Coba baca http://en.wikipedia.org/wiki/Shuttle_Carrier_Aircraft

Disitu dijelasin gimana Modified boeing 747 bisa bawa Shuttle..

Yang seru, di trivia nya :

*       The rear mounting point on N905NA is labeled with an instruction to
"Attach Orbiter Here" - clarified by the precautionary warning "Black Side
Down".[2] <http://en.wikipedia.org/wiki/Shuttle_Carrier_Aircraft#_note-1> 

*       In the pre-credit sequence of the 1979 James Bond
<http://en.wikipedia.org/wiki/James_Bond>  film Moonraker
<http://en.wikipedia.org/wiki/Moonraker_%28film%29> , a Space Shuttle is
launched off the top of a 747-100 in mid-flight, causing the 747 to explode.
(In real life, the Shuttle's main engines
<http://en.wikipedia.org/wiki/Space_Shuttle_main_engine>  have no fuel
without the orbiter's external tank
<http://en.wikipedia.org/wiki/Space_Shuttle_external_tank>  attached.)

Untuk rencana kosmodrom Biak, pesawat yang digunakan adalah Antonov AN-124
Ruslan (koq nicknamenya Indonesia banget yah)

Menegaskan sedikit, untuk project The Air Launch Aerospace Corporation
(ALAC)  http://www.airlaunch.ru/ dengan Biak, yang diluncurkan dari udara
bukan space shuttle tapi roket - Polyot.

Kalau lihat spesifikasinya Ruslan yang gede banget, panjangnya saja sekitar
69m, sedangkan tinggi roket Polyot 'hanya' 30an meter. Tinggi Ruslan +- 21m,
sedangkan diameter Polyot +- 3 m

Launching nya, Roket dimasukan ke dalam pesawat. lalu pada saat peluncuran,
pintu kargo pesawat dibuka, lalu roket 'dibuang'.. setelah meninggalkan
pesawat, roket membuka parasut, sehingga posisi roket vertikal. setelah
beberapa detik, roket menyala. Dengan begitu pesawat sempat 'lari' menjauhi
roket ke jarak yang aman.

 

Thio

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Eka Budhiman
Sent: 28 Agustus 2007 14:14
To: [email protected]
Subject: RE: [Indo-StarTrek] Astronomi di Indonesia (dh: TIDAK BENAR; bumi
akan memiliki 2 bulan.)

 

Hi Thio,

Nambahin aja nih. 
Launching dari udara tidak memungkinkan utk mengangkut
roket atau pesawat yg mau diluncurkan di dalam maupun
di punggung pesawat.
Posisi yg paling memungkinkan adalah di bawah pesawat
pengangkut.

Dibutuhkan banyak sekali bahan bakar utk bisa
mengorbit dan bila pesawat / roket diangkut di dalam
pesawat pengangkut roket tsb tidak bisa besar
ukurannya yg berarti tidak bisa bawa banyak fuel.
Saat launching juga susah, karena utk membuka pintu
cargo di ketinggian agak susah karena akan menambah
drag utk pesawat tsb, lagi pula setelah diluncurkan
susah utk roket tsb mencari posisi yg tepat sebelum
menembakkan boosternya. Selain itu juga bisa menabrak
atau bahkan menghancurkan pesawat pengangkutnya.

Bila dipunggung pesawat, saat menyalakan booster
pesawat, semburan apinya akan menghancurkan pesawat
pembawanya.
Di internet, bila melihat ada space shuttle yg
diangkut di punggung pesawat, itu hanya utk transport
saja, bukan posisi peluncuran.

Posisi yg paling memungkinkan utk meluncurkan adalah
di bawah / perut pesawat. Sama seperti missile di
pesawat fighter.
Missile tsb waktu ditembakkan, akan mentrigger
pelepasan dockingnya dan setelah jatuh dalam jarak
aman dari pesawat akan menyala boosternya.
Namun utk hal ini, perlu dipikirkan bagaimana susunan
pesawat pengangkut, karena kalau roketnya (yg harus
besar karena mengangkut bahan bakar banyak) ada di
perut pesawat, bagaimana pesawat pengangkut bisa take
off dari landasan pesawat? :)
Berapa panjang landing gear pesawat pengangkut agar
bisa mengakomodir roket di perutnya?
Sehingga kelihatannya hanya mungkin utk roket
berukuran kecil saja, tidak bisa terlalu besar.

Susah juga ya, science ngak bisa ditawar-tawar.. :)

Eka





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke