Hi Heri,

 

Yup, begitulah. ironis.

Sewaktu saya ke sana, ga bisa komentar apa2 selain cengar cengir sendiri.

Speechless and hopeless.

 

Kebetulan istri saya bekerja untuk sebua perusahaan minyak.

Berita Lumpur Lapindo ini tentunya pernah menjadi bahasan yang seru. Dan
mereka menyebutkan mengapa bencana itu dapat terjadi.

Kesalahannya adalah terletak pada kebodohan manusia sendiri.

Kenapa sih kok prosedur sederhana begitu saja ga bisa diikutin?

 

----------

Agak melebar nih, 

Sewaktu saya ke suatu kota, saya 4 kali ke McDonald untuk beli eskrim. 4
kali itu juga antrian saya diserobot orang.

Kenapa sih bangsa kita kalo diminta antri susah amat?

Pertama kali saya biarkan, kedua kali saya bilang ke kasir nya bahwa
"sekarang giliran saya, bukan dia"

Ketiga kali saya omelin kedua-dua nya. "Bisa antri ga sih bu?"

Keempat kalinya saya Cuma bisa cengar-cengir. speechless dan hopeless,
ternyata memang begitu ya culture nya. sampe disitu doang pendidikan mereka
ini.

----------

 

Begitupulah pandangan saya terhadap bencana Lumpur di Porong.

Tidak ada lagi kata yang bisa terucap. Cuma seringai suram dari sudut bibir
yang terkatup rapat.

Cieeeee.. Bahasanya euy. sok puitis. lucu sekali..

 

 

Salam,

Eri

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of HERI
Sent: Friday, December 28, 2007 9:07 AM
To: [email protected]
Subject: [Indo-StarTrek] Re: Bumi Kita

 

halo wulan, salam kenal
sori, sekedar nambahin

gw yakin maksud mas Eri bukan 'lucu' dlm arti sebenernya
bukan dlm arti harafiah, bukan lucu melawak, yg konyol n bikin 
tertawa yg positif

'lucu' di sini mgkn artinya ironis ato tragis, jd dlm arti tersirat

mudah2an tambahan gw ini cukup menjelaskan

gimana mas Erik? bener ga maksudnya begini?

thks
heri_spica

--- In indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com, wulan kusuma 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Itu mah kasian banget atuh....ga da lucu2 nya

> --- Erianto Rachman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Hahahaha ini baru lucu.
> > 
> > Waktu liburan ke Malang terakhir, saya lihat tuh
> > lumpur Lapindo yang heboh
> > itu..
> > 
> > Wah. kasian tuh porong. jadi kota mati deh.
> > 
> > Salam,
> > 
> > Eri

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke