Itu yang kadang jadi pikiran gw ..

Bgitu banyak yang ditarik dari dalam bumi keluar .. apa ngga menimbulkan
'celah kosong' di dalam perut bumi yang akan amblas suatu saat nanti.

Kebukti di Porong, banyak daerah yang amblas krn lumpur yang meluap keluar
bumi ..

Trus saat mengabdi di Sumbar dulu, aku pernah diceritain bahwa di sawahlunto
khususnya kan ada tambang batubara. Hasil penelitian menunjukkan justru
cadangan batu bara terbesar berada di bawah kota sawahlunto skrg. Nah
problemnya adalah bagaimana dapat menarik batubara tersebut keluar tanpa
mengganggu struktur kota yang telah ada saat ini.

 

Minggu lalu aku ke garut dan coba terus ke kamojang tempat Pembangkit
Listrik Tenaga Panas Bumi.

Ternyata yang paling 'murah' dalam arti tidak mengeksploitasi sumber daya
bumi adalah PLTP (dan PLTN menurut ku).

Karena cara kerjanya adalah 'memanfaatkan' panas yang berasal dari patahan
dimana terdapat dapur magma untuk mendorong air menjadi uap air bertekanan
sangat tinggi.. , bahkan sampai 9 Mega per detik?? (maaf agak lupa) .. nah
angin dari uap air yang demikian tinggi ini disalurkan melalui pipa tahan
panas untuk kemudian menggerakkan turbin sehingga menghasilkan listrik.

Pertamina sebagai pengelola PLTP Kamojang sangat bergantung pada hujan, krn
resapan air hujan ini akan menjadi 'bahan bakar' siklus tadi.. setelah
menggerakkan turbin uap air akan dialirkan kembali ke atas untuk kembali
membentuk awan hujan .. dst ..

Keren kan .. tinggal menjaga kualitas tanah tersebut sehingga mampu tetap
menjaga air .. so tidak terbawa ke bawah menjadi 'bencana' bagi manusia
seperti banjir dan longsor (turut berduka cita untuk korban longsor di
tawangmangu..)

Barrier to entry-nya adalah sekali lagi investasi yang demikian besar untuk
menampung dan mengalirkan uap air yang berasal dari patahan magma tersebut
...

Menurutku PLTP harus digenjot .. oke investasi tinggi, tapi returnnya ..
mantap .. listrik dapet, ngga pake bahan bakar, abadi, dan menjaga hutan
tetap lestari.

 

Nur Abdillah

...

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Erianto Rachman
Sent: Thursday, 27 December, 2007 9:38 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [Indo-StarTrek] Bumi Kita

 

Hahahaha ini baru lucu.

Waktu liburan ke Malang terakhir, saya lihat tuh lumpur Lapindo yang heboh
itu..

Wah. kasian tuh porong. jadi kota mati deh.

Salam,

Eri

_____ 

From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com [mailto:indo-startrek@
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com]
On Behalf Of Budiss
Sent: Thursday, December 27, 2007 3:06 PM
To: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com
Subject: Re: [Indo-StarTrek] Bumi Kita

On 27/12/2007 at 13:35 Erianto Rachman <erianto.rachman@
<mailto:erianto.rachman%40gmail.com> gmail.com> wrote:

> Ya betul, makanya ada pembangkit listrik tenaga panas bumi.
> 
> Panas = energi
> Dan kita masih punya banyak sekali. 
> ...................[disingkat].........................
> Yang kita rasakan sebagai bencana alam adalah semata-mata reaksi bumi
> untuk menjaga keseimbangan dirinya.

Mau nambang panas bumi ternyata yg keluar lumpur lapindo.

Salam,
Budiss.

[Non-text portions of this message have been removed]

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke