tanpa bermaksud ngehayal...
kalo NASA udah kirim org ke bulan puluhan tahun yg lalu, mustinya
sekarang anti-gravity udah ditemukan (kt-nya sih udah)..
kok ga dipake ya? masih pake roket dan cara2 konvensional seperti ini?


________________________________

        From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Eka Budhiman
        Sent: 28. elokuuta 2007 14:14
        To: [email protected]
        Subject: RE: [Indo-StarTrek] Astronomi di Indonesia (dh: TIDAK
BENAR; bumi akan memiliki 2 bulan.)
        
        

        Hi Thio,
        
        Nambahin aja nih. 
        Launching dari udara tidak memungkinkan utk mengangkut
        roket atau pesawat yg mau diluncurkan di dalam maupun
        di punggung pesawat.
        Posisi yg paling memungkinkan adalah di bawah pesawat
        pengangkut.
        
        Dibutuhkan banyak sekali bahan bakar utk bisa
        mengorbit dan bila pesawat / roket diangkut di dalam
        pesawat pengangkut roket tsb tidak bisa besar
        ukurannya yg berarti tidak bisa bawa banyak fuel.
        Saat launching juga susah, karena utk membuka pintu
        cargo di ketinggian agak susah karena akan menambah
        drag utk pesawat tsb, lagi pula setelah diluncurkan
        susah utk roket tsb mencari posisi yg tepat sebelum
        menembakkan boosternya. Selain itu juga bisa menabrak
        atau bahkan menghancurkan pesawat pengangkutnya.
        
        Bila dipunggung pesawat, saat menyalakan booster
        pesawat, semburan apinya akan menghancurkan pesawat
        pembawanya.
        Di internet, bila melihat ada space shuttle yg
        diangkut di punggung pesawat, itu hanya utk transport
        saja, bukan posisi peluncuran.
        
        Posisi yg paling memungkinkan utk meluncurkan adalah
        di bawah / perut pesawat. Sama seperti missile di
        pesawat fighter.
        Missile tsb waktu ditembakkan, akan mentrigger
        pelepasan dockingnya dan setelah jatuh dalam jarak
        aman dari pesawat akan menyala boosternya.
        Namun utk hal ini, perlu dipikirkan bagaimana susunan
        pesawat pengangkut, karena kalau roketnya (yg harus
        besar karena mengangkut bahan bakar banyak) ada di
        perut pesawat, bagaimana pesawat pengangkut bisa take
        off dari landasan pesawat? :)
        Berapa panjang landing gear pesawat pengangkut agar
        bisa mengakomodir roket di perutnya?
        Sehingga kelihatannya hanya mungkin utk roket
        berukuran kecil saja, tidak bisa terlalu besar.
        
        Susah juga ya, science ngak bisa ditawar-tawar.. :)
        
        Eka
        
        --- "Thio [EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:titan%40indo.net.id> > wrote:
        
        > Alternatif lain adalah launch bukan dari darat, tapi
        > dari udara. Jadi
        > Roketnya diangkut dulu dengan pesawat super gede
        > punya Rusia (ntah diangkut
        > di dalam badan pesawat atau diangkut di punggung
        > atau perut pesawat itu)...
        > nanti sesudah sampai di ketinggian optimal, baru
        > roket itu dilepas, lalu
        > diluncurkan ke orbit. Dengan cara ini, jauh lebih
        > irit...
        > 
        > Thio
        > ________________________________________
        
        __________________________________________________________
        Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone
who knows. Yahoo! Answers - Check it out.
        http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545469
<http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545469> 
        

         



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke