ah ...itu baru lebih 'jos...'...
seratus utk kelompok A
--
 
kehampaan itu bagian dari eksistensi itu sendiri....bener ga?
 
 
 
 
--
Mirip Cerdas Cermat di TVRI ya..
 
--
CC di TVRI:
 
Kelompok A
Dari SD Kalang Anyar
Juru Bicara: Tuvok, di sebelah kanan saya: T'Pol, di sebelah kiri saya:
Spock
 
--


________________________________

        From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Keanu R
        Sent: 24. syyskuuta 2007 10:12
        To: [email protected]
        Subject: [Indo-StarTrek] Re: Final Frontier
        
        

        ego sentris banget kesan nya :)
        
        harus nya debu adalah bagian tak terpisahkan dari sebuah gedung
:)
        
        --- In [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> , "Alidjaja Ivan"
        <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        >
        > Jadi si arsitek gedung ini waktu ngerancang bangunan, sungguh2
ingin
        > gedung ini menopang sebutir pasir ini?
        > 
        > cuma tanya..aja....
        > 
        > 
        > 
        > 
        > ________________________________
        > 
        > From: [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> 
        > [mailto:[email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of Erianto Rachman
        > Sent: 21. syyskuuta 2007 16:39
        > To: [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> 
        > Subject: RE: [Indo-StarTrek] Re: Final Frontier
        > 
        > 
        > 
        > Ulasan yang menarik sekali nih dari Ario.
        > 
        > Gw dulu sempat bincang2 dengang teman2 di kampus.
        > 
        > Seperti sebutir debu di sebuah gedung.
        > 
        > Gedung pencakar langit yang sangat tinggi menjulang, megah nan
        > mewah.
        > Lengkap dengan semua perlengkapan, perabot dan pernak-pernik
        > perhiasan tak
        > terkira harganya.
        > 
        > Di salah satu lantai di gedung itu tergeletak sebutir debu
yang
        > sangat
        > kecil.
        > 
        > Debu itulah bumi kita.
        > 
        > Gedung sebesar dan serumit itu diciptakan khusus untuk
menopang
        > sebutir
        > debu.
        > 
        > Untuk apa?
        > 
        > :-)
        > 
        > That would be the biggest mystery and the biggest question in
        > humankind.
        > 
        > Salam,
        > 
        > Eri
        > 
        > _____ 
        > 
        > From: [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> 
        > <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
        > [mailto:[email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> 
        > <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> ]
        > On Behalf Of Ario Wirawan
        > Sent: Friday, September 21, 2007 10:39 AM
        > To: [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> 
        > <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> 
        > Subject: RE: [Indo-StarTrek] Re: Final Frontier
        > 
        > Setelah kita mati, gue yakini semua makhluk hidup akan ngumpul
        > di satu brane
        > yang sama: di sinilah akhirat berada. Tapi gue tetap meyakini
        > bahwa Final
        > Frontier manusia nggak sampai ke situ. Lebih merupakan evolusi
        > yang membuat
        > manusia sanggup tembus ke 4-brane. Lalu mungkin evolusi tahap
        > berikutnya
        > sehingga manusia sanggup tembus ke 5-brane. Tapi kayaknya sih
        > waktu yang
        > diberikan bagi manusia, entah berapa millennia lagi, nggak
akan
        > cukup untuk
        > nyampe ke brane Tuhan (10-brane?).
        > 
        > Jadi gue sepakat dengan Eri, manusia nggak akan bisa ketemu
        > Tuhan dalam
        > keadaan hidup. Tapi yang SANGAT MENARIK dari semua ini adalah
        > begitu
        > banyaknya lapisan yang diciptakan untuk "mengantisipasi"
        > kemajuan manusia.
        > Coba bayangin, ada 10 braneworlds! Kalo Tuhan mikir kita cuma
        > bisa menembus
        > 2-3 brane, paling antisipasinya dibikin 5-7 braneworlds.
Namanya
        > Tuhan
        > mengantisipasi kan nggak akan meleset terlalu jauh gue rasa.
        > Nggak kayak
        > kita, dikira 45 menit udah sampe kantor, tau-tau 2,5 jam baru
        > nyampe (he he
        > he... emang enak tinggal di Jakarta?) Jadi ngapain juga Tuhan
        > bikin
        > redudancy segitu banyaknya? Emang gampang bikin satu brane?
        > Lihat aja
        > semesta kita yang super luas ini.
        > 
        > Kesimpulannya, menurut gue, kiamat nggak akan segera datang.
        > Maksud gue,
        > umat manusia kelihatannya masih diberi waktu cukup panjang
untuk
        > berevolusi
        > dan menembus brane demi brane ini, entah sampai ke berapa,
tapi
        > kayaknya
        > 7-braneworld sih nyampe. Dan itu, seperti gue bilang tadi,
bisa
        > beberapa
        > millennia.
        > 
        > Maximum IMHO
        > 
        > Ario
        > 
        > Ps: Setuju dengan Mas Nunuk, di belakang kita pasti udah pada
        > ngumpul nih
        > jin-jin yang lagi pada "nguping".
        > 
        > _____ 
        > 
        > From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
        > yahoogroups.com [mailto:indo-startrek@
        > <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com]
        > On Behalf Of Keanu R
        > 
        > dalam sebuah literatur disebut kan bahwa,
        > ada 2 anugrah terbesar setelah mati:
        > 1. masuk surga
        > 2. ketika berkenan Tuhan menampakkan diri Nya
        > 
        > @2: apakah itu satu brane?
        > brane khan gak bisa 'liat' brane+1
        > 
        > Salam
        > MN
        > [EMAIL PROTECTED]: coba cek member yang null (address, ip, etc)
        > jgn2 ada jin yg subscribe :)
        > ***Okelah : back to nothing-ness itu : ...FoFoFoFoFF
        > 
        > --- In indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
        > yahoogroups.com, "Erianto Rachman"
        > <erianto.rachman@> wrote:
        > >
        > > Gw sih ngerasa bahwa Tuhan menciptakan semesta yang
berlapis2
        > ini adalah
        > > untuk "Meng-antisipasi" kemajuan manusia.
        > > 
        > > Sehingga manusia ga mungkin mampu menembus seluruh
braneworlds
        > dan
        > kemudian
        > > berada di dallam satu brane dengan Sang Pencipta.
        > > 
        > 
        > [Non-text portions of this message have been removed]
        > 
        > [Non-text portions of this message have been removed]
        > 
        > 
        > 
        > 
        > 
        > 
        > 
        > [Non-text portions of this message have been removed]
        >
        
        

         



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke