sampai sekarang. 

I don't know, tapi kalau tidak ada yang pusing dan menggembar-gemborkan
alias berkampanye menyelamatkan ozon layer bumi, apakah kita2 yang kurang
paham kimiawi bumi ini bisa ikut menyelamatkan bumi? Belum tentu.

Jangan suka menyepelekan hasil kerja orang atau bangsa lain lah sebelum kita
sendiri berhasil melakukan perubahan sebesar itu. Kalau lihat iklan mobil
sekarang, lebih environment friendly lagi karena waste nya berupa H2O.
Teknologi sudah ada, tetapi alih teknologi nya akan mahal sekali dan tidak
semua negara mampu melakukan alih teknologi itu, termasuk Indonesia. Maka
bukan pekerjaan gampang untuk menyelamatkan lingkungan  dan orang2 yang
repot dan pusing itu harus diberi tanda jasa atas kerja kerasnya. Indonesia
dan America juga sedang melakukan riset besar2 an untuk mendapatkan bahan
bakar pengganti minyak bumi, dengan bio-technology. Saat ini Indonesia
berkonsentrasi pada minyak jarak, sementara America memakai minyak jagung. 

Seperti Captain Kirk bilang, "Make a difference".
Orang2 yang kamu bilang repot dan pusing itu sudah 'make a difference'
dengan menciptakan teknologi yang lebih ramah ozon layer, gue sebagai
konsumen barang elektronik juga sudah 'make a difference' dengan menukar
barang2 lama gue dan membeli produk2 baru yang safe for ozon layer. Bahkan
gas spray yang biasa gue pakai untuk membersihkan DVD player pun sudah tidak
gue pakai lagi karena memakai zat yang dapat mengurai ozon. Gue juga
berusaha sekali tidak membeli makanan yang dibungkus styrofoam untuk
menyumbang perbaikan lingkungan. I changed my habit to make a difference.
Usaha gue of course jauh kelihatan kecil dibanding para ilmuwan yang repot
dan pusing itu. But at least I can tell myself that I do something about it.
I'm not just shifting the responsibility to some other people or smile while
watching them working their ass off.  

Peduli lingkungan dengan selalu meletakkan sampah organik dan non-organik di
tempat yang berbeda saja sudah besar hasilnya padahal kelihatannya sepele.
Selain lebih ramah lingkungan, juga sangat menolong para pemulung yang
sebetulnya mereka adalah front line dari environmental problems di
Indonesia. Tanpa para pemulung itu maka sampah di Indonesia betul2 merusak
lingkungan kita sendiri. 

An honest question for you: Apakah kamu dan kawan2 sudah 'make a difference'
ataukah hanya senyum2 saja and take everything for granted?

Do you realize bahwa dengan menaiki kendaraan metro mini atau bus PPD tua
saja berarti sudah menyumbang untuk perusakan lingkungan? How to make a
difference is never an easy task. It takes time, efforts and money.

Mungkin daripada mentertawakan pekerjaan orang lain, harusnya kita belajar
introspeksi diri dan lebih banyak belajar dari orang2 yang sudah mau repot
dan pusing itu. Kalau memang qualified, join the green peace lebih
bermanfaat daripada hanya tersenyum.

Lagipula, apa yang kita bilang aman untuk saat ini, belum tentu ramah
lingkungan pada 200 tahun lagi. Science progressed. Dengan semakin manusia
mengerti mengenai alam ini maka semakin banyak rahasia alam yang terbuka.
Dengan demikian apa yang tadinya tidak kita ketahui dapat merusak, mungkin
dalam 200 tahun ternyata baru ketahuan bisa merusak bumi ini. 

Life is about taking one step at a time. 
Life is about learning. 
We should never take Life for granted.

Salam,
Indie


--- In [email protected], riz aircooled <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

>   Sebenarnya kan cukup menghilangkan efek rumah kacanya atau
merubuhkan saja rumah kacannya, lagian tuh ilmuwan barat bikin rumah kaca
masive amat bikin rusak aja...
>   Selesai perkara rumah kaca org mulai ribut2 lagi bagaimana
membetulkan lapisan ozon. Mulailah prediksi2 kapan lapisan ozon lenyap dsb
heboh lagi ilmuwan terutama dari negara barat pusing lagi dsb.
>    
>   Kami cuma senyum2 saja. Ngapain repot2 ozon akan memperbaiki
dirinya sendiri. Wah banyak yg tertawa mendengar itu. Asal kalian tidak
merusaknya lagi dsb maka ozon akan merapat kembali. Wuah..lagi2 banyak yg
nggak percaya. Kenyataannya beberapa waktu yg lalu diberitakan bahwa lapisan
ozon di beberapa tempat merestorasi kembali.
Pemanasan global kali ini disebabkan faktor lingkungan hutan dan sekitar yg
rusak dan bumi memang lagi terjadi pergeseran medan magnet atau apalah yg
terjadi berapa ribu tahun sekaliatau bagaimana gitu
>   Al-Quran telah mengatakan bahwa lapisan langit akan terpelihara
sampai akhir jaman.
>    
>   Wassalam
>   Herdi




[EMAIL PROTECTED]
*Milis Komunitas Star Trek Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/indo-startrek
"...to boldly go where no Indonesian has gone before."
-----------------------------------------------------------
Website: http://www.indo-startrek.org
Email: indostartrek @ yahoo . com
Forum: http://www.indo-startrek.org/forum
Friendster: http://www.friendster.com/indost =/\=
================================================= =/\= Yahoo! Groups Links




Kirim email ke