Saya terima kasih atas tulisan sdr Heru dan sdr Ario yg memaparkan 
dan menambahkan tulisan saya, dimana tdk ada ilmu itu disisi saya 
sebelumnya. 
Juga terima kasih atas sdr Eri sbg moderator yg semakin "repot" dgn 
opini saya, mohon maaf atas segala kesulitan. Sdr Arlan atas Al 
Jabirnya di wikipedia
Juga terima kasih utk rekan2 lainnya yg keep open mind
Wassalam
Herdi


--- In [email protected], riz aircooled 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu'alaikum Eri,
>    
>   Setelah saya off beberapa lama saya tdk tahu perkembangan diskusi 
dari 2 topik yg saya angkat. Apakah ternyata perkembangannya jadi 
begitu mengkwatirkan sekali sehingga harus dihentikan? Setelah saya 
baca aturan sepertinya tidak ada yg dilanggar dari 2 topik yg 
diangkat.
>    
>   Kalau menurut saya lihat, masih biasa saja.
>   Bukankah selama order baru kita dilarang berdiskusi ttg hal spt 
ini walau dgn topik berbeda. Lalu kita menjadi takut 
membicarakannya ? Apakah ternyata kita belum dewasa sampai saat ini ? 
>   Bukankah 2 topik yg sy angkat adalah jendela atau sarana utk kita 
berlatih open mind ?
>   Open mind ada karena ada pendapat yg berbeda.
>   Walaupun ada kekukuhan dalam perdebatan selama tidak menjadi 
debat kusir bukankah itu adalah suatu hal yg wajar?
>    
>   Toh dalam memupuk kedewasaan untuk memahami satu dgn yg lain, 
wilayah publik seperti mailing list adalah sarana berlatih yg sangat 
bagus sekali. 
>   Dalam sejarah Indonesia Natsir yg seorang tokoh Islam berdebat 
kuat dgn seorang tokoh Katolik (maaf saya lupa namanya) dalam 
parlemen Indonesia dahulu. Tidak hanya dalam masalah kenegaraan tapi 
juga masalah idiologi dan keyakinan. Kalau saja orang tdk mengenal 
mereka pasti mengira mereka sdg ribut besar dan merusak keharmonisan 
negara. Tapi diluar perdebatan dan diluar parlemen mereka terkenal 
sebagai 2 org sahabat yg erat, sering ngopi berdua, keluarga mereka 
bahkan berhubungan sangat erat.
>   Saat ini saya kira bangsa Indonesia tgh belajar seperti mereka 
kembali. Mencoba utk tidak takut membicarakan perbedaan di tataran 
publik.
>   Anda bisa lihat tulisan saya dan replay yg saya berikan, hanya 
paparan, bukan hasutan, tdk ada nada serangan, bersikukuh dgn 
pendapat saya iya memang, tapi sejauh ini adalah hanya tulisan opini 
utk memaksakan kehendak saya kira secara logika kan tdk bisa dan tdk 
mngkin, apalagi dalam mailing list seseorang tidak dapat dan tdk 
mungkin memaksakan kehendak pikirannya kepada org lain, karena 
sarananya hanya tulisan saja. Anda bisa lihat malah beberapa tulisan 
sangat jelas menyerang 2 tulisan saya tsb tapi toh tdk saya tanggapi 
dgn serangan jg kan.
>    
>   Apakah anda sebagai moderator sdh memikirkan hal ini 
fairly,wisely and deeply ?
>   Dan sebagai moderator memang andalah yg berhak memaksakan topik 
ini harus berhenti.
>   Dan saya menurut saja.
>   I rise my hand of my keyboard 
>   Apakah ini berarti saya tdk bisa menulis lagi baik ttg topik 
religius dan topik lainnya ?? 
>    
>   Terima kasih
>   Wassalam
>   Herdi
> 
> Eri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Hi
> 
> Saya menjadi khawatir atas diskusi yang sedang berlangsung akhir-
akhir ini
> di milis kita.
> Saya harap diskusi bisa dihentikan.
> 
> Diantara subject yang saya maksud untuk dihentikan diskusinya 
adalah:
> 
> - Siapakah Penemu Teori Relativitas Sesungguhnya?
> - Air Hujan dari Sisi Religius
> - Ozon Layer and Making a difference
> 
> ----------------------------------------------------------
> 
> Diskusi dihentikan bukan kanrena topiknya tidak bagus, melainkan 
karena
> salah satu atau beberapa pihak merasa terusik dan berpotensi 
menjadi konflik
> berkepanjangan mengenai prinsip; yaitu Agama. Harap semua anggota 
milis
> mengerti himbauan ini dan turtut mendukung demi keharmonisan dan
> kelanggengan milis kita.
> Jikalau penasaran ingin melanjutkan, silahkan menggunakan jalur 
pribadi.
> 
> Star Trek mengajarkan keterbukaan pikiran kepada kita semua dan 
sama sekali
> tidak mengajarkan superioritas satu komunitas terhadap komunitas 
lainnya.
> Milis ini terbentuk karena kita adalah pencinta Star Trek yang 
mengambil
> intisari positif dari film tersebut.
> Boleh saja berdiskusi corss-over antar satu agama dengan agama yang 
lain,
> tapi tidak saling kukuh, masing-masing harus bisa dan mau menerima 
pendapat
> orang lain walaupun dirasa tidak mengena atau tidak pas. Diskusi 
tidak harus
> berakhir dengan berpihak di satu kelompok, melainkan cukup dengan 
sharing
> knowledge; yaitu satu anggota memahami pendapat anggota lainya.
> 
> Demikian, Atas pengertiannya saya ucapkan terima kasih.
> Milis ini sangat menarik dan sangat dinamis, mari kita jaga bersama 
kondisi
> ini.
> 
> Salam kompak,
> Moderator.
> 
> -- 
> tix-oi sak-khet se-veh
> ("Live Long and Prosper")
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
>          
> 
>  
> ---------------------------------
> We won't tell. Get more on shows you hate to love
> (and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke