dalem...nih,
cuma di mata c/s... itu kerja-an :)

Memperkenalkan kata baru : Nempel

tempat kan kata nempel pada tempat nya,
maka yang dalem tadi jadi 'job desc' ... :)

Salam
MN
--- In [email protected], "Erianto Rachman"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ulasan yang menarik sekali nih dari Ario.
> 
>  
> 
> Gw dulu sempat bincang2 dengang teman2 di kampus.
> 
>  
> 
> Seperti sebutir debu di sebuah gedung.
> 
> Gedung pencakar langit yang sangat tinggi menjulang, megah nan mewah.
> Lengkap dengan semua perlengkapan, perabot dan pernak-pernik
perhiasan tak
> terkira harganya.
> 
> Di salah satu lantai di gedung itu tergeletak sebutir debu yang sangat
> kecil.
> 
>  
> 
> Debu itulah bumi kita.
> 
> Gedung sebesar dan serumit itu diciptakan khusus untuk menopang sebutir
> debu.
> 
>  
> 
> Untuk apa?
> 
> :-)
> 
> That would be the biggest mystery and the biggest question in humankind.
> 
>  
> 
> Salam,
> 
> Eri
> 
>  
> 
>   _____  
> 
> From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
> On Behalf Of Ario Wirawan
> Sent: Friday, September 21, 2007 10:39 AM
> To: [email protected]
> Subject: RE: [Indo-StarTrek] Re: Final Frontier
> 
>  
> 
> Setelah kita mati, gue yakini semua makhluk hidup akan ngumpul di
satu brane
> yang sama: di sinilah akhirat berada. Tapi gue tetap meyakini bahwa
Final
> Frontier manusia nggak sampai ke situ. Lebih merupakan evolusi yang
membuat
> manusia sanggup tembus ke 4-brane. Lalu mungkin evolusi tahap berikutnya
> sehingga manusia sanggup tembus ke 5-brane. Tapi kayaknya sih waktu yang
> diberikan bagi manusia, entah berapa millennia lagi, nggak akan
cukup untuk
> nyampe ke brane Tuhan (10-brane?).
> 
> Jadi gue sepakat dengan Eri, manusia nggak akan bisa ketemu Tuhan dalam
> keadaan hidup. Tapi yang SANGAT MENARIK dari semua ini adalah begitu
> banyaknya lapisan yang diciptakan untuk "mengantisipasi" kemajuan
manusia.
> Coba bayangin, ada 10 braneworlds! Kalo Tuhan mikir kita cuma bisa
menembus
> 2-3 brane, paling antisipasinya dibikin 5-7 braneworlds. Namanya Tuhan
> mengantisipasi kan nggak akan meleset terlalu jauh gue rasa. Nggak kayak
> kita, dikira 45 menit udah sampe kantor, tau-tau 2,5 jam baru nyampe
(he he
> he... emang enak tinggal di Jakarta?) Jadi ngapain juga Tuhan bikin
> redudancy segitu banyaknya? Emang gampang bikin satu brane? Lihat aja
> semesta kita yang super luas ini.
> 
> Kesimpulannya, menurut gue, kiamat nggak akan segera datang. Maksud gue,
> umat manusia kelihatannya masih diberi waktu cukup panjang untuk
berevolusi
> dan menembus brane demi brane ini, entah sampai ke berapa, tapi kayaknya
> 7-braneworld sih nyampe. Dan itu, seperti gue bilang tadi, bisa beberapa
> millennia.
> 
> Maximum IMHO
> 
> Ario
> 
> Ps: Setuju dengan Mas Nunuk, di belakang kita pasti udah pada
ngumpul nih
> jin-jin yang lagi pada "nguping".
> 
> _____ 
> 
> From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
> yahoogroups.com [mailto:indo-startrek@
> <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com]
> On Behalf Of Keanu R
> 
> dalam sebuah literatur disebut kan bahwa,
> ada 2 anugrah terbesar setelah mati:
> 1. masuk surga
> 2. ketika berkenan Tuhan menampakkan diri Nya
> 
> @2: apakah itu satu brane?
> brane khan gak bisa 'liat' brane+1
> 
> Salam
> MN
> [EMAIL PROTECTED]: coba cek member yang null (address, ip, etc)
> jgn2 ada jin yg subscribe :)
> ***Okelah : back to nothing-ness itu : ...FoFoFoFoFF
> 
> --- In indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
> yahoogroups.com, "Erianto Rachman"
> <erianto.rachman@> wrote:
> >
> > Gw sih ngerasa bahwa Tuhan menciptakan semesta yang berlapis2 ini
adalah
> > untuk "Meng-antisipasi" kemajuan manusia.
> > 
> > Sehingga manusia ga mungkin mampu menembus seluruh braneworlds dan
> kemudian
> > berada di dallam satu brane dengan Sang Pencipta.
> > 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
>  
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke