Eiit...penonton yg mana yg kecewa ;p hayooo tunjuk jari!! mewakili 'minority' (mengambil istilah dari Eri):
"Menonton sci-fi, memang ditujukan untuk melepas 'dahaga' dan terhibur oleh penggambaran teori ilmiah (yg fiksi) yg dipresentasikan dari media cinema. Dan sepulang dari bioskop masih tetep mikirin sampai di rumah. Special Effect yg wah, CGI yg keren, sound effect yg membahana adalah suatu keharusan untuk mencapai tingkat realitas film sci-fi. Tapi, jalur cerita yg mendebarkan (sensational dramatic), tokoh yg jagoan(exaggerated characters), ending yg selalu "happy" (yg diinginkan kebanyakan penonton)......adalah hal-hal yg mengacaukan keseriusan dan kenikmatan menonton sci-fi". Kecuali emang berniat untuk nonton film eksyen..kudu di-setting - sci-fi-audience mode: OFF (biar tidak terlalu dipikirin) - action-audience mode: ON (siap-siap kaget, teriak, megang kursi) - soap opera -audience: OFF (jadi ngga' gampang meneteskan air mata) - unyil-audience: OFF (lho ini fungsinya apa ya? koq ngga ada di buku manual 'positronic brain') salam /iful --- In [email protected], "warbird692001" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Deep Impact, judulnya seperti disaster movie, tapi in fact it's not. > Itu yang bikin penonton kecewa. Kalau dari judul, Armageddon udah > membawa apa yang mau disampaikan. > > Deep Impact, so much looked like a B-movie... minimal effect, poor > deliverance, no chemistry to audiences. Hampir mirip film Contact lah. > You expect one thing from the title, you watched the tempting > trailers, but basically you only watch people talking here and there. > Beda sama SW yang judulnya mirip B-movie "Attack of the clones" > "Revenge of the Sith" tapi pas nonton, it totally kicked ass. > > Armageddon... well cuma satu kata: MICHAEL BAY. And you know you'll > get what you expected and more. > > Sebetulnya Armageddon dibuat lebih dulu dan idenya dicuri oleh orang > dalam. Karena visual effect nya banyak maka Armageddon post production > nya butuh waktu yang lama. Karena itu Deep Impact berhasil di release > lebih dulu. Persis seperti kejadian film Alexander... bedanya, yang > satu akhirnya gak jadi release. Toh yang punya Oliver Stone juga flop > di pasar. > > Salam, > Indie > > > > > --- In [email protected], "Ario Wirawan" <ario@> wrote: > > > > > > Gak nonton Deep Impact. > > > > > > > > > > > > Armageddon bikin gue amazed: Nggak salah Steven Tyler bisa bikin anak > > > secantik itu? > > > > > > > > > > > > Ario >
