Yeah... kalo ada beberapa orang pinter yang berdiskusi dan berdebat mengenai topik yang serius gini... semua pasti merasakan hal yang aneh-aneh... Ada yang mules, ada gatal pingin nimpalin... huehuehuehue...
Salam, Eri. On 1/30/07, rizaircooled <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya terima kasih atas tulisan sdr Heru dan sdr Ario yg memaparkan > dan menambahkan tulisan saya, dimana tdk ada ilmu itu disisi saya > sebelumnya. > Juga terima kasih atas sdr Eri sbg moderator yg semakin "repot" dgn > opini saya, mohon maaf atas segala kesulitan. Sdr Arlan atas Al > Jabirnya di wikipedia > Juga terima kasih utk rekan2 lainnya yg keep open mind > Wassalam > Herdi > > --- In [email protected] <indo-startrek%40yahoogroups.com>, > riz aircooled > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Assalamu'alaikum Eri, > > > > Setelah saya off beberapa lama saya tdk tahu perkembangan diskusi > dari 2 topik yg saya angkat. Apakah ternyata perkembangannya jadi > begitu mengkwatirkan sekali sehingga harus dihentikan? Setelah saya > baca aturan sepertinya tidak ada yg dilanggar dari 2 topik yg > diangkat. > > > > Kalau menurut saya lihat, masih biasa saja. > > Bukankah selama order baru kita dilarang berdiskusi ttg hal spt > ini walau dgn topik berbeda. Lalu kita menjadi takut > membicarakannya ? Apakah ternyata kita belum dewasa sampai saat ini ? > > Bukankah 2 topik yg sy angkat adalah jendela atau sarana utk kita > berlatih open mind ? > > Open mind ada karena ada pendapat yg berbeda. > > Walaupun ada kekukuhan dalam perdebatan selama tidak menjadi > debat kusir bukankah itu adalah suatu hal yg wajar? > > > > Toh dalam memupuk kedewasaan untuk memahami satu dgn yg lain, > wilayah publik seperti mailing list adalah sarana berlatih yg sangat > bagus sekali. > > Dalam sejarah Indonesia Natsir yg seorang tokoh Islam berdebat > kuat dgn seorang tokoh Katolik (maaf saya lupa namanya) dalam > parlemen Indonesia dahulu. Tidak hanya dalam masalah kenegaraan tapi > juga masalah idiologi dan keyakinan. Kalau saja orang tdk mengenal > mereka pasti mengira mereka sdg ribut besar dan merusak keharmonisan > negara. Tapi diluar perdebatan dan diluar parlemen mereka terkenal > sebagai 2 org sahabat yg erat, sering ngopi berdua, keluarga mereka > bahkan berhubungan sangat erat. > > Saat ini saya kira bangsa Indonesia tgh belajar seperti mereka > kembali. Mencoba utk tidak takut membicarakan perbedaan di tataran > publik. > > Anda bisa lihat tulisan saya dan replay yg saya berikan, hanya > paparan, bukan hasutan, tdk ada nada serangan, bersikukuh dgn > pendapat saya iya memang, tapi sejauh ini adalah hanya tulisan opini > utk memaksakan kehendak saya kira secara logika kan tdk bisa dan tdk > mngkin, apalagi dalam mailing list seseorang tidak dapat dan tdk > mungkin memaksakan kehendak pikirannya kepada org lain, karena > sarananya hanya tulisan saja. Anda bisa lihat malah beberapa tulisan > sangat jelas menyerang 2 tulisan saya tsb tapi toh tdk saya tanggapi > dgn serangan jg kan. > > > > Apakah anda sebagai moderator sdh memikirkan hal ini > fairly,wisely and deeply ? > > Dan sebagai moderator memang andalah yg berhak memaksakan topik > ini harus berhenti. > > Dan saya menurut saja. > > I rise my hand of my keyboard > > Apakah ini berarti saya tdk bisa menulis lagi baik ttg topik > religius dan topik lainnya ?? > > > > Terima kasih > > Wassalam > > Herdi > > > > Eri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Hi > > > > Saya menjadi khawatir atas diskusi yang sedang berlangsung akhir- > akhir ini > > di milis kita. > > Saya harap diskusi bisa dihentikan. > > > > Diantara subject yang saya maksud untuk dihentikan diskusinya > adalah: > > > > - Siapakah Penemu Teori Relativitas Sesungguhnya? > > - Air Hujan dari Sisi Religius > > - Ozon Layer and Making a difference > > > > ---------------------------------------------------------- > > > > Diskusi dihentikan bukan kanrena topiknya tidak bagus, melainkan > karena > > salah satu atau beberapa pihak merasa terusik dan berpotensi > menjadi konflik > > berkepanjangan mengenai prinsip; yaitu Agama. Harap semua anggota > milis > > mengerti himbauan ini dan turtut mendukung demi keharmonisan dan > > kelanggengan milis kita. > > Jikalau penasaran ingin melanjutkan, silahkan menggunakan jalur > pribadi. > > > > Star Trek mengajarkan keterbukaan pikiran kepada kita semua dan > sama sekali > > tidak mengajarkan superioritas satu komunitas terhadap komunitas > lainnya. > > Milis ini terbentuk karena kita adalah pencinta Star Trek yang > mengambil > > intisari positif dari film tersebut. > > Boleh saja berdiskusi corss-over antar satu agama dengan agama yang > lain, > > tapi tidak saling kukuh, masing-masing harus bisa dan mau menerima > pendapat > > orang lain walaupun dirasa tidak mengena atau tidak pas. Diskusi > tidak harus > > berakhir dengan berpihak di satu kelompok, melainkan cukup dengan > sharing > > knowledge; yaitu satu anggota memahami pendapat anggota lainya. > > > > Demikian, Atas pengertiannya saya ucapkan terima kasih. > > Milis ini sangat menarik dan sangat dinamis, mari kita jaga bersama > kondisi > > ini. > > > > Salam kompak, > > Moderator. > > > > -- > > tix-oi sak-khet se-veh > > ("Live Long and Prosper") > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > We won't tell. Get more on shows you hate to love > > (and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > -- tix-oi sak-khet se-veh ("Live Long and Prosper") [Non-text portions of this message have been removed]
