Mas Ario, mau OOT dikit dong. Ngomong2 soal Simpang Lima yang sejak dulu jadi Landmark nya Semarang (selain Lawang Sewu), betulkah berita yang gue denger bahwa sekarang Semarang menganggap Landmark kotanya adalah Pagoda Avalokiteswara yang megah dan indah itu?
Gue kebetulan suka sekali memotret bangunan, baik unik maupun yang memang antik. Nah Pagoda ini menggoda gue sekali untuk mengunjunginya. Tetapi kalau landmark kota yang sudah melegenda, Lawang Sewu dan Simpang Lima itu diganti, apa gak salah? Gue sudah 2 kali memasuki Lawang Sewu dan menurut gue itu bangunan memang indah sekali. Walaupun banyak yang serem disana, tapi foto2 gue bagus2... ha ha ha... Gue sih pengen lagi memotret Lawang Sewu setelah di cat ulang itu. Kelihatan bagus dengan warna pink, mengurangi kesan serem, walaupun terus terang ahli sejarah pasti semuanya memprotes pengecatan itu, ya kan? Segitu aja pertanyaan OOT nya. Walau OOT, tapi penting kan? Bukankah tugas kita juga untuk memelihara peninggalan generasi sebelum kita, walaupun yang membangun adalah penjajah, tapi history should not be seen from the eyes of the winner only. Menurut gue, memporak porandakan peninggalan penjajah karena dianggap mengingatkan kita pada masa susah adalah sebuah kegoblokan kelas tinggi yang harus dibasmi. Salam, Indie --- In [email protected], "Ario Wirawan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > What? What? Game apa nih? Jadi curiga gue... hmmmm, gue pernah main Seven > Sins. Game yang kayak gitu ya? Waaah, kena kompor gue, cari ah entar di > Simpang Lima. :-P > > > > Ario >
